Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Menemukanmu


__ADS_3

Reyhan kini sangat antusias untuk berangkat kerja lebih awal. Dari kejauhan ia menunggu kedatangan Zahra. Akhirnya Ia melihat Zahra turun dari mobil bersama dengan Azzam. Reyhan bertanya-tanya dalam hati siapa gerangan laki-laki yang bersamanya itu. Iapun ingat pernah melihatnya dalam rapat, namun ada hubungan apa dengan Zahra. Ia pun mengikuti Zahra diam-diam.


Reyhan akhirnya mengetahui meja kerja Zahra. Ia hampir ketahuan oleh Zahra ketika menguntitnya, para pegawai menyapa dan memberi salam kepadanya. Iapun segera pergi menjauh dari pandangan Zahra.


Pada siang hari Zahra menemukan es krim di meja kerjanya. Zahra membaca kartu yang tersemat di sampingnya yang bertuliskan:


Tuhan saja Maha Pemaaf, bagaimana manusia tak bisa saling memaafkan.


maafkan aku Zahra.


Zahrapun penasaran siapa pengirim es krim itu. Ia sempat berfikir dari Reyhan, namun ia mematahkan asumsinya sendiri. Ia melihat es krim itu mau di buang sayang, mau di makan juga ragu. Silfi melihat temannya itu memegabg es krim iapun menyindir dengan berkata, "Hem beli es krim gak bagi-bagi."


" Mau? ini buat kamu, " tanya Zahra seraya menyodorkan es krim.


" Trimakasih," balas Silfi seraya segera membuka bungkus es krim tersebut dan menikmati sembari duduk di kursi.


Hari itu terasa aneh bagi Zahra, seolah ada seseorang yang misterius mengikuti kemanapun ia pergi. Ternyata Reyhan mengikuti Zahra sampai ke apartemennya. Reyhan melihat Zahra bersama Azzam lagi. Reyhan dan Zahra satu kawasan apartemen dengan Reyhan. Reyhan semakin penasaran dengan hubungan keduanya.


Reyhan mencoba menghubungi Zahra dengan menggunakan nomor yang berbeda.


Lama sekali tidak ada jawaban dari Zahra. Ternyata Zahra tengah makan malam bersama Azzam. Zahra meninggalkan ponselnya di kamar dan tidak mendengar nada dering berbunyi.


Selesai makan malam ia beranjak menuju kamar tidurnya. Ia mengambil ponselnya dan duduk di dekat balkon kamarnya. Ia memeriksa notif panggilan, terdapat 3 kali panggilan tidak terjawab dari nomor yang sama. Iapun tak menghiraukannya.


Bulan purnama nampak bercahaya terlihat indah dari kamar Zahra. Lamunannya melayang kemasa lalu ketika makan malam di balkon cafe bersama Reyhan. Iapun senyum-senyum sendiri lalu berubah murung kembali. Dering ponsel dari nomor yang sama tadi memanggil. Zahra ragu untuk menerima panggilan itu, ia berfikir mungkin salah satu pengagum rahasia di kantor tempat bekerjanya. Ia malas untuk menanggapi beberapa laki-laki yang mendekatinya itu.


Setelah beberapa kali Reyhan mencoba memanggil akhirnya Zahra terpaksa menerima panggilannya juga. Terdengar suara laki-laki di ujung telephon, " "Assalamu'alaikum, Zahra."


" Wa'alaikumussalam, maaf ini siapa?"


" Apa kamu sudah lupa dengan suaraku, apa mungkin juga semudah itu kamu melupakanku, dan sudah mendapatkan penggantiku?"

__ADS_1


Zahra mulai mengenali suara laki-laki yang sedang berbicara melalui telephon itu.


" Mas Reyhan, ada apa kamu menghubungiku lagi? dan ternyata masih sama ya, selalu berfikir benar sendiri tentang fikiranmu itu," jawab Zahra menjadi kesal. Zahrapun mengakhiri sambungan selulernya.


Reyhan mencoba menghubungi kembali. Ia sadar tidak seharusnya berkata seperti itu. Ia sadar tidak sepandai laki-laki lain untuk berbicara manis di hadapan wanita. Ia tidak mau kesalahannya terulang kembali tapi kenyataannya baru saja ia mengulanginya lagi.


Akhirnya Zahra menerima panggilan kembali dan mencoba menenangkan diri berbicara dengan Reyhan.


" Zahra maafkan aku?"Terdengar suara Reyhan lebih lembut dari sebelumnya.


" Ya, aku sudah memaafkanmu dari dulu, karena memang tidak ada yang salah, akulah yang salah terlalu berharap pada orang yang tidak benar-benar mencintai aku."


" Zahra aku sangat mencintaimu."


" Sudahlah Mas yang berlalu biarlah berlalu, lagian apa buktinya kalau kamu benar-benar mencintai aku? kamu saja mengingkari janjimu sendiri, tidak dapat memperjuangkan cintamu."


