Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Kepergian Zahra


__ADS_3

Zahra berdiri dibalkon kamarnya. Matanya menerawang kelangit, terlihat bintang-bintang berkerlap-kerlip. Ia berusaha menahan air matanya agar tidak menetes. Ia tak menyangka ketika ia merasa benar-benar jatuh cinta harus hilang sekejap mata. Kebahagian yang ia rasakan bersama Reyhan sirna berganti luka dan air mata.


Air mata semakin tak tertahankan ketika mengenang kebersamaannya dengan Reyhan. Baru beberapa minggu Reyhan menyatakan cintanya, namun kini kandas di tengah jalan.


Bu Maryam menjumpai anaknya yang tengah menangis. Ia segera memeluknya. Dengan Lembut Ibunya menanyakan apa yang terjadi padanya. Bu Maryam mengajak anaknya itu masuk kedalam kamar. Zahra tidur di ranjangnya menyandarkan kepala di atas pangkuan Bu Maryam. Air matanya terus menetes menceritakan kisahnya dengan Reyhan dan Vino. Ayah Zahra duduk di kursi ikut mendengarkan curahan hati anaknya itu.


"Nak, namanya hidup itu pasti ada cobaanya, tandanya Alloh sayang sama kita. Mungkin saat ini Alloh menguji kekuatan cinta kalian. Kamu harus menghadapi dengan fikiran jernih," ujar Bu Maryam berusaha menenangkan putrinya itu.


" Bu, mungkin ini yang terbaik. Karena aku, Mas Reyhan dan Vino bertengkar. Jika aku menghilang dari hidup mereka mungkin akan lebih baik. Hubungan mereka akan kembali seperti semula," tegas Zahra.


" Sudahlah Zahra, jangan bersedih. anggap saja belum berjodoh. Kalau kalian berjodoh suatu saat, cepat atau lambat pasti kalian akan kembali bersama lagi," ujar Pak Rohman ikut menasehati putrinya.


Zahra tidak menghiraukan suara dering ponsel yang tertulis atas nama Reyhan. Ibunya memaksa untuk menjawab panggilan dari ponselnya itu, namum ia tidak mau. Akhirnya terpakasa Bu Maryam menjawabnya.

__ADS_1


" Maaf Nak Reyhan, Zahra masih tidak mau di ganggu. Biarkan dulu biar hatinya tenang ya."


Reyhanpun meminta maaf kepada Bu Maryam dan meminta menyampaikan maaf juga untuk Zahra.


Zahra tau pasti Reyhan tidak mudah menyerah. Cepat atau lambat Reyhan akan menyusul dirinya. Hatinya begitu keras hingga tidak mau lagi bertemu dengan Reyhan. Ia meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke Jakarta. Ia ingin mengunjungi kakaknya, sekaligus ingin mencari kerja di sana.


Kedua orang tua Zahra melarang Zahra untuk pergi ke Jakarta. Mereka takut nantinya akan kesepian lagi. Mereka berharap Zahra bekerja di rumah mengembangkan bisnis keluarga atau bekerja di perusahaan yang dekat dengan rumahnya. Dengan demikian mereka dapat selalu bertemu dengan Zahra. Mereka juga tidak mau terjadi apa-apa dengan putri kesayangannya itu.


Ia akhirnya memesan tiket pesawat terbang, untuk penerbangan ke Jakarta. Bu Maryam menghubungi kakak Zahra yang bernama Azzam agar nantinya menjemput Zahra di bandara. Ia juga menitipkan Zahra agar menjaga adiknya itu.


Keesokan harinya kedua orang tua Zahra mengantar Zahra ke bandara. Penerbangannya jam 14.00 WIB. Mereka bergegas agar tidak ketinggalan. Zahra meletakkan kopernya dan berpamitan dengan kedua orang tuanya sebelum memasuki ruang tunggu. Bu Maryam memeluk erat putrinya itu, dan berpesan, " Hati-hati sayang dan cepatlah pulang. Kami akan merindukanmu."


"Segera hubungi kami kalau sudah bertemu dengan Azzam," imbuh ayahnya.

__ADS_1


"Siap Yah! Ayah, Ibu, Zahra mohon berjanjilah untuk tidak memberi tahu keberadaanku pada Reyhan ataupun Vino bila mereka menghubungi atau datang ke rumah ya."


" Tenanglah Zahra, apapun akan kami lakukan yang terbaik untuk putri ayah yang tersayang," jawab Ayah Zahra.


Reyhan masih belum sempat menemui Zahra di rumahnya, karena harus menghadiri rapat penting di perusaannya. Ia baru bisa datang ke esokan harinya. Ia menemui Pak Rohman di ruang tamu. Ia meminta maaf telah menyakiti hati Zahra, dan meminta izin. untuk bertemu Zahra. Namun ia tidak menemukan Zahra. Pak Rohman yang Ia temui berkata, "Maaf Nak Reyhan, kini Zahra sedang tidak di rumah, ia pergi untuk menenangkan diri sementara waktu. Kami diminta berjanji untuk merahasiakan keberadaannya."


"Iya Reyhan, biarkan Zahra tenang dulu. Kalau memang Alloh menakdirkan kalian berjodoh, Insyaalloh cepat atau lambat kalian akan dipertemukan kembali," imbuh Bu Maryam.


Reyhan akhirnya pulang dengan hampa. merasa kehilangan Zahra. Ia kembali menginap di Villa Anggrek.


Reyhan berdiri bersandar pada pagar. Memandangi tempat di mana zahra pernah singgah. Ia mengenang kebersamaannya bersama Zahra di tempat itu. Hatinya menangis merasa kesedihannya bertubi-tubi. Beberapa hari kehilangan adiknya, kini kehilangan kekasihnya. Disaat ia benar-benar jatuh cinta namun cintanya terhalang cinta adiknya juga.


Zahra, baru beberapa hari tidak bertemu denganmu hatiku sudah rindu, terasa hampa hidupku. Bagaimana bisa aku berfikir akan hidup tanpamu.Tak seharusnya aku menyerah mempertahankanmu di sisiku. Maafkan aku Zahra.

__ADS_1


__ADS_2