Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Perang dingin


__ADS_3

Zahra tengah berdandan mengenakan gaun cantik berwarna biru muda. Kerudung pasmina melilit di kepala menutupi rambutnya. Penampilan sederhana namun terlihat anggun. Azzam mengenakan stelan Jaz hitam dan berdasi. Kedua orang tua mereka duduk di ruang tamu telah lama menunggu. Mereka semua hendak menuju ke kediaman Sofi untuk melangsungkan acara pertunangan Azzam dan Sofi.


Sampailah mereka di kediaman Sofi. Keluarga besar Sofi sudah berkumpul menyambut mereka. Azzam dan Sofi mengundang beberapa teman mereka. Hadir pula Reyhan dan Zaky.


Setelah acara bertukar cincin berlangsung acara pun di tutup dengan do'a dan makan-makan secara prasmanan. Zahra memperkenalkan Zaky kepada kedua orang tuanya, " Ayah, Ibu kenalkan ini Zaky teman Zahra, dia ini yang selalu membantu Zahra."


Merekapun saling bersalaman. Bu Maryam berkata pada Zaky, " Trimakasih Zaky telah membantu Zahra"


" Sama-sama Bu, Zahra adik sahabat saya Azzam jadi sewajarnya saya juga ikut membantunya," jawab Zaky


Reyhan menyaksikan hal itu, hati menjadi meradang. Ia tahu betul kalau Zaky juga menyukai Zahra. Ia bertanya dalam hati,


Apa mungkin Zahra juga sekarang juga menyukai Zaky, atau memang Ia sengaja memanas-manasi agar aku cemburu. Ah bodo amat, cepat atau lambat kamu akan jadi milikku Zahra.


Keluarga Azzam dan keluarga Sofi tengah duduk beramah tamah membahas acara pernikahan mereka. Sementara itu Zahra yang tengah kelaparan menuju meja prasmanan. Ia fokus memilih menu makanan dan tidak memperhatikan disekelilingnya. Matanya tertuju pada nasi goreng, ia pun mengambil 'entong' untuk mengambil nasi, secara bersamaan Reyhanpun mengambilnya, sehingga Zahra memegang tangan Reyhan. Zahra mendongak menatap wajahnya, ia terkejut dan segera melepaskan genggamannya. Reyhan menuang nasi goreng kedalam piring Zahra, " Nih makan yang banyak, orang marah juga butuh energi yang banyak."


" Sudah cukup, trimakasih. Kamu pikir saya kuli makan sebanyak itu?" ujar Zahra menghentikan Reyhan yang hendak menuangkan nasi goreng lagi kedalam piringnya. Zahrapun berlalu meninggalkan Reyhan untuk mengambil minuman lalu duduk di kursi yang kosong.


Reyhan mencari kursi yang kosong, yang ada hanya yang berada di samping Zahra. Ia pun duduk menikmati makanannya. Sudah beberapa hari ini Zahra mengacuhkannya ketika bertemu Reyhan di luar kantor. Selesai makan mereka tetap duduk di tempatnya. Para tamu undangan sudah banyak yang pamit undur diri tinggal keluarga dari kedua belah pihak saja.


Reyhan berusaha mengawali pembicaraan, " Zahra kita perlu bicara,"

__ADS_1


" Mau bicara apa lagi mas?"


" Sampaikapan kamu mengacuhkan aku seperti ini?" tanya Reyhan.


" Maafkan aku Mas, aku butuh waktu. Mungkin ada baiknya kita introspeksi diri kita masing-masing dulu."


" Baiklah kalau itu maumu, terserah apa maumu," ujar Reyhan kecewa.


Ia pergi meninggakan Zahra sendiri


***


Reyhan semakin kuat kecurigaannya kepada Zahra yang telah berpindah kelain hati. Apa lagi Ia sering memergoki Zahra tengah jalan berdua dengan Zaky. Iapun akhirnya lelah menghadapi kekasihnya itu. Ia melampiaskannya dengan menuruti keinginan Vanessa yang ingin selalu bersamanya.


