Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Masih di pantai


__ADS_3

Hari masih gelap, terlihat bintang berkerlap-kerlip, deburan ombak memecah keheningan, semua rombongan wisata masih terlelap. Reyhan berjalan menuju tenda Zahra, dkk. Reyhan memanggil Zahra dengan pelan, "Zahra! Zahra!"


Namun tak ada jawaban dari dalam, sehingga Reyhan menggoyang-goyangkan tenda.


"Zahra! Zahra! bangun," panggil Reyhan lebih keras.


Nella membuka mata, melihat tenda bergoyang-goyang, iapun berteriak, " Gempa! gempa!"


Teriakan terdengar dari dalam. Ketiga gadis itupun terbangun dan berebut keluar dari tenda. Zahra terkejut, di luar tenda berdiri seorang laki-laki, "Mas Reyhan."


" Tadi seperti ada gempa," sahut Keyla.


Reyhanpun tertawa kecil, melihat tingkah mereka bertiga. Ia lalu mengajak Zahra,


" Waktunya subuh, ayo cepat kita ke musholla!"


"Hoam!" Nella, Keyla dan Zahra menguap bergantian.


"Hoam! Mas Reyhan ini seperti ayahku saja, suka ngagetin kalau nyuruh sholat."


"Bukankah suami nantinya akan menggantikan sosok ayah, kamu harus terbiasa mulai sekarang."


"Iya iya suamiku," jawab Zahra dengan malas-malasan seraya membetulkan kerudungnya.


"Betul ya, jadi aku di terima nih," sahut Reyhan kegirangan.


"Ups!" Zahra menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya, ia tidak sadar apa yang ia katakan.


"Bukankah ucapan orang bangun tidur banyak jujurnya!" ujar Reyhan seraya melipat kedua tangannya lalu mengusap-usap dagu dengan tangannya. Nella dan Keyla jadi tertawa melihat Zahra salah tingkah.


Zahra mengambil mukenah dengan malas-malasan. Reyhan menarik tangannya.


"Ayo istriku, kalau mau jadi orang sukses, bangunnya jangan kedahuluan ayam."


" Inikan libur jadi biasanya aku santai," ujar Zahra.


Kedua temannya mengikuti dari belakang, beberapa orangpun sudah banyak yang bangun. Mereka menuju musholla dekat pantai. Disana juga tersedia fasilitas toliet, kamar mandi dan juga kamar ganti. Banyak juga warung penjual aneka makanan dan minuman serta cindera mata.


Suara lantunan adzan subuh berkumandang. Rombongan ikut sholat berjamaah, selesai sholat Zahra melipat mukenah, Ia terkejut ketika imam berdiri dan berbalik badan keluar dari musholla, ternyata imam yang bersuara merdu itu tadi adalah Reyhan. Zahra terkagum-kagum di buatnya.


Tak dapat di pungkiri Zahra semakin hari semakin terpesona dengan sosok Reyhan. Selain berbadan tegap, atletis, tinggi, kulit putih bersih, ia juga disiplin. Meskipun jarang tersenyum, terlihat tegas dan serius namun sekali tersenyum membuat wanita yang melihat pasti meleleh hatinya.

__ADS_1


Reyhan menunggu di depan musholla. Zahra, dkk mendekat kearahnya.


"Calon imam yang sempurna," bisik Nella. Zahra menyikut tangan Nella yang berdiri di sampingnya.


"Assalamu'alaikum, bidadari surgaku," sapa Reyhan.


"Wa'alaukumussalam. Mas bos sejak kapan sih jadi suka nggombal gini," jawab Zahra sedikit kesal.


"Sejak aku mengenalmu. Oke sekarang ganti pakaianmu! Kita akan melihat sesuatu yang indah," pinta Reyhan.


***


Reyhan dan Zahra berjalan menyusuri bibir pantai. Secara kebetulan Zahra mengenakan celana sport panjang dan kaos putih warna yang sama dengan Reyhan. Zahra melihat ke belakang mencari keberadaan kedua temannya.


"Kemana mereka?" tanya Zahra


"Biarkan mereka bersenang- senang dengan pasangannya masing-masing, kan ada aku?" jawab Reyhan, Zahra tersenyum mendengarnya.


"Lihat, indah sekali," ujar Zahra seraya menunjuk kearah timur, matahari terbit, menyemburkan warna jingga kelangit.


