
Zahra menolak ajakan Reyhan untuk makan siang bersama. Zahra beralasan karena membawa bekal sendiri. Namun Reyhan memergoki Zahra tengah makan siang di cafe bersama Zaky. Reyhan hanya bisa memandang mereka dari kejauhan dengan rasa cemburu.
Vanessa menghampiri Reyhan yang masih menunggu pesanan. Iapun duduk di samping Reyhan, memesan makanan dan minuman kepada seorang waitress yang menawarinya.
Zahra dan Zaky telah selesai makan siang dan merekapun beranjak dari tempat duduknya. Pandangan Zahra terhenti ketika melihat Reyhan dan Vanessa yang tengah asyik mengobrol. Wajah Reyhan masih terlihat dingin, namun Vanessa berusaha bersikap manja kepadanya.
Zahra menanyakan kepada Zaky siapa sebenarnya wanita genit yang bernama Vanessa itu. Zakypun bercerita tentang Vanessa. Akhirnya Zahra tahu bahwa wanita yang berusaha mendekati Reyhan adalah bukan wanita sembarangan. Ia adalah putri dari pemilik perusahaan.
Jam istirahat telah usai. Zahra kembali kemeja kerjanya yang bersebelahan dengan ruang kerja Reyhan. Reyhan menghampirinya dengan wajah masam.
" Keterlaluan, menolak ajakanku, tapi malah makan siang bareng laki-laki lain," ujar Reyhan seraya duduk di kursi dan menyandarkan diri pada sandaran kusi, mengankat satu kakinya.
" Pak Reyhan cemburu? Bukankah Bapak sendiri juga makan siang dengan wanita genit itu. Sepertinya Bapak lebih cocok bersamanya. Sama-sama kaya dan memiliki jabatan lebih tinggi di perusahaan ini."
" Kamu cemburu?"
" Tidak, aku tidak cemburu Bapak yang cemburu."
" Aku cemburu, ha ha ha," Reyhan tertawa.
Reyhan pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan Zahra. Tiba-tiba Ia kembali hanya untuk mengatakan suatu hal, " Aku lebih suka kamu memanggilku 'Mas', terdengar manis."
" Ini di kantor Pak Bos, balas Zahra.
Zahra pun tersenyum sendiri, ia tidak menyangka bisa bertengkar lagi dengan Reyhan. Ia mengingat kebersamaannya sewaktu bekerja di cafe milik Reyhan.
Zahra mengetuk pintu Reyhan lalu membuka pintu.
" Pak Reyhan, saya hanya sekedar mengingatkan sebentar lagi jam dua siang, bapak ada rapat."
" Iya, trimakasih. Tolong catat juga."
" Iya Pak!" Zahra membuka buku catatan kecil.
dan bersiap menulis apa yang di perintahkan dan di ucapkan oleh Reyhan.
" Nanti malam pukul 19.00, kita akan makan malam bersama. I love you, sekarang coba ulangi, " ujar Reyhan. Zahra mencatat dengan detil kemudian membacanya.
" Nanti malam pukul 19.00, kita akan malam bersama. I love you." Zahra membaca tulisannya tersebut.
"I love you too, " jawab Reyhan.
__ADS_1
" Apa Mas Reyhan kamu mengerjaiku. dasar jahil."
Tanpa sadar jarak yang ia buat mulai memudar. Zahra memukuli bahu Reyhan yang ada di sampingnya seraya tertawa kecil.
Reyhan menangkap kedua tangan Zahra dan mendekatkan wajahnya kearah Zahra. Mereka saling berpandangan, Zahra tersenyum dan tersipu malu.
" Aku sangat merindukan senyuman ini Zahra," bisik Reyhan lirih.
" Maaf," ucap Zahra, seraya berusaha melepaskan genggaman tangan Reyhan. Iapun berlari keluar ruangan.
Mereka baru bertemu kembali dalam rapat perusahaan. Selama rapat Zahra begitu malu berhadapan dengan Reyhan. Ia berusaha menghindari tatapan mata Reyhan.