" Kali ini aku akan memperjuangkan cintaku Zahra, apakah kamu akan memberiku kesempatan kedua bila aku bisa menemukanmu?"


" Kamu tidak akan bisa menemukanku, aku sudah pergi jauh."


" Maaf saya tidak bisa berjanji apa-apa, saya takut kamulah yang malah akan mengingkari janjimu lagi. Aku tidak mau sakit untuk kedua kalinya."


" Lihatlah bulan di hadapanmu, aku bisa melihat bayangan wajahmu di sana, aku masih melihat di matamu kamu masih mencintai aku. Aku akan pastikan aku akan segera menemukanmu. Biar Tuhan dan juga bulan di atas sana menjadi saksinya."


"Apa kamu merayuku? kamu masih sama, masih suka GR. Assalamu'alaikum."


Zahra mengakhiri sambungan panggilan dari ponselnya. Ia bingung mengapa bisa begitu kesal dengan Reyhan padahal beberapa hari yang lalu ia sangat merindukannya.


Zahra mulai sadar kenapa Reyhan bisa tahu kalau ia sedang menatap bulan. Apa Reyhan benar-benar ada disini dan mengikutinya. Ia berdiri mencoba menoleh kesamping kanan dan kiri berusaha melihat ruangan di sebelahnya, namun ia tidak bisa melihatnya, iapun melihat ke arah bawah, juga tidak melihat orang yang mencurigakan.


Keesokan harinya Zahra menemukan satu buket bunga mawar merah dan putih. Ia membaca kertas yang di tempel diatasnya yang bertuliskan.

__ADS_1


I miss you


I love you


Zahraku bidadari surgaku.


Zahra membiarkan buket bunga tetap berada di mejanya. Sesekali ia melirik bunga itu dengan penuh penasaran siapa pengirimnya. Iapun berfikir apa mungkin Reyhan mengirim orang untuk memata-matainya.


Mery tiba-tiba menghampirinya dan berkata,


"Hem tiap hari dapat bunga dari penggemar, makin naik daun nih pegawai baru. Sudah bisa mendekati Pak manager, eh jangan jangan sampai nglunjak lagi ya mau mendekati Pak Direktur."


Zahra yang sudah kesal makin di buat kesal dengan kata-kata Mery. Ia pun berdiri berhadapan muka dengan Mery dan membalas perkataan Mery.


" Maaf mbak jangan samakan saya dengan anda, bukan saya yang mendekati mereka, tapi mereka sendiri berusaha mendekati saya," balas Zahra dengan kesal. Iapun beranjak meninggalkan Mery yang semakin kesal.


" Apa maksudmu? Berani-beraninya kamu," tanyaMery kesal.


Pegawai lainpun tersenyum melihat kekesalan Mery. Mereka akhirnya senang ada pegawai meskipun masih baru tapi berani melawan Mery yang suka membully orang lain.


Zahra pergi ke toilet melihat riasan wajahnya, membetulkan baju dan juga jilbabnya. Ia hendak pergi ke ekspo pameran properti bersama timnya, mewakili perusahaan dalam pameran tersebut. Hal itu adalah pengalaman pertama kali bagi Zahra. Ia akan banyak belajar kepada seniornya tentang ilmu marketing dan praktik langsung menghadapi calon konsumen dalam event tersebut.


Pameran property berlangsung dari siang-hingga malam selama satu minggu.


Zahra bersama timnya sudah mempersiapkan diri sejak pagi. Zahra akhirnya mendapatkan kesempatan menghadapi calon pembeli.


Pasangan muda suami-istri menanyakan tentang hunian perumahaan Zahra menjelaskan begitu detail gambaran tentang perumahan yang mereka minati dalam brosur yang mereka bawa. Zahra meerangjan tentang keunggulan dan juga menerangkan pembayaran yang mudah. Ternyata keahlian bicara dan kemampuan negosiasinya sangat bagus untuk memikat calon pembeli. Sehingga Zahra mampu mendapatkan calon pembeli yang tertarik untuk membeli property yang ia tawarkan. Meskipun ia harus bersusah payah dan hampir kuwalahan menghadapi pasangan muda itu, yang malah berdebat di hadapannya.


Suaminya mengiginkan perumahan sedangkan istrinya mengiginkan membeli Ruko agar bisa sambil berbisnis.


Tanpa Ia sadari beberapa pasang mata mengawasi gerak-gerik Zahra. Zaky yang ikut dalam tim sejak tadi tidak bisa memalingkan pandangannya. Reyhanpun diam- diam menyamar mengamati mereka dari kejauhan.

__ADS_1


Bahkan Reyhan mengikuti Zaky yang mengajak Zahra makan siang.


Reyhan mulai tahu bahwa banyak laki-laki yang berusaha mendekati Zahra. Ia mulai merasa terancam posisinya di hati Zahra. Ia harus segera berfikir keras bagaimana bisa menemui secara langsung dan mendekatinya lagi.


__ADS_2