Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Pemilik cinta


__ADS_3

Memang siapa yang mengganti baju pengantinmu waktu kamu pingsan dulu?" tanya Reyhan, kali ini melilitkan tangan ke pinggang Zahra yang masih tertutup kain Korden.


" Apaa?"


Reyhan menggoda dengan menggelitikki pinggangnya. Zahra menggeliat dan tertawa, Ia pun lari menjauh dari Reyhan.


" Week," Zahra meledek Reyhan.


" Awas ya!" ancam Reyhan menggoda. Reyhan mengejar Zahra yang berlarian di kamarnya. Zahra meraih handuk di kasur untuk menutupi tubuhnya.


"Tak butuh waktu lama, Reyhanpun menangkap Zahra dari belakang, Zahrapun teriak, "Aaaaa!"


Reyhan seketika membungkan mulut Zahra dengan satu tangannya, " Husstt! kamu ingin semua orang datang kesini, dikira nanti aku ngapa-ngapain kamu lagi. Masak istri sendiri mau diperkosa."


Zahrapun tiba-tiba menggigit Reyhan, sontak saja Reyhan teriak


" Aaaah!!" pekik Reyhan seraya mengibas-ngibaskan tangannya. Zahrapun terlepas dari dekapannya, iapun tertawa berlari menjauh dari Reyhan.


Tiba-tiba Zahra terpeleset, dengan sigap Reyhan menangkapnya, alhasil handuk yang ia lilitkan di tubuhnya pun terlepas. Membuat sebagian tubuhnya terlihat. Reyhan memandang wajah Zahra yang tersipu malu, kedua mata mereka beradu pandang, Reyhanpun berkata," Ternyata kamu masih saja Zahra yang dulu, pegawai cafe yang ceroboh dan nakal."


Reyhan mengangkat tubuh Zahra keatas Ranjang, kali ini tanpa perlawanan, melihat tubuh Zahra yang terbalut baju tidur tipis membuatnya ingin melakukan sesuatu layaknya pengantin baru.


Reyhan masih memandangi Zahra, kali ini pandangannya liar keseluruh tubuh. Tangan satunya ia buat penyangga kepalanya sendiri, satunya lagi membelai rambut Zahra yang terurai. Zahra hanya diam terpaku, Raut wajahnya nampak rasa takut disana.


" Apa kamu tidak tahu apa yang dilakukan pengantin baru? pastinya bukan kejar-kejaran seperti tadi, rupanya kebanyakan nonton film india ya kamu ini," Ujar Reyhan seraya memencet hidung Zahra yang mancung. Zahrapun meringis.


" Enggak sih, aku cuma takut,"ujar Zahra.


"Takut apa?"


" Takut kamu ngapa-ngapain aku. Kata teman-temanku sakit," jawab Zahra.

__ADS_1


" Itu kan katanya, belum mencoba sendiri, bagaimana kalau kita coba, pelan-pelan," bujuk Reyhan.


Zahra tak menjawab permintaan Reyhan, ia hanya tersenyum menatap laki-laki yang dulu jadi bosnya itu sekarang menjadi suaminya.


Reyhanpun mulai mengecup kening Zahra, kedua pipinya, lalu ******* bibir Zahra. Getaran aneh menyusupi dada hingga sekujur tubuhnya tatkala Reyhan diam-diam mulai menjamah tubuh mungilnya dari atas sampai bawah.


Reyhan melancarkan aksinya hingga menyentuh area sensitifnya, desahan wanita yang ada didekepannya itu membuatnya semakin berapi-api hingga akhirnya Zahra menjadi miliknya seutuhnya.


Kecupan di kening Zahra mengakhiri perjuangan panjang, meraih puncak surga dunia yang selama ini ia dambakan. Reyhan membisikkan kata-kata mesra, " Trimakasih sayang, kini akulah pemilik cintamu dan aku milikmu seutuhnya."


" hiks, hiks,hiks," air mata Zahra menetes,


" Kenapa kamu menangis,"


" Sakit,, hiks,,,hiks,,hiks,"


" Maaf sayang lain kali pelan-pelan, mau tidak sakit? "


" Obatnya cuma satu sayang? di pakai sering-sering, lama-lama juga gak sakit, aku jamin nanti kamu malahan yang akan minta duluan," ujar Reyhan dengan senyum genit menggoda istrinya yang masih ada dalam dekapannya itu.


" Apa?!" Zahra manyun dan mencubit kedua pipi Reyhan yang wajahnya tepat di hadapannya.


" Au sakit, coba lihat punggungku juga sakit, akibat cakaranmu, sepertinya aku menikahi seekor macan" ujar Reyhan pura-pura kesakitan.


Ledekkan yang di lontarkan Reyhan membuat ia mendapat gigitan yang kencang dari Zahra di lengannya, kini Reyhan merasa betul-betul kesakitan.


" Auww!!"


Rupanya Zahra menumpahkan kekesalannya pada Reyhan.


***

__ADS_1


Pagi hari yang melelahkan, Zahra merasa tubuhnya sakit semua, ia masih berbaring di kasur dengan selimut tebal menutupi tubuhnya sementara itu Reyhan sudah mandi dan hanya mengenakan sarung.