Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Hadirnya Vino kembali


__ADS_3

Vino meninggalkan Zahra di kantor, ia berjanji akan menjemputnya sore hari. Sembari menunggu jam pulang kantor, Vino kembali ke hotel untuk istirahat.


Jam pulang kantorpun tiba. Zahra sudah menunggu Vino di dalam Loby. Tak lupa Zahra meminta Vino memakai masker agar kejadian siang tadi tidak terjadi lagi.


Vino menghampiri Zahra, lalu berkata, "Apaan sih kok suruh pakai masker segala? Aura kegantenganku jadi kurang maksimal nih"


" Mau pake masker atau gak masker tetep ganteng kok," puji Zahra


"Hem, baru kali ini kayaknya kamu mengakui kegantenganku?"


" Iya ganteng, gantengnya dikit, jeleknya banyak," ujar Zahra mengejek.


" Ayo mau pulang nggak?"


" Pulang dong."


Mobil yang di kemudikan Vino meluncur menyusuri jalanan ibu kota. Beberapa kali mereka terjebak kemacetan.


Sampailah mereka di apartemen. Zahra mengenalkan pada Azzam, sesampainya Ia di rumah.


Reyhan masih belum kembali, sehingga Vino menunggu di kediaman Zahra.


Sementara Zahra menyiapkan makan malam, Azzam dan Vino mengobrol di ruang tamu. Mereka beranjak menuju ke meja makan ketika Zahra memanggilnya, karena makanan sudah siap.


Menu sederhana ala kampung menemani makan malam mereka. Zahra tidak kesulitan untuk memasakkan kakak satu-satunya itu, yang penting ada sambal dan tempenya.


" Maaf Vino masakannya alakadarnya, apa mau saya pesankan makanan di luar?" tanya Azzam.


" Tidak usah mas ini sudah cukup," jawab Vino.


" Gak usah mas, ke enakan dia nanti, bisa-bisa minta nginep sini" ujar Zahra bercanda.


" Kok gitu sih dek?" ujar Azzam mengingatkan Zahra agar lebih sopan.


" Gak apa-apa mas, memang penggemarku yang satu ini hobynya menganiaya aku"


Selesai makan Vino dan Zahra bersantai di ruang tamu, sementara Azzam berpamitan menemui Sofi calon istrinya.


Tinggallah mereka berdua. Vino membuka Gitar dari bungkusnya dan mulai memainkan sebuah lagu ciptaanya yang Viral atas permintaan Zahra.


" Mau duet bareng?"


" Boleh, awas ya jangan ketawa kalau suaraku jelek,"


Zahrapun mulai mengikuti alunan gitar Vino dan membaca texsnya di You tube.

__ADS_1


...Terpancar di wajahmu cahaya...


...menerangi gelapnya hatiku...


...Keteduhanmu membelai anganku...


...tentang rindunya kisah cinta sejatiku...


...Reff....


Kasih...


...Hadirmu kini candu bagiku...


...jadilah bagian dalam hidupku...


...Warnai hariku- hariku...


...dengan sentuhan cinta mu...


...Rasanya tak bisa bernafas, bila ku jauh darimu...


...Cahahayaku terangi gelap hidupku...


...Biar sang waktu yang menyatukan kau dan aku...


Keseruan mereka unggah di chanel youtube milik Vino. Tak lama video mendapatkan like


dari para netizen.


Suara ketukan pintu mengejutkan mereka berdua yang sedang asyik bercanda. Zahra segera membukakan pintu, " Mas Reyhan, silahkan masuk!"


Reyhanpun menoleh kearah pria yang duduk memangku gitar. Vinopun berdiri, mereka berpandangan akhirnya Reyhan memeluk adiknya itu. Reyhan bekata," Kapan datang, kenapa tidak memberi kabar?"


" Saya sudah kemarin di Jakarta, nginap di hotel, kebetulan tadi ketemu Zahra disana, oh ya kenapa kakak tadi meninggalkan Zahra, hampir saja dia celaka,"


" Apa betul Zahra?" tanya Reyhan sembari menoleh kearah Zahra.


