Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Honymoon


__ADS_3

Di Rumah Batu-Malang


Pagi yang indah matahari bersinar menerobos di sela-sela tanaman apel yang buahnya mulai ranum. Aroma dan kesejukan yang kini mulai menjadi candu bagi Reyhan. Baru beberapa hari ia tinggal di rumah kediaman Zahra rasanya sudah seperti rumahnya sendiri dan baru beberapa hari pula ia meninggalkan rumah itu untuk pulang kerumahnya sendiri, rasanya sudah rindu aroma kamar Zahra.


Reyhan berdiri di samping balkon kamar Zahra, matanya menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Keluarga Zahra sudah ia agap seperti keluarga sendiri, apalagi adanya sosok ayah yang selalu ia rindukan, kini terobati karena sosok Pak Rohman yang sudah menganggapnya anak sendiri.


Zahra masuk ke kamar membawa secangkir kopi. Reyhan tidak menyadari kehadirannya, ia terlalu larut dalam lamunannya. Zahra meletakkan kopi di atas meja.


Zahra memeluk Reyhan dari belakang, sontak saja Reyhan terkejut dan buyar pula lamunannya. Reyhan berbalik dengan meraih tangan Zahra dan balas memeluknya, ia pun berkata " Rupanya istriku sudah mulai berani menggoda duluan ya? apa kamu mau kita lanjutkan lagi yang semalam?"


" Kan sudah halal, berani dong," jawab Zahra dengan genit.


" Siap- siap besok kita ke Bali !" ujar Reyhan.


" Ngapain?" tanya Zahra.


" Honymoon," bisik Reyhan ditelinga Zahra.


" Tapi mas, apa tidak seharusnya kita berhemat, itu akan menghabiskan uang tabunganmu, tidak harus kita pergi jauh untuk honymoon. Asalkan kita selalu bersama aku sudah bahagia, " jawab Zahra dengan serius. Namun berbeda dengan Reyhan ia hanya tersenyum mendengar tanggapan dari istrinya itu, yang mengkhawatirkan masalah ekonominya.


" Apa kamu mengira karena aku pengangguran, aku tidak bisa mengajakmu berlibur?"


" Bukannya begitu, aku juga senang, tapi,,, " jawab Zahra ragu


" Sebetulnya aku malas membahas pekerjaan di saat seperti ini, tapi asal kamu tahu sayang, biarpun aku keluar dari Indah Raya Property bukan berarti aku jatuh miskin. Masih banyak usahaku dan akupun sudah punya perusahaan kecil sendiri yang aku rintis sejak masih bekerja di perusahaan Vanessa itu?"


" Jadi suamiku ini masih horang kaya?" ujar Zahra sembari berjinjit memegang pipi Reyhan.


Reyhanpun membalas ulah istrinya itu dengan mengangkatnya ke tempat tidur dan akhirnya yang mereka inginkanpun kembali terulang.


***


Reyhan dan Zahra sudah berada di Bandara Abdul Rahman Saleh pukul 13.30. Mereka hendak menunggu penerbangan ke Bali. Mereka tidak membawa barang banyak hanya satu buah koper. Rencananya mereka hanya 3 hari di sana.


Sekitar satu jam akhirnya pesawat mendarat di Bandara International Ngurah Rai Denpasar -Bali.


Seorang supir dari layanan Resort International yang telah Reyhan pesan membawa tulisan nama mereka berdua, merekapun segera menghampirinya. Seorang sopir dengan nada bicara yang kental dengan logat Bali mengantar mereka ke daerah Kabupaten Badung.

__ADS_1


Sampailah mereka di sebuah Resort mewah berada di dekat pantai. Seorang pegawai menunjukkan kamar mereka.


Reyhan menempel kartu untuk membuka pintu kamar. Zahra terpukau dengan pemandangan yang nampak di hadapannya.


Sebuah tempat tidur yang luas bertabur bunga mawar, sepasang angsa yang terbuat dari kain berada di atas kasur.


Reyhan meletakkan koper lalu menghampiri Zahra, memeluknya dari belakang. Ia pun berbisik padanya, " Bagaimana kamu suka?"


" Suka sekali, kamu memesan semua ini?"


" Buat kita berdua, bukankah kita mau Reyhan dan Zahra junior?"


" Ih kata-katamu Mas bikin aku merinding," ujar Zahra.


" Sayang kalo kita tiduri ranjangnya bagus gitu , terus kalau ada ulatnya gimana, itu kan bunganya banyak banget?"


" Apa kita tidur di lantai saja? kamu ini mikir segitunya mau di ajak romantis-romantisan," ujar Reyhan sedikit kesal.


