
Pagi yang sejuk, matahari masih enggan menampakkan diri. Reyhan duduk di serambi kamar mengenakan handuk kimono. Rambutnya basah. Baru saja ia berolah raga renang. Secangkir kopi mengebulkan uap panasnya, aroma yang menggugah selera.
Reyhan menyempatkan diri untuk membuka laptop mengecek pekerjaan kantor. Sedangkan Zahra duduk di sampingnya hanya tersekat meja. Ia sibuk mengotak-atik ponselnya dengan serius.
Tiba-tiba ia berhenti pada halaman website perusahaan PT. Prima Karya Sejahtera. Terdapat pengumuman lowongan pekerjaan, ia pun tiba-tiba teriak kegirangan membuat Reyhan terkejut, " Yeyy!! akhirnya aku mendapatksn lowongan pekerjaan,"
" Dimana?" tanya Reyhan penasaran
Zahrapun membaca dengan keras yang tertera di layar ponselnya itu,
" PT. Prima Karya Sejahtera, bukankah itu perusahaanmu mas?"
" Iya, kamu memang serius?"
" Serius, kapan aku kalau ngomong main-main?"
Zahrapun membaca lowongan pekerjaan yang tertera, " Architect Enginering, ini bukan bidang saya, nah ini mas ' staff' administrasi,"
Reyhan masih saja sibuk dengan laptopnya, Zahrapun berkata lagi, " Mas Reyhan apa kamu tidak mendengarkanku?"
" Dengar sayang, untuk apa kamu menyusahkan dirimu sendiri, perusahaan ini juga milikmu,"
" Aku ingin bekerja, aku ingin mengukur kemampuanku sendiri mas, aku tak ingin di remehkan seperti di tempat kita bekerja dulu, masak dulu Mery bilang aku di terima kerja gara-gara orang dalam,"
" Bukankah betul dulu kamu bisa bekerja di sana karena Azzam yang jadi Manager di sana?"
" Apa?! jadi kamu juga meremehkanku?"
" Tidak, aku salut denganmu kamu pekerja keras dan mudah belajar."
" Nah itu Mas tahu, jadi terima aku bekerja di perusahaanmu ya! please !"
Zahrapun memeluk Reyhan dari belakang, Reyhan meletakkan laptopnya di meja, lalu menyeruput secangkir kopi dan meletakkannya kembali.
Zahra semakin menjadi-jadi, ia menciumi Reyhan. Reyhan memegang kedua tangan Zahra dan berkata," Zahra kamu ini keras kepala sekali, sudah aku bilang perusahaan itu milikmu, kamu tinggal menerima hasilnya saja,"
" Mas bilang semalam boleh?"
" Apa ini? Kamu berusaha merayu Bos perusahaan agar di terima bekerja?" ujar Reyhan yang menyadari istrinya mulai menciumi lehernya itu.
" Biarin, Bosnya kan suamiku sendiri,"
" Aku bingung mau memberi posisi apa di perusahan untukmu,"
" Yang ada di lowongan saja Mas,"
"Aku tidak ingin kamu terlalu bekerja keras,"
" Ya sudah terserah kamu, ingat perjanjiam kita semalam, kalau kamu sudah hamil kamu harus berhenti," ujar Reyhan yang berdiri menghadap Zahra mencubit kedua pipinya karena gemas.
__ADS_1
" Mas ajari aku berenang yuk!" ucap Zahra seraya melepas handuk kimono milik Reyhan. Lalu melepas bajunya sendiri.
Reyhan mulai mengangkat tubuh Zahra kekolam renang. Zahra mengalungkan tangan ke leher Reyhan dan berkata " Aku maunya berenang di tempat tidur saja,"
" Dasar nakal, gini ya kalau ada maunya," jawan Reyhan.
Reyhanpun mengerti maksud istrinya itu, ia kemudian berbalik melangkah kearah ranjang meletakkan istrinya yang hanya mengenakan pakaian dalam yang akhirnya membuat jiwa laki-lakinya tergoda juga. Hitung-hitung vitamin sebelum berangkat bekerja pikirnya.
Zahra yang semakin hari semakin lihai dalam permainan ranjang, akhirnya pagi itu ia menguasai permainan. Hal itulah salah satu kelebihannya yang membuat Reyhan takhluk selalu merindukannya dan selalu menuruti keinginan istrinya itu. Termasuk menuruti untuk ikut bekerja di perusahaannnya.
Waktupun beranjak semakin siang, membuat Reyhan sedikit terlambat ke kantor. Sembari sarapan Zahra mengutarakan keinginannya lagi,
" Mas nanti aku akan datang ke perusahaan ya, nanti aku nulis surat lamaran dulu,"
" Datang langsung saja," jawab Reyhan
"Tidak Mas, aku akan mengikuti prosedur. Satu lagi, jangan sampai orang disana tahu aku istrimu, aku ingin mengandalkan kemampuanku sendiri,"
" Hemm, mengapa kamu mempersulit diri sendiri sih sayang?"
" Aku tidak mau orang lain meremehkanku, aku juga ingin tahu bagaimana pelayanan pegawaimu disana, aku ingin tahu sifat asli orang-orang yang bekerja denganmu," tegas Zahra berapi-api.
" Dasar ratu drama! kebanyakan nonton Film kamu ini!"
" Mas Reyhan!!" ujar Zahra merajuk.
" Maaf sayangku, cintaku!" seraya mencubit pipi Zahra.
Zahra tersenyum penuh kemenangan.
" Tunggu!! kamu melupakan sesuatu," ucap Zahra ketika sampai di depan pintu mobil Reyhan.
" Apa lagi?" tanya Reyhan.
" Hemmm!" Zahra menunjuk pipinya dengan tangan kanannya.
