Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Idola Baru


__ADS_3

Zaky memarkirkan mobil dalam basement sebuah mall. Zahrapun terkejut kenapa berhenti di situ. Iapun bertanya pada Zaky,


" Mas Zaky kenapa kita berhenti di sini?"


" Kita jalan-jalan dulu ya, kamukan juga belum makan, kita makan dulu ya?"


" Tapi?"


" Nanti biar aku telphon Azzam biar tidak kuawatir," sela Zaky. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melancarkan aksi PDKTnya.


Zahra akhirnya terpaksa menerima ajakan Zaky. Zaky mengajaknya makan di sebuah restoran. Sewaktu menikmati makanan, tiba-tiba Mery dan kawan-kawannya kebetulan juga tengah makan bersama di restoran tersebut. Mery melihat kearah Zahra dan Zaky tanpa mereka sadari. Merypun menghampiri mereka dan berkata, " Pak Zaky bagaimana kabarnya? Hem,,gebetan baru nih? Biasa kalo ada pegawai baru."


Zahra dan Zaky pun terkejut dan menoleh kearah Mery yang berdiri di belakang Zaky dengan genit. Zakypun membalas menyapanya, " Eh kamu Mer, sini gabung sama kita."


" Makasih Pak Bos kita-kita gak mau ganggu kok."


" Tidak Mbak, mari gabung." Sambung Zahra menawari dengan senyuman manisnya.


Akhirnya Mery meninggalkan Zahra dan Zaky. Ia kembali kemejanya semula bergabung dengan teman-temannya. Terdengar sesekali dari arah mejanya gelak tawa, mereka sedang asik bergosip.


Selesai makan Zaky mengantar Zahra pulang ke apartemennya. Zaky hanya mengantar sampai halaman. Zahra segera menaiki lift menuju lantai atas. Ternyata Azzam masih belum pulang juga. Setelah membersihkan diri, ia segera menuju ke dapur menyiapkan makan malam untuk kakaknya itu.

__ADS_1


Pukul 20.00 WIB Azzam baru pulang. Zahra menemani kakaknya makan. Zahra tak ikut makan karena masih kenyang. Zahra akhirnya bercerita tentang Zaky yang telah mengantarkan pulang. Mereka mengobrol tentang bagaimana Zahra di kantor.


***


Keesokan harinya Zahra kembali bekerja seperti biasanya. Namun kali ini di kejutkan beberapa laki-laki yang menggodanya dan berusaha mendekatinya sewaktu di lift.


" Hey, kamu anak baru ya? kenalin aku angga, kamu Zahra kan?"


" Iya."


"He, Zahra kenalin aku Danis."


Zahra heran ternyata dirinya dalam waktu singkat sudah banyak yang mengenalnya. Banyak laki-laki yang tidak ia kenal menyapa di sepanjang jalan menuju ruangannya. Hal tersebut semakin membuat dirinya di cibir oleh beberapa rekan kerjanya yang merasa iri. Namun banyak juga rekan kerja wanita yang menyukainya karena Zahra mudah bergaul, supel dan ramah.


" Gini nih prilaku pegawai baru, pintar juga mendekati atasan, biar cepat naik jabatan ya?" sindir Mery yang di ikuti gelak tawa beberapa rekan kerjanya.


" Ah, Mbak Mery bisa saja, Kalo yang mbak maksud Mas Zaky, Mbak Mery salah faham. Sebelum bekerja di sini kami sudah saling kenal, dia sudah seperti abang Zahra sendiri," jawab Zahra mencoba tetap tersenyum meskipun hatinya marah.


" Oh gitu, kenal orang dalam makanya bisa di terima bekerja disini," ujar Mery dengan jutek lalu kembali ke tempat duduknya.


Zahra sedikit kesal dengan ucapan Mery, seolah meremehkan kemampuannya fan mrngandalkan bantuan orang dalam.

__ADS_1


Silfi melihat Zahra sedih, iapun menghampirinya dan berusaha menghibur dengan berkata, "Udah, jangan dengerin ucapan Mery, sudah biasa dia seperti itu kalo ada pegawai baru, apalagi yang cantik seperti kamu, takut kalah saingan. Maklum jomblo akut, ha ha ha." Silfi menghibur juniornya itu, akhirnya Zahrapun ikut tertawa.


Zahra berusaha menahan diri dan menguatkan hatinya dengan gosip-gosip yang beredar. Ia juga berusaha menghindari beberapa karyawan yang mendekatinya dengan berbagai alasan.


Hampir setiap hari Zahra menerima bunga di mejanya secara misterius. Ia hanya mengenal beberapa nama yang tertera pada kartu yang di sematkan pada beberapa tangkai mawar itu.


Berita tentang Zahrapun akhirnya sampai juga di telinga kakaknya. Sewaktu pulang kerja sengaja ia meluangkan waktu untuk mengajak Zahra pulang bersama. Azzam melihat muka Zahra yang terlihat kesal.


" Kenapa kamu? masih betah bekerja? kalo kamu nggak suka boleh kok berhenti."


" Masih betahlah Mas, masak gini aja nyerah," ujar Zahra seraya menatap kakaknya yang tengah menyetir. Mendengar jawaban adiknya itu, Azzampun mengacak-acak kepala adiknya itu dan berkata, "Baguslah, gimana teman-temanmu?"


" Banyak yang baik, tapi ada juga tuh yang suka nyinyir dan nyebar gosip."


" Gak usah di masukin hati, yang penting kamu hati-hati, apalagi tuh sama laki-laki. Rupanya adik Mas Azzam nih jadi idola baru di kantor."


"Ah Mas Azzam bisa saja."


" Iya lah abangnya aja ganteng, makanya adiknya juga cantik, pantas saja banyak cowok yang naksir."


" Ih Mas Azzam muji diri sendiri, Ganteng apaan? ganteng percuma gak nikah-nikah, keburu tua," cela Zahra.

__ADS_1


" Santai laki-laki makin tua makin ganteng, aku nunggu kamu nikah dulu."


Merekapun tertawa bersama. Sebelum pulang mereka mampir untuk makan dulu serta bebelanja di swalayan untuk kebutuhan sehari-hari.


__ADS_2