Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Ketika Harus Memilih


__ADS_3

Zahra bahagia Vino telah sadar. Namun Vino masih membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Ia sering mengunjungi Vino sebelum atau sepulang kerja. Begitu juga dengan Reyhan.


Suatu sore Bu Fatma menyuapi anaknya yang tengah duduk bersandar di ranjang. Kepala, tangan dan kakinya masih terbalut perban. Tangannya yang kekar juga masih terpasang selang infus. Bu Fatma berusaha membujuk anaknya itu, "Ayo makan Vino."


" Tidak ma, aku tidak mau," jawab Vino dengan manjanya


" Bukankah kamu dari kemarin belum makan? Ayo makan yang banyak agar cepat sembuh. Apa kamu tidak sayang lagi dengan mama, jangan buat kawatir Mama lagi Vino," ujar Bu Fatma masih berusaha membujuk Vino.


"Gak enak ma, rasanya pahit semua."


Tiba-tiba Zahra muncul dari balik pintu, ia memberi salam, "Assalamu'alaikum."


" Wa' alaikumussalam," jawab Bu Fatma.


" Kenapa Bu?"


" Vino belum mau makan dari kemarin Zahra."


" Sini Bu, biar Zahra yang nyuapin."


Bu Fatma menyerahkan piring kepada Zahra. Iapun pamit keluar sebentar. Zahra bertanta pada Vino, " Bagaimana rasanya Vino apa masih sakit." Vino hanya tersenyum menjawab pertanyaan nya itu.


Zahra berusaha membujuknya dengan berkata, " Vino pahlawan Zahra, ayo makan yang banyak biar cepat sembuh. Siapa nanti yang akan menjaga Zahra, siapa nanti yang akan bertengkar dan becanda lagi dengan Zahra."


Zahra mendekatkan sendok kedepan mulut Vino. Vino akhirnya membuka mulut.

__ADS_1


"ah!" Vino merintih, rahangnya yang terbentur terasa sakit.


" Pelan-pelan ngunyahnya Vino."


Zahra menyuapi Vino hingga tinggal separuh.


Vino menghentikan sendok yang hendak di suapkan kemulutnya. Zahrapun merapikan piring. Ternyata Reyhan dari tadi melihat mereka, namun menunggu hingga Vino selesai makan. Reyhan menanyai aduknya yang tengah berbaring di ranjang, "Vino bagaimana keadaanmu sekarang." Reyhanpun sembari mendekat kearah Vino.


" Masih sakit," jawab Vino.


Bu Fatma masuk ke kamar inap Vino, di belakangnya menyusul Keyla dan Nella membawa makanan dan buah-buahan.


Teman-teman Vino bergantian menjenguk Vino di Rumah Sakit. Mereka menghibur dan memberi semangat agar Vino cepat sembuh. Mereka bercanda dan tertawa bersama. Sehingga Vinopun merasa terhibur.


***


Vino meminta mamanya untuk berhenti, ketika Vino melihat Zahra dan Reyhan duduk di kursi taman. Tanpa di sadari oleh keduanya, Vino mendengarkan percakapan mereka.


" Zahra aku melihat kamu menyayangi Vino," ujar Reyhan.


" Maksud Mas Reyhan bagaimana? sayangku sebatas teman Mas. Apa kamu cemburu?" jawab Zahra.


" Zahra, bagaimana aku bisa bahagia bila adikku terluka dengan kebersamaan kita."


" Apa maksudmu mas?"

__ADS_1


" Bila kamu masih mencintai Vino, aku akan merelakan kamu menikah dengannya."


Zahra akhirnya beranjak dari tempat duduknya menatap Reyhan dengan wajah kecewa. Ia berkata kepada Reyhan dengan emosi, " Mas apa kamu fikir, aku ini barang bisa di pindahkan keorang lain sesuka hatimu. Mana janjimu yang akan memperjuangkan cintamu."


" Zahra, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu," Reyhan ikut berdiri berusaha meraih tangan Zahra. Namun Zahra mengelak.


" Aku kecewa padamu Mas," ujar Zahra menitihkan air mata. Zahra melepas cincin dan meraih tangan Reyhan memberikan cincin pada genggaman tangannya. Cincin berlian yang pernah Reyhan berikan padanya di Villa.


" Selamat tinggal mas, lebih baik aku pergi, kamu tidak perlu susah-susah memilih aku atau adikmu."


Zahra pergi, Reyhan mengejarnya. Namun ia menghentikan langkahnya. Ia membiarkan Zahra agar lebih tenang dulu.


Vino dan Bu Fatma mendekati Reyhan. Vino betkata pafa Kakaknya itu, " Maafkan aku Kak, aku telah merepotkanmu dan membuat kalian bertengkar. Aku akan berjanji membawa Zahra kembali nanti."


" Tidak perlu Vino, biar aku sendiri yang mengatasinya. kamu fikirkan kesembuhanmu dulu."


Reyhan berlalu meninggalkan Bu Fatma dan Vino. Reyhan semakin merasa bersalah telah menyakiti Zahra. Ia harus memilih Zahra atau adiknya. Ia hanya ingin semua bahagia meskipun mengorbankan hatinya.


***


Reyhan masuk ke ruang kerjanya. Ia melihat amplop coklat di atas mejanya. Di atasnya terdapat surat berisi ucapan trimakasih, di akhiri tulisan nama Zahra. Ia membuka amplop itu ternyata berisi uang. Zahra mengembalikan semua uang yang dulu pernah ia pinjam.


Reyhan mencari Zahra ke meja kasir, namun Zahra tidak berada di tempat. Ia kemudian menemui Gita yang berada di ruangannya. Ia bertanya pada Gita, " Gita apa Zahra izin tidak masuk kerja hari ini?"


" Maaf mas tadi pagi Zahra kesini, pamit untuk mengundurkan diri," jawab Gita.

__ADS_1


Reyhan bergegas lari menuju mobilnya, ia hendak menemui Zahra di kos-kosannya. Sampai di sana ternyata kamar Zahra sudah kosong, begitu juga dengan kamar Keyla dan Nella.


Reyhan terduduk lemas di teras, menyesali perkataannya yang telah menyakiti hati Zahra. Setelah lama duduk akhirnya ia bangkit dan berencana esok harinya akan menyusul Zahra ke rumahnya di Batu. Reyhan yakin Ia pulang kerumahnya.


__ADS_2