Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Musibah


__ADS_3

Vanessa memata-matai Reyhan dengan mengutus orang bayaran. Vanessa melihat beberapa foto kedekatan Reyhan dan Zahra. Ia geram melihat foto kemesraan Reyhan dan Zahra. Dalam foto terlihat Reyhan memegang tangan Zahra dengan tatapan cinta. Vanessapun menggerutu,


Jadi betul dugaanku selama ini benar, sekretaris sialan ini yang di cintai Reyhan. Dasar sekretaris sialan, sudah di peringatkan masih berani mendekati Reyhan. Awas akan ku buat perhitungan denganmu.


Sementara itu, Zahra tengah menunggu taxi di tepi jalan. Reyhan sebelum keluar kantor berpamitan kalau dia akan ada pertemuan dengan Presiden direktur yaitu orang tua Vanessa dan meminta Zahra pulang bersama Azzam. Ternyata Azzam sudah pulang terlebih dahulu karena akan mengurus persiapan pernikahan bersama Sofi.


Tak lama menunggu Taxi terlihat akan mendekati Zahra, Zahra turun dari trotoar, tiba-tiba sepeda motor dengan dengan kecepatan tinggi menyalip taxi dan menyerempet Zahra.


" Aah" teriak Zahra. Zahra terjatuh. Orang-orang yang melihat langsung mendekat mencoba menolong.


Silfi melihat kerumunan dan menepikan mobilnya, ia penasaran dengan apa yang terjadi. Ia pun teriak histerir, " Ya Alloh Zahra!"


Silfi mendekati sahabatnya itu, ia melihat Zahra meringis kesakitan, Silfi memegang jilbabnya basah, Tangan dan kakinyapun berdarah.


" Silfi, " ujar Zahra


" Kamu tidak apa-apa?ayo kita ke rumah sakit. kamu bisa berdiri?" tanya Silfi.


Zahra berusaha berdiri namun tiba-tiba ia pingsan. Silfi di bantu karyawan lain membopong Zahra kedalam mobil silfi. Lita ikut masuk kedalam mobil Silfi memangku kepala Zahra.


Sampailah mereka di rumah sakit. Sementara Zahra tengah di rawat di UGD. Silfi dan Lita bingung harus menghubungi siap. Akhirnya terfikir mencari ponsel Zahra. Untuung saja ponsel Zahra tidak di kunci. Lita mencoba mencari nama Azzam. Setelah lama di hubungi Azzam tidak menganggkat telponnya. Rupanya ponselnya tertinggal di dalam mobil. Ia tengah sibuk berdiskusi dengan IO yang akan mengurus acara pernikahannya.


Sementara itu Reyhan yang tengah asyik menikmati makan bersama Vanessa dan Pak Sanjaya yaitu Presiden direktur dari perusahaan tempat ia bekerja. Reyhan melihat panggilan dari nama Zahra, iapun mengangkatnya dan berbicara, " Ada apa Zahra?"


" Pak saya Lita, ini saya pake Hp Zahra, Zahra kecelakaan Pak."


Reyhan langsung berdiri sambil terus berbicara, " Kalian dimana?"


" Saya di rumsh sakit, aksn saya kirim alamatnya."

__ADS_1


Reyhan berpamitan dengan Papa Vanessa dan bergegas menuju mobilnya, mengemudi sesuai alamat yang di kirim Lita.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit sampailah Reyhan di rumah sakit yang sesuai petunjuk Lita. Ia menuju ruang UGD, dan menjumpai Zahra dengan luka di pipi, kaki dan tangannya. Reyhan menyalahkan diri sendiri, tak seharusnya ia meninggalkannya tadi.


Reyhan segera memeluk Zahra, dan berkata " Maaf Zahra, apa kamu tidak apa-apa?"


" Lepasin mas, aw sakit," ujar Zahra meringis kesakitan.


" Maaf, bagaiman kejadiannya?"


" Tadi ada yang nyrempet Zahra, orangnya langsung kabur Pak," jawab Lita.


" Nanti saja ceritanya, ayo kita pulang, dokter sudah mrngizinkanku pulang, tidak afa luka yang serius kok Mas," ujar Reyhan.


Setelah menyelesaikan administrasi Reyhan membawa Zahra pulang. Ia menggendong Zahra masuk ke dalam mobilnya. Lita dan Silfi mengangga melihatnya.


Azzam terkejut melihat adiknya penuh luka. Ia segera meminta Reyhan menidurkannya di kamar Zahra. Zahrapun menceritakan kejadian kecelakaan yang di alaminya. Azzam menatap iba pada adiknya itu, iapun meminra maaf padanya " Maaf Mas mu gak bisa menjagamu dengan baik," sesal Azzam.


" Tidak Mas, maaf merepotkan Mas Azzam dan Mas Reyhan, mungkin ini peringatan dari Alloh agar Zahra lebih berhati-hati.


Reyhan meminta izin keluar sebentar. Ia kembali dengan membawa piring berisi nasi dan lauk lalu meminta Zahra untuk makan. Ia tahu bahwa Zahra belum sempat memasak.


Setengah memaksa Reyhanpun menyuapinya. Zahra berulang kali menolak, ia ingin makan sendiri, namun sendokan dari tangan Reyhan tetap membuatnya membuka mulut dan melahapnya.


Selesai menghabiskan makanannya, Zahra meminum obat yang diresepkan oleh dokter. Reyhan masih saja melayaninya bak putri raja. Semu merah merona nampak di pipi Zahra, ketika Reyhan membaringkannya di tempat tidur dan menutupi tubuh Zahra dengan selimut tebal.


" Trimakasih ya Mas, kamu sudah perhatian sama aku," ucap Zahra dengan senyum mengembang.


" Sama-sama Zahra, cepatlah tidur," jawab Reyhan.

__ADS_1


Reyhan melangkah menjauh dari tempat tidur Zahra, namun Zahra menghentikan langkahnya.


" Tunggu," cegah Zahra


" Ada apa?apa kamu aku menemanimu tidur?" ujar Reyhan menggoda.


" Enak dikamu dong! halalin dulu dong!"


" Benar nih sudah siap?" tanya Reyhan setengah serius, setengah menggoda.


"Insyaalloh, sudah-sudah sana pergi, " teriak Zahra mengusir Reyhan, dari wajahnya nampak malu-malu mau.


Reyhan melangkah hendak menutup pintu, sekali lagi Zahra menghentikannya,


" Tunggu!"


" Apa sih? Masih belum rela melepas kepergianku?" ujar Reyhan dengan percaya diri.


" Tolong matikan lampunya!" jawab Zahra.


" Hem!! baik tuan putri," ujar Reyhan mendengus kesal seraya menekan saklar lampu. Ia pun melangkah keluar kamar.


Reyhan bertemu dengan Azzam di ruang tamu, ia pun berkata padanya., " Aku akan menyuruh orang menyelidiki pelakunya Zam "


" Apa kita lapor polisi saja," jawab Azzam.


" Kita perlu minta persetujuan Zahra, biar dia istirahat dulu."


Reyhan melangkah pergi meninggalkan kediaman Azzam. Ia berjalan menuju apartemennya sembari mengobrol dengan seseorang lewat sambungan telephon.

__ADS_1


__ADS_2