
Acara wisuda yang dinanti telah tiba, hari yang membahagiakan bagi Zahra dan kedua orang tuanya. Zahra mengenakan kebaya dengan jilbab senada yang di hias begitu indah, bagian luar berlapis pakaian toga. Riasan sedikit tebal namun natural. Perpaduan kepiawaian periasnya dan juga kecantikan alami yang dimilikinya.
Prosesi wisuda cukup lama, para wisudawan dan wisudawati mengikuti dengan hikmat. Tibalah saat nama Zahra Aulia Rahma di panggil untuk maju bersalaman dengan rektor, membuat Kedua orang tuanya terharu, karena Zahra lulus dengan predikat cumlaude.
Prosesi wisuda telah usai, Zahra berfoto bersama teman-temannya dan juga kedua orang tuanya. Ketika mengantri di stand foto, bunyi ponsel Zahra berbunyi. Ternyata Azzam kakaknya Zahra yang ada di Jakarta meminta panggilan via Video call.
" Assalamu'alaikum adikku yang cerewet, selamat ya, sudah lulus, jangan bandel lagi ya," ujar Azzam
"Trimakasih Kak Azzam, mana hadiahnya?"
"Minta hadiah apa?"
"Mobil dong."
"Iya nanti saya kirim, via J*t, tapi mobil-mobilan."
" Kakak pelit."
" Hey, adikku cantik, kerja dulu, nabung biar bisa beli sendiri, kasihkan Ibu Hp nya aku mau bicara dengan Ibu."
Zahrapun menyerahkan ponsel pada ibunya. Ia membiarkan kedua orang tuanya mengobrol dengan kakaknya itu.
Obrolan anak dan kedua orang tua itupun terhenti ketika gilirannya untuk berfoto tiba. Selesai berfoto mereka menuju parkiran mobil untuk kembali ke kos-kosan Zahra. Tiba-tiba Reyhan datang membawa buket bunga mawar putih dan merah yang indah dan menyerahkannya pada Zahra.
" Selamat Zahra."
Selesai bersalaman dengan kedua orang tua Zahra, Reyhan meminta izin untuk mengajak Zahra kembali ke stand foto untuk berfoto bersama. Kedua orang tuanyapun menunggu di parkiran.
__ADS_1
Reyhan dan Zahra berfoto dengan berbagai gaya.
"Sekalian buat preweding, ujar Reyhan.
" Lamaran aja belom, kok prewed? dasar pelit , masak preweding aja numpang di acara wisudaku."
"Ha..ha..bercanda," Reyhan tertawa.
" Mbak! Mas! ayo gaya apalagi?kok malah ngobrol," seru fotografernya.
Sementara mereka berfoto, Vino dan Bu Fatma berjalan menuju parkiran. Vino sebelumnya mencari-cari keberadaan Zahra namun belum bertemu. Bu Fatma berjalan menuju mobilnya, yang kebetulan bersebelahan dengan mobil milik orang tua Zahra. Bu Maryam seperti mengenali wajah yang mendekat kearahnya itu. Ia pun memberanikan diri untuk menyapa.
"Permisi bu, sepertinya kita pernah bertemu?" sapa Bu Maryam.
" Siapa ya?" Bu Fatma bertanya-tanya, keduanya saling mengingat-ingat.
" Iya, apa kamu Maryam?"
Keduanya akhirnya berpelukan melepas rindu. Ternyata mereka adalah teman kuliah. Bu Fatma mengenalkan putranya kepada Bu Maryam dan Pak Rohman.
" Lo kamu juga ngatar wisuda?" tanya Bu Fatma.
" Iya, ini putri saya masih berfoto dengan calon suaminya, yang baru datang," jawab Bu Fatma
" Aduh putrinya sudah punya calon, sayang sekali kita tidak bisa besanan ya, putraku dua-duanya juga masih belum menikah, ayo kita tunggu di kantin sana, saya juga lagi nunggu kakaknya Vino, tadi pamit sebentar kok belum muncul dari tadi," ujar Bu Fatma.
Mereka akhirnya berjalan menuju kantin yang dekat dengan parkiran sembari mengobrol. Kemudian mereka memesan minuman.
__ADS_1
Vinopun terlihat gelisah, ia memikirkan keberadaan Zahra dan kakaknya itu. Vinopun mempunyai firasat kalau kakaknya menemui Zahra. Akhirnya Vino meminta izin kepada Bu Fatma untuk pergi sebentar.
Benar saja firasatnya, ia melihat dari kejauhan Zahra dan Kakaknya sedang berselfie ria di taman. Melihat kemesraan mereka hati Vino meradang, ia terduduk di bangku taman.
Benar ucapanmu Zahra, kamu telah membuat aku benar-benar jatuh cinta. Singa betinaku aku mencintaimu, hatiku sakit Zahra melihatmu dengan laki-laki lain.
Ketika Vino melamun, Zahra dan Reyhan melintas di depannya. Reyhan bertanya pada Vino, "Vino, ngapain kamu sendiri di sini?"
"Eh, Zahra! Lagi nunggu Kak Reyhan. Kak di tunggu mama."
" Ayo kita kesana!" ajak Reyhan
" Zahra selamat ya," ucap Vino.
" Selamat juga buat kamu Vino."
Mereka melangkah bertiga menuju ke parkiran. Vino yang berjalan di belakang Zahra dan Reyhan terus memandangi Zahra dari belakang, sesekali Zahra menoleh kearah Vino. Zahra menyadari perubahan sikap dan wajah Vino, yang mengisaratkan kecemburuan. Zahra tidak enak hati terhadap Vino, ia belum sempat bercerita tentang hubungannya dengan Reyhan.
Sampailah mereka di kantin, Zahra menyalami orang tua Reyhan. Bu Maryampun memperkenalkan putrinya itu, "Fatma, kenalkan ini putri saya, Zahra. Dulu ketika kecil kamu suka menggendongnya, kamu kan dulu pengen anak perempuan?
" Lo, jadi Zahra ini putrimu?" ujar Bu Fatma terkejut.
"Iya dan ini Reyhan berarti anakmu," Bu Maryampun tak kalah terkejutnya
" iya, kok bisa kebetulan gini?" ujar bu Fatma.
Reyhan dan Zahrapun terkejut, tidak menyangka kedua orang tuanya sudah saling kenal sejak dulu. Vino yang paling terkejut karena ternyata kakaknya itu sudah jauh melangkah darinya, ia sudah berkenalan dengan kedua orang tua Zahra. Vinopun semakin di buat penasaran dengan hubungan Zahra dan Reyhan.
__ADS_1
Akhirnya Bu Fatma mengundang keluarga Zahra untuk makan siang di cafe. Mereka menaiki mobil masing-masing menuju lokasi.