Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Direktur baru super tampan


__ADS_3

Hampir 4 bulan Zahra tinggal dan bekerja di Jakarta. Menghindar dari Reyhan dan Vino. Namun sebenarnya tak sedetikpun ia bisa melupakannya. Ia mulai merasa rindu. Rasa rindu itu seakan menutup goresan luka hatinya. Terlalu malu bila ia harus menghubungi Reyhan. Iapun berfikir mungkin Reyhan sudah melupakannya dan menemukan penggantinya.


Sementara itu kedua orang tua Zahra berharap putrinya segera kembali pulang. Beberapa kali kedua orang tuanya menghubunginya memintanya berhenti bekerja dan pulang ke Batu-Malang. Namun Zahra beralasan masih mau mencari pengalaman kerja dulu sebelum ia akan kembali kekampung halaman. Ia berjanji akan pulang bersama Azzam bila libur kerja.


Pagi yang cerah Zahra beraktifitas seperti biasanya bekerja di Kantor. Ia berjalan melintasi para pegawai wanita yang sedang asyik berkerumun bergerombol, rupanya tengah ada gosip baru. Ia berharap kali ini bukan gosip tentang dirinya. Di dalam lift ia mendengar percakapan dua orang pegawai yang membahas tentang direktur baru.


Zahrapun tidak begitu penasaran karena bagi pegawai rendah seperti dirinya tidak mudah untuk bertemu dengan direktur, direktur yang lama saja belum pernah ia bertatap muka langsung.


Sesampainya ia di meja kubikelnya, ia juga menjumpai Mery dan kawan-kawannya bergerombol sambil menikmati kopi, karena jam kerja masih belum di mulai.


Zahrapun penasaran juga akhirnya, ia bertanya kepada Silfi yang meja kubikelnya berhadapan dengannya,


" Silfi, pada gosipin apa sih mereka, tadi di bawah, di lift juga pada asyik membicarakan tentang direktur baru?"


" Kamu belum tahu kabar direktur baru kita?" Tanya Silfi.


" Belum.Yang lama aja aku belum pernah lihat."


" Kabarnya kemaren ada rapat dewan direksi, perkenalan direktur baru. Katanya orangnya masih muda dan super tampan, ia juga masih lajang."


"O gitu."

__ADS_1


" Lihat tuh Mery, ngarep banget bisa deketin si Bos, ha ha ha. "


" Hust kok kita yang gantiin Mery suka gosip. Emang Si Bos mau sama Mery? Ups!! kok aku ikut-ikutan, kamu Fi bikin ikutan gosip pagi-pagi."


Siang harinya asisten direktur mengajak direktur baru berkeliling kebeberapa ruangan yang ada di gedung perusahaan itu. Direktur baru yang di bantu asistennya itu mengenalkan diri pada pegawai lainnya yang ia bawahi. Sampailah ia pada ruangan pada divisi pemasaran.


Semua pegawai berdiri menghadap ke arah Asisten direktur.


" Pak ini adalah ruang divisi pemasaran kita."


"Selamat siang, rekan-rekan ini Pak Reyhan Direktur pengembangan usaha yang baru "


" Selamat siang Pak." Para pegawai membungkuk memberi salam.


Zahra tidak sempat melihat wajah direktur baru itu sekembalinya ia dari toilet, ia hanya melihat punggungnya ketika ia beranjak pergi. Ia heran dengan suasana ruangan yang gaduh.


" Hem tampan dan cool, gue banget deh," ujar Mery.


" Hem, kalau itu aku juga mau," mbuh Dewi.


Zahrapun bertanya pada silfi, "Apaan sih kok ramai banget?"

__ADS_1


" Eh kamu dari mana saja? Baru saja Pak direktur baru itu kesini. Namanya Pak Reyhan."


"Reyhan?" Zahra terkejut. Namun ia berfikir, mungkin bukan Reyhan kekasihnya dulu, mungkin hanya kebetulan namanya yang sama.


" Kenapa?" tanya Silfi.


" Gak apa-apa, cuma namanya sama dengan nama temanku."


Sepulang kerja ketika zahra menunggu taxi. Melihat samar-samar wajah yang mirip Reyhan dari balik kaca mobilnya melintas di hadapannya. Zahra berfikir apa karena begitu rindunya dengan Reyhan ia melihat bayangan Reyhan di mana-mana.


Zahra hendak menaiki lift yang masih terbuka, seseorang mirip reyhan juga terlihat di dalam lift namun lift sudah keburu tertutup.


" Reyhan! apa memang betul kamu di Jakarta? apa hanya halusinasiku saja."


Ketika makan malam bersama dengan Azzam, Zahra menanyakan tentang direktur baru itu.


" Mas Azzam, apa betul ada direktur baru?"


" Iya, saya tadi siang rapat bersama beliau."


"Gimana orangnya? apa Mas Azzam punya fotonya?"

__ADS_1


" Orangnya tampan, tapi masih lebih tampan aku sih, gak sempat foto. lagian ngapain foto-foto?"


__ADS_2