Reyhanpun tersenyum meraih kepala Zahra, lalu mencium pipi kanan dan kiri serta keningnya, " Assalamu'alaikum,
" Wa'alaikumussalam, sampai ketemu di kantor My Boss," ucap Zahra genit.
Reyhan bergegas mengemudi mobil, ia berlalu meninggalkan Zahra yang senyum-senyum sendiri merasa keinginannya terpenuhi.
Ia senang akhirnya tidak akan lagi kesepian di rumah sebesar itu. Ia berfikir pasti akan menyensngkan punya banyak teman di kantor barunya. Apalagi ia akan selalu bersama Reyhan, yang setiap waktu selalu dirindukannya. Zahra memang selalu menyukai hal baru dan juga menyukai tantangan pekerjaan.
Zahra segera mencari berkas-berkas yang di butuhkan untuk melamar pekerjaan. Setelah semua selesai, Zahra bergegas menuju kantor milik suaminya itu. Kali ini ia memilih menaiki sepeda matic milik pak Yuda. Karena ia tidak bisa mengemudi sepeda besar milik Reyhan.
Awalnya Pak Yuda sudah menawarkan diri untuk mengantar majikannya itu menggunakan mobil. Namun Zahra menolak dengan alasan ia sangat merindukan naik motor sendiri.
Akhirnya Zahra berangkat menyusuri jalanan kota malang. Namun di tengah perjalanan banyak petugas polisi sedang mengadakan penertiban kendaraan.
__ADS_1
Zahrapun merasa tenang karena ia sudah memiliki SIM. Ia melenggang dengan senyum ramah melewati jajaran polisi.
PRIITTT!!!
Seorang polisi meminta ia menepikan kendaraannya. Zahrapun mengikuti perintah petugas kepolisian itu dengan percaya diri.
Zahra pun turun dari atas motornya.
" Permisi mbak, minta tolong keluarkan suratnya-suratnya!" pinta oknum polisi.
Zahra mengeluarkan SIM miliknya, menyerahkan kepada petugas.
" STNK?"
Zahra mencari-cari STNKnya, iapun ingat bahwa ia lupa memintanya pada Pak Yuda.
" Maaf pak, saya lupa memintanya pada sopir saya, ini kendaraan sopir saya. Pak saya ini lagi buru-buru mau melamar pekerjaan nanti saya terlambat,"
"Apa anda tahu kesalahan anda? mengemudi tidak memakai helm, tidak membawa kelengkapan surat kendaraan, saya akan menilang anda, anda bisa mengambil kendaraan anda di kantor polisi dengan membawa surat-suratnya."
" Hah!" Zahra meraba kepalanya, ternyata ua baru sadar lupa mengenakan helm.
Ia mencoba bernegisiasi dengan petugas,
" Tapi pak! bagaimana nasib saya, saya harus cepat datang ke kantor untuk melamar pekerjaan, nasib saya ada di tangan anda sekarang, biarkan saya membawa motor saya. Kalau saya sampai gagal mendapatkan pekerjaan, saya akan menyalahkan bapak,"
"Maaf mbak, saya hanya menjalankan tugas, silahkan naik kendaraan umum," ujar petugas kepolisian seraya meminta Zahra tanda tangan diatas surat tilang lalu menyobek satu lembar untuk di berikan pada Zahra.
" Bapaaak tegnyaaaaaa!! saya tidak bawa uang sepeserpun" ucap Zahra setelah mengecek isi dompetnya, ternyata ia juga lupa membawa uang cash.
Petugas kepolisian itu hanya menggaruk-garuk lehernya melihat aksi Zahra yang merengek seperti anak kecil.
Seorang laki-laki menuntun sepeda motor melewati depan Zahra yang berdiri menengok ke kanan dan ke kiri. Rupanya laki-laki itu juga telah melewati proses pemeriksaan polisi.
Laki-laki itu kemudian kembali memundurkan motornya dan membuka helm teropongnya, karena merasa mengenali wanita yang terlihat kebingungan itu. Iapun menyapa Zahra," Hai,,apa kamu Zahra?"
" Siapa ya? Hah Kak Novan!" teriak Zahra kegirangan.
" Mau kemana?" tanya Novan.
" Mau kekantor Prima Karsa Sejahtera, aku mau melamar pekerjaan, tapi polisi itu menyita motorku, lebih tepatnya motor orang lain yang aku pinjam,"
" Ayo aku antar," Novan menawarkan tumpangan seraya menyerahkan satu helm kepada Zahra.
Zahrapun tanpa pikir panjang langsung naik keatas motor Novan.
Mereka senang sekali bertemu, karena sejak lulus SMA mereka tidak pernah bertemu lagi. Novan merupakan kakak kelas Zahra sewaktu SMA. Ia merupakan ketua OSIS yang karismatik, populer, tampan dan merupakan idola kaum hawa sewaktu SMA termasuk Zahra yang sempat jatuh hati padanya. Novanpun dulu salah satu yang mengejar-ngejar Zahra. Namun hubungannya tidak berlanjut karena orang tua Zahra melarangnya untuk pacaran. Dengan berat hati Zahra meminta Novan untuk menjauhinya.
Novan juga terpaksa melepaskan Zahra padahal dialah wanita satu-satunya yang telah berhasil merebut hatinya dari sekian banyak gadis yang menaksirnya.
__ADS_1
Novan lulus terlebih dahulu dan melanjutkan kuliah di Jakarta. Membuatnya kehilangan jejak Zahra. Padahal setelah lulus kuliah ia berharap dapat menemuinya lagi. Ia berharap dapat menyambung kisah mereka yang kandas di tengah jalan karena terhalang larangan orang tua Zahra.