Vanessa bergelayut mesra di lengan Reyhan ketika hendak makan siang, kali ini Reyhan tidak menolaknya. Mereka seperti sepasang kekasih, kemana-mana mereka selalu berdua. Reyhan sengaja semakin memegang erat tangan Vanessa ketika Zahra melihatnya.


Zahra duduk bersama Zaky untuk makan siang. Matanya terus saja mencuri-curi pandang kearah Reyhan dan Vanessa yang tengah makan berdua dengan mesrah. Ia melihat Vanessa melap pipi Reyhan, lalu mereka tertawa bersama.


Zaky menyadari bahwa Zahra memandang kedua bosnya itu, ia pun berkata," Mereka serasi ya? sama-sama kaya, yang satu tampan dan yang satu cantik, putri presdir pula."


" Apa?" tanya Zahra yang tak begitu memperhatikan ucapan Zaky.

__ADS_1


" Mereka serasi, kita juga serasi kok," ujar Zaky.


" Apaan sih, mas Zaky?"


Reyhan dan Vanessa berjalan melewati meja Zahra dan Zaky. Reyhan pura-pura tidak melihat mereka. Vanessa kembali menggandeng lengan Reyhan, dan lagi-lagi tanpa penolakan dari Reyhan. Vanessapun semakin merasa kalau Reyhan juga menyukainya.


Hati Zahra terasa tercabik-cabik tidak tahu perasaan apa yang di hatinya. Iapun pergi meninggalkan Zaky setelah berpamitan. Ia pergi ketaman di samping gedung. Air matanya menetes tak terbendung. Hatinya terus saja bertanya-tanya,


Mengapa aku cemburu? mengapa hatiku sakit?bukankah aku sendiri yang telah mengacuhkan dia, tidak menerimanya kembali. Ternyata begitu mudah Mas Reyhan melupakanku. Padahal aku hanya meminta waktu untuk berfikir. Apa mungkin memang harus benar-benar berpisah?


Iapun kembali kekantor dengan wajah sembam. Reyhan melihat wajah Zahra, namun ia berusaha tidak memperdulikannya. Vanessa masuk keruangan rapat, ia mengumumkan untuk mengundang semua karyawannya ke acara ulang tahunnya yang akan di adakan di hotel bintang lima. Asisten Vanessa membagikan undangan pada karyawan termasuk Reyham dan Zahra.


Zahra berada diruangannya sendiri. Tiba-tiba Vanessa menghampirinya dan bicara padanya, " Zahra aku tahu kamu berusaha mendekati Reyhan, aku tahu wanita miskin sepertimu ingin mendapatkan suami kaya seperti Reyhan. Aku peringatkan jangan lagi kamu dekati Reyhan, kamu lihat sendiri bukan, Reyhan akan menjadi milikku."


Vanessa hendak meninggalkan ruangan, Zahra menghentikannya, " Tunggu! Maaf Nona saya tidak pernah mengejar-ngejar Pak Reyhan, dan satu lagi meskipun saya tidak sekaya anda tapi saya tidak matre, saya punya harga diri," ujar Zahra.


Vanessa kembali mendekati Zahra, " Hah, harga diri? Berapa harga dirimu? aku bisa membayar mu berapapun yang kamu mau asalkan kamu mau pergi dari sini meninggalkan Reyhan," ujar Vanessa.


"Maaf Nona tak perlu repot-repot membayar saya, saya akan pergi bila memang pak Reyhan atau anda memecat saya,"


" Hemm , aku akui meskipun kamu masih sangat muda, kamu juga berani, ha ha ha aku suka itu, oh iya aku ingatkan kamu jangan sampai tidak hadir di acara ulang tahunku," ujar Vanessa dengan sinis.

__ADS_1


Vanessapun berlalu meninggalkan Zahra. Ia terduduk di kursinya. Ia tidak menyangka Vanessa bisa bicara seperti itu padanya. Meskipun ia sejak awal sudah sadar bahwa Vanessa tidak menyukainya karena telah jadi penghalang hubungannya dengan Reyhan. Vanessapun sebenarnya belum tahu bahwa Zahra memang kekasih Reyhan sejak dulu.


__ADS_2