" Trimakasih sayang untuk semua ini," Zahrapun berbalik mencium Reyhan. Reyhanpun kembali tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang yang bertaburan bunga.


Zahra serasa tidur di atas taman bunga, Iapun mengepak-ngepakkan tangannya membuat bunganya berhamburan. Reyhan mengumpulkan bunga yang ada di atas kasur dengan kedua tangannya lalu melempar keatas, alhasil kelopak-kelopak bunga mawar itu jatuh menimpa wajah mereka sendiri.


Sorepun tiba, Reyhan dan Zahra melangkah keluar dari kamar menuju pantai. Mereka tidak mau ketinggalan moment tenggelamnya sang surya nan indah.


Mereka berjalan menyusuri bibir pantai dengan bergandeng tangan. Senja merona di ujung barat, membut suasana semakin romantis. Seakan dunia milik mereka berdua.


" Sayang berjanjilah kita akan selalu bersama hingga usia senja kita," ucap Reyhan.


" Semoga kita bersama sampai surga sayang," jawab Zahra.


Sebuah kecupan manis mendarat di pipi Zahra.


Malampun tiba, sebuah makan malam romantis di tepi kolam renang, terlihat seakan kolam renang menyatu dengan air pantai.


Reyhan tak hentinya memandang Zahra yang tersenyum bahagia, membuatnya ikut bahagia. Malam-malam indah mereka lalui di pulau Bali.


Esok hari mereka berkeliling menikmati keberbagai objek wisata di pulau bali dengan menyewa mobil dan sekaligus sopirnya.

__ADS_1


Zahra memandang takjub ketika mereka sampai di desa Temukus. Ladang bunga Gumintir atau Margold terhampar luas. Bunga itu nampak berkilauan seperti emas terkena sinar mentari.


Zahra berlarian diantara bunga-bunga, lagi-lagi Reyhan membidik dengan kamera ponselnya. Zahra jauh berlari hingga Reyhan tak melihatnya lagi. Reyhanpun mulai panik. Iapun mulai masuk ke dalam kebun bunga mencari Zahra. Tiba-tiba Zahra mengejutkannya, muncul diantara rimbunnya bunga.


" Dorr!"


" Zahra!"


" Ayo kejar!"


Reyhan mengejar Zahra, Zahra mulai berlari lagi-lagi Zahra bersembunyi.


Reyhanpun berbicara sendiri, " Ini anak dari dulu sukanya main kejar-kejaran, ini pasti gara-gara kebanyakan nonton Film."


Reyhan mulai kelelahan mengejar Zahra yang sebentar muncul sebentar menghilang. Reyhanpun berteriak pada Zahra yang ada lebih beberapa langkah depanya, " Zahra ada ulat di bajumu!"


Sontak saja Zahra berlari kearah Reyhan, " Haaaahhh, tolong Mas! tolong!" teriak Zahra histeris.


Reyhan segera memeluk Zahra, " Akhirnya ketangkap juga,"


" Apa? Jadi Mas bohong? Ih curang," ujar Zahra merajuk seraya memukul dada Reyhan.


" Habisnya kamu ini sukanya main kejar-kejaran melulu dari dulu, kayaknya ini efek kebanyakan nonton Film,"


" Kan Romantis,"


" Romantis apaan, capek tau?! mau yang romantis?"


Reyhanpun memegang kepala Zahra dan mendaratkan bibirnya di bibir Zahra, namun kali ini Zahra tak menikmati ciuman Reyhan, matanya melirik kekanan dan ke kiri takut ada orang yang melihat. Karena Reyhan menciumnya di tempat umum.


Zahra menghindar dari Reyhan, dan berkata, " Malu nanti ada yang lihat."


Namun Reyhan malahan mengangkat tubuh Zahra dan mengangkatnya. Membawanya keluar dari tengah-tengah ladang bunga.


Bali surganya bagi pasangan kekasih. Banyak destinasi wisata romantis yang rugi bila terlewatkan. Begitu juga bagi Reyhan dan Zahra, setelah berkeliling akhirnya perjalan mereka berakhir di sebuah resort bintang lima.


Setelah menikmati cople spa untuk merilekskan tubuh, mereka menikmati makan malam di tepi pantai berdua. Taburan bintang di langit menjadi penghias malam penuh kehangatan. Deburan ombak memecah keheningan bagaikan alunan musik menambah kesyahduan.

__ADS_1


Diantara obyek wisata yang mereka kunjungi tetap saja tempat Favorit mereka adalah pantai. Mereka lebih senang menghabiskan waktu berdua di pantai.


Malampun seakan semakin panjang rasanya ketika bersama kekasih halal tercinta. Malam terakhir mereka di Pulau Bali.


__ADS_2