" Iya indah sekali, cantik sekali, membuatku jatuh cinta," ujar Reyhan Yang ada di belakang Zahra. Zahra mengernyitkan dahi menoleh kebelakang. Reyhan memandangi Zahra, tidak memperhatikan arah yang Zahra tunjukkan.


"Hem, mulai deh gombalnya," ujar Zahra.


Mereka berdua menikmati pagi bersama, Zahra berulang kali mengajak Reyhan berfoto, Reyhan menuruti ajakan Zahra meskipun sebenarnya ia tidak begitu suka berfoto.


" Senyum dong Mas Reyhan! ciiis."


"Ciis," Reyhanpun ikut tersenyum.


"Hei, hei,, ikutan dong," teriak Vino mengejutkan mereka berdua.


" Dari mana saja, kok baru kelihatan," tanya Zahra.


" Dari tadi di belakang kalian, kalian aja gak lihat," jawab Vino.


Langit mulai terang, semilir angin bertiup, pasir putih berkilauan terkena sinar mentari.


Beberapa anak kecil bermain lari-larian mengejar ombak di temani orang tuanya. Wisatawan berfoto ria, ada juga yang bermain air, atau sekedar berjalan-jalan.


Reyhan, Zahra, dan Vino duduk di atas pasir, menatap ke arah pantai. Tiba-tiba melintas di depan mereka sepasang kake-nenek bergandeng tangan. Meskipun kulit keriput, rambut memutih mereka masih terlihat mesra. Vino pun kagum dan berkata,

__ADS_1


" Lihat mereka pasti sangat saling mencintai."


"Kita hanya melihat hasil akhirnya saat ini, kita tidak tahu perjuangan cinta yang telah mereka lalui, sahut Reyhan.


"Semoga kita kelak menemukan cinta sejati kita masing-masing," imbuh Zahra


"Dan aku akan memperjuangkannya, selalu mencintai meskipun, sudah kriput dan rambut memutih, kan kubawa cintaku sampai surga," Ujar Reyhan menatap Zahra.


" Kamu merayuku Bos?" tanya Zahra berkelakar.


"Hem tak menyangka, puitis juga kakakku ini, wah bisa kalah aku ini," sela Vino.


"Kalah apa?" tanya Zahra


"Kalah berebut mendapatkanmu!" jawab Vino.


" Emang aku barang, di buat rebutan," jawab Zahra, seraya beranjak dari duduknya. Ia kemudian berlari ketika melihat Nella dan Keyla bermain air. Ia menghampiri mereka berdua. Reyhan dan Vino pun ikut berlari mengejar Zahra.


Mereka akhirnya ikut bermain air dengan riang. Mereka berfoto bersama dan bermain jejar-kejaran seperti anak-anak. Reyhan tak pernah melepas pandang dari Zahra. Gadis itu semakin membuatnya terpesona ketika tersenyum. Tak jarang mereka beradu pandang seakan mengisyaratkan hati mereka telah saling jatuh cinta. Vino berkali-kali memergoki ketika mereka saling berpandangan. Vino mulai menyadari kemungkinan Zahra dan kakaknya sudah saling jatuh cinta membuat hatinya merasa ciut untuk mendapatkan Zahra. Ia tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang terlihat cemburu. Keyla dan Nella melihat ekspresi Vino yang cemburu, merekap berulang kali meredamnya dengan mengajaknya bercanda.


***


Setelah menikmati senja yang indah di tepi pantai rombongan wisata kembali menuju bus, untuk perjalanan pulang. Wajah-wajah lelah namun bahagia nampak di wajah mereka. Malamnya mereka harus cukup istirahat agar besok pagi bisa bekerja kembali.


Reyhan dan Vino pulang dalam satu mobil, rupanya Reyhan membawa sopir pribadinya. Sedangkan Zahra dan kawan-kawannya ikut dalam rombongan bus.


Nella dan Keyla tertidur pulas, namun Zahra masih terjaga menatap keluar jendela. Wajahnya kadang terlihat tersenyum dan kadang sedih, ia kembali memikirkan Vino dan Reyhan.


Apakah ini cinta?


mengapa membuat tersiksa?


kala hati harus memilih diantara dua,


Tuhan, pilihkan dia yang terbaik untuk ku


Terbaik menurutMu.


Jika memang salah satu diantara mereka adalah jodohku, maka dekatkanlah aku dengannya.


Bila diantara mereka bukan jodohku maka jauhkanlah.

__ADS_1


Ikhlaskan kami menerima takdir atas diri kami.


Biar tak ada yang terluka.


__ADS_2