
Zahra memasuki gedung bertingkat tempat ia akan bekerja. Sebuah perusahaan properti yang ternama. ia menuju lift dan memencet angka 4. Seseorang menunjukkan meja kerjanya dan memperkenalkan rekan-rekan satu timnya.
Pegawai senior banyak yang begitu ramah pada Zahra, apalagi pegawai pria sangat antusias untuk berkenalan dengannya. Hanya sedikit pegawai wanita yang terlihat cuek padanya.
Awal bekerja Zahra merasa harus banyak belajar dari para seniornya. Apalagi Zahra belum mempunyai pengalaman sama sekali bekerja di bidang pemasaran properti. Zahra sementara hanya di beri tugas untuk mengetik laporan dll. Tak jarang seniornya mengerjainya dengan meminta membuatkan kopi, teh atau meminta membelikan makanan. Zahra yang polos mengerjakannya dengan senang hati, walaupun pekerjaan seperti itu biasanya di lakukan oleh OB. Pegawai lain belum tahu kalau Zahra merupakan adik dari salah satu manager di perusahaan itu. Zahrapun memang tidak pernah membawa-bawa nama kakaknya itu.
Hanya dalam waktu singkat, karena keramahan dan kecantikannya, Zahra sudah memiliki banyak teman di tempat kerjanya. Banyak laki-laki yang terpesona padanya, begitu juga dengan atasannya kepala bidang pemasaran yang bernama Pak Yogi yang berusaha mendekatinya.
Hal tersebut rupanya membuat beberapa rekan kerja wanita lainnya merasa iri padanya. Mery adalah salah satunya, karena sebelum kehadiran Zahra, merylah yang jadi pusat perhatian para pria di perusahaan itu.
Mery sebagai senior sering memanfaatkan Zahra untuk mengerjakan tugasnya. Seperti waktu itu, Ia memerintah Zahra, "Zahra minta tolong ya kamu buatkan laporan ini secepatnya kalau sudah berikan kepada saya!"
" Iya Mbak," jawab Zahra. Zahra hanya bisa menelan ludah melihat tumpukan berkas yang di sodorkan padanya.
__ADS_1
Yesi salah satu rekan Zahra baru saja keluar dari ruangan Pak Yogi menghampiri Zahra yang tengah sibuk mengetik, ia menyampaikan pesan atasannya itu untuk meminta Zahra keruangannya. Zahrapun menghentikan kegiatannya dan menuju ruangan Yogi.
Zahra mengetuk pintu, Yogipun mempersilahkannya masuk.
" Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya zahra.
" Zahra minta tolong kamu carikan laporan penjualan ruko bulan Januari," pinta Yogi.
" Apa kamu punya pacar Zahra?"
" Pacar? ah Bapak ada-ada saja. Oh iya Pak apakah laporan ini yang bapak butuhkan?" seraya menyodorkan sebuah map.
"Iya, trimakasih," jawab Yogi
__ADS_1
" Ada yang bisa saya bantu lagi Pak?" tanya Zahra dengan senyum ramah.
" Nanti siang apa kita bisa makan siang bersama," tanya Yogi
" Maaf pak, saya bawa bekal. Kalau begitu saya permisi."
Zahrapun keluar dari ruangan Yogi. Ia mulai merasa kalau Yogi memperlakukannya berbeda, ia mulai berfikir harus lebih berhati-hati dengan Yogi. Ia masih ingat betul nasehat kakaknya agar kebih berhati-hati dengan orang yang baru ia kenal, apalagi dengan laki-laki.
Pukul 16.00 WIB, Zahra keluar dari kantor. Azzam baru saja menelpon memberitahukan bahwa ia tidak bisa pulang bersama, dan meminta Zahra pulang naik taxi.
Tiba-tiba mobil hitam berhenti di hadapan Zahra, yang ternyata itu adalah Zaky. Zaky menawarkan tumpangan padanya. Awalnya Zahra menolak, namun karena Zaky memaksa ia pun menerima tawarannya.
Sebelum mengantar Zahra pulang, Zaky mengajak Zahra mampir ke Mall.
__ADS_1