"Iya Mas, ini semua ulah Yogi," jawab Reyhan.


Zahra akhirnya menceritakan kejadian di hotel. Azzam yang baru datang ikut mendengarkan cerita Zahra, ia meresa geram, ia pun memeluk adiknya.


" Maafkan aku Zahra, seharusnya aku tidak meninggalkanmu disana, besok aku akan buat perhitungan dengan Yogi, akan aku pecat Dia" ujar Reyhan penuh penyesalan dan kekesalan.


" Reyhan bukankah aku sudah memberi kesempatan untukmu kembali kepada adikku, seharusnya kamu bisa menjaganya," ujar Azzam kesal.

__ADS_1


" Mas Reyhan tidak salah Mas Azzam, ini karena aku saja yang sedang sial."


" Maaf Zam," ucap Reyhan.


" Kak Reyhan, sebaiknya mulai sekarang harus ekstra hati-hati menjaga Zahra, kalau Zahra terluka lagi karena Kak Reyhan lengah menjaganya, jangan salahkan aku merebut paksa Zahra darimu," ujar Vino dengan tegas.


" Apaan sih?" ujar Zahra seraya melempar bantal sofa kearah Vino untuk memecah ketegangan suasana. Vinopun melempar balik bantal tersebut. Reyhan masih diam termenung. Zahra kemudian mendekat padanya dan berkata, " sudahlah jangan difikirkan ucapan Vino dan Mas Azzam, mau saya buatkan kopi?"


Reyhan hanya diam membisu, Zahrapun beranjak pergi ke dapur. Zahra membuatkan minuman untuk Reyhan.


Reyhan memeluk Zahra dari belakang dan berkata, " Maafkan aku Zahra,"


" He Mas lepas! apa kamu lupa? Main peluk-peluk sembarangan, halalin dulu dong!" ujar Zahra kesal kemudian berbalik melepas tangan Reyhan dengan tersenyum.


"Jadi tak sabar pengen cepat-cepat halal," ujar Reyhan dengan senyum-senyum genit.


" Jadi kita ke Malang?"


" Mas pernikahan Mas Azzam kurang beberapa minggu lagi. Kamu bisa melamarku setelah pernikahan Mas Azzam, jadi sabar Cayang!"


" Sayang?"tanya Reyhan


" kenapa?" Zahra balik bertanya


" Suka saja," jawab Reyhan.


Mereka kembali keruang tamu bergabung dengan Vino dan Azzam. Mereka bercakap-cakap tentang alasan Vino ke Jakarta.


Zahra melihat di beberapa akun sosmed, " Lihat mas Reyhan, tadi aku nyanyi dengan Vino"


Reyhan terlihat cemburu, Video duet Vino dan Zahra yang baru di unggah di beberapa akun sosmed banyak menerima tanggapan. Ratusan like sudah di capai hanya dalam waktu beberapa jam saja.


Reyhan semakin cemburu melihat komentar netizen yang mengira mereka pasangan kekasih yang ideal. Vino semakin merasa bangga, " Lihat aku sekarang jadi artis,"


" Hem, kumat sombongnya,"


" Kalian boleh mengantar aku syuting kok besok malam," ujar Vino.


" Insyalloh," jawab Reyhan.


***


Vino hadir di sebuah acara TV. Reyhan, Azzam dan Zahra ikut mengantar. Setelah sesi tanya jawab dengan Host acara tersebut, kini giliran Vino di minta bernyanyi.


Suara khas Vino menguasai studio, penonton terkesima dengan penampilannya. Zahra pun menatap penuh kekaguman pada sahabatnya itu. Ia merasa lagu yang Vino bawakan di tujukan untuk dirinya.

__ADS_1


Melihat Zahra tak bisa mengalihkan pandangannya, Reyhanpun berbisik pandanya " Berkedip dong, awas jatuh cinta,"


Zahrapun menyikut perut Reyhan," Apaan sih?"


__ADS_2