Sore harinya Reyhan menghampiri Zahra yang berdiri di tepi jalan. Ia menghentikan mobilnya dan menyuruh Zahra masuk. Namun Zahra menolaknya. Reyhan keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Zahra.
" Ayo cepat masuk!"
Zahra tidak menghiraukannya.
" Baiklah, aku akan menemanimu disini."
" Baiklah Mas Bos," Ujar Zahra seraya masuk kedalam mobil dan menutup pintu.
" Ayo cepat! apa aku yang harus menyetir sendiri ini? smbung Zahra kesal.
" Oke, kita langsung pulang atau mampir dulu."
" Terserah, bukankah kamu selalu memiliki kesempatan untuk memaksakan kehendakmu. Dari dulu tetap saja, suka maksa orang."
" Kamu sih sukanya di paksa dulu, Sudah dong Zahra marah-marah melulu. Tambah cantik tau."
" Gombal," balas Zahra.
Reyhan mengemudi dengan kecepatan sedang. Sepanjang jalan, wajahnya tersenyum bahagia. Ia sudah merasa sudah dapat menakhlukkan hati Zahra kembali.
Zahra menatap keluar jendela, menghindari tatapan mata Reyhan yang sesekali meliriknya.
Di tengah perjalananan Reyhan berhenti di depan toko swalayan. Ia meminta Zahra tetap menunggunya di dalam mobil. Tak lama ia pergi, ia membawa dua contong es krim, lalu menyerahkan kepada Zahra.
Reyhan kembali duduk di depan kemudi untuk melanjutkan perjalanan.
" Bukankah kamu suka es krim, kenapa belum di makan, nanti keburu leleh."
__ADS_1
Zahra akhirnya membuka bungkus es krim dan memakannya. Reyhan melihat Zahra menikmati es krim membuatnya menelan ludah.
" Tadi es krimnya kan ada dua, apa akan kamu habiskan sendiri?" tanya Reyhan.
" Kamu mau?" Zahra balik bertanya.
" Mau dong."
Zahra membukakan pembukus es krim dan memberikannya pada Reyhan.
" Apa kamu mau aku menabrak orang?"
"Kamu sendiri yang minta, apa kamu meminta aku menyuapimu?" tanya Zahra.
" Iya dong."
Akhirnya Zahra menyuapi Reyhan yng sedang mengemudi, ia juga sambil makan es krimnya sendiri.
" Ya ampun, bisa-bisanya kamu menyuruhku menyuapimu?"
" Kenapa tidak? tenang jangan khawatir, kapan-kapan gantian aku akan menyuapimu juga," ucap Reyhan dengan senyum kemenangan.
" Jangan harap ya."
" Makin nikmat lo kalau makan di suapi orang tercinta."
Ketika Zahra hendak menyuapi Reyhan, tiba-tiba mobil melewati jalan yang tidak rata, membuat mobil bergoyang kencang, alhasil es krim mengenai pipi Reyhan.
" Maaf," pintaZahra seraya melap dengan tangannya.
Reyhan menghentikan mobil di dalam parkiran basement. Tanpa Zahra sadari mobil sudah berhenti, namun Zahra tetap saja menyuapi Reyhan. Reyhan menatap Zahra dengan tersenyum. Zahra melihat keluar jendela ternyata sudah sampai di apartemennya.
"Ini es krimnya, habiskan sendiri," Zahra menyerahkan es krim dengan ketus.
Mereka menghabiskan es krim di dalam mobil hingga habis lalu keluar mobil secara bersamaan.
Zahra melangkah pergi meninggalkan Reyhan. Namun Reyhan menghentikan langkahnya.
" Tunggu!"
" Ada apa lagi?" tanya Zahra. Reyhanpun berjalan mendekatinya.
__ADS_1
" Sudah di beri tumpangan, di belikan es krim, tapi kok gak ada trimakasihnya."
" Kamu tadi yang maksa aku ya, okelah, trimakasih Pak bos Reyhan, ujar Zahra bergaya sok manis yang di buat-buat.