
Malam yang berbeda, sudah satu minggu reyhan tidak terlihat di cafe. Sebelumnya tiap malam sepulang bekerja Zahra menunggu sejenak memastikan kedatangan bosnya itu. Awalnya ia merasa senang bila Reyhan tidak datang ke cafe, ia jadi punya banyak waktu untuk beristirahat dan tentunya bisa berkumpul dengan teman-temannya untuk sekedar ngobrol, makan sambil nonton TV atau nonton drakor di Laptop.
Zahra tidak berani menghubungi bosnya itu, ia khawatir mengganggu kesibukannya. Reyhanpun tidak sedikitpun memberi kabar.
Zahra merasa hidupnya ada yang hilang. Ia sudah terbiasa bersama Reyhan. Meskipun Sikap bosnya itu terkadang sangat cuek, sering membuatnya kesal tapi bila tidak ada , Zahra merasa rindu.
Malam itu gerimis, Zahra seperti hari-hari yang lalu menunggu dan memastikan kedatangan Reyhan. Ia duduk di kursi teras cafe, semua karyawan sudah pulang tinggal dia dan Satpam cafe.
Dinginnya malam membawa lamunanya, mengenang kebersamaannya bersama Reyhan. Dalam hatinya bergumam,
Mas Reyhan, mengapa ada Rindu di hatiku.
Dimana Kamu?sejahat itu tidak memberi kabar padaku. Meskipun kamu terlihat arogan, dingin, cuek namun aku bisa merasakan kebaikan hatimu.
Ah..ngapain sih aku mikirin dia. Zahra tidaaaakk. Sadar Zahra siapa kamu dan siapa
dia.
" Zahra!" seorang laki-laki mengejutkannya dari samping seraya menepuk bahunya
"Mas Reyhan," secara spontan ia memanggil namanya dan menoleh kearah laki-laki di sampingnya itu.
" Hemmm,,, V i n o!" jawab Vino kesal.
" Eh kamu Vin, ngagetin aja?"
" Kok belum pulang?" tanya Vino
"Ini mau pilang," jawab Zahra
__ADS_1
"Kok sedih gitu?"
"Masak sih? mungkin aku kecapekan."
"Gak ada tugas tambahan dari bos kamu lagi?"
"Sudah satu minggu ini, Mas Reyhan tidak ke cafe," ujar Zahra lalu menghembuskan nafas dengan kuat-kuat.
" Bukanya kamu senang, gak di suruh-suruh Bos mu itu?Atau jangan- jangan kamu kangen sama dia atau jangan-jangan..."
"Apaan sih Vino jangan-jangan?"
"Awas aja kalo jatuh cinta!"
"Emang kenapa kalo jatuh cinta, heh? kamu cemburu, emang aku siapa kamu, pacar bukan"
"Pacar?Pacar yang keberapa heehhh?" tanya Zahra, seraya mendaratkan tinju ke pipi Vino.
"Aww" Vino kesakitan, lalu menangkap tangan Zahra.
Vino dan Zahra berpandangan, membuat keduanya salah tingkah, dengan segera Zahra menarik tanganya.
"Nggak ah, nanti bila sakit hati, takut di selingkuhi, apalagi cewekmu kan banyak, enakan temenan aja kalee," ujar Zahra seraya memanyunkan bibirnya.
"TTM yah "
"Apaan?"
" Teman Tapi Mesrah"
__ADS_1
" Weekk" Zahra menjulurkan lidahnya mengejek Vino.
" Ih tambah cakep deh, calon pacarku, kalo gitu"
" Ih apaan, ngarep banget, tuh cewek-cewekmu sekampus mau di kemanain? udah-udah ayo pulang!"
Vino membuntuti Zahra sampai di depan pintu gerbang kos-kosan. Mereka sama-sama berhenti.
"Zahra, aku tadi serius?"rayu Vino
"Gombal, week," balas Zahra lagi-lagi menjulurkan lidahnya mengejek Vino.
Vino hanya tersenyum melihat ejekan Zahra. hatinya bergumam
Oke,,sekarang kita masih teman, sebentar lagi akan jadi pacarku, aku akan menunggu hatimu untukku Zahra."
Vino yang dari dulu mendekati Zahra namun selalu mendapat penolakan dari Zahra semakin bersemangat untuk mendapatkan hati Zahra. Dia merasa tertantang karena selama ini tidak ada cewek yang tidak dapat ia takhlukkan.
Zahra awalnya hampir tergoda oleh rayuan Vino, ia awalnya jatuh hati dengan ketampanannya, sikapnya yang selalu ramai dan konyol membuat ia selalu terhibur. Perasaanya sudah lama ia tepis, karena ia tahu Vino yang playboy suka bergonta- ganti pacar. Kepada semua wanita ia baik dan sering mengobral rayuan. Namum Zahra senang berteman dengan Vino walaupun kadang ia baper dengan sikap Vino yang selalu peduli, sok mesra kepadanya. Kadang ia juga kesal dengan kejahilan Vino padanya. Namun ia selalu terhibur bila bersamanya.
Malam yang dingin Zahra segea ingin tidur namun perasaannya galau.
Vino
Reyhan
Dua orang yang berbeda sifat dan karakter.
Vino kamu selalu membuat ku tertawa Reyhan kamu yang selalu membuat hatiku berdebar-debar.
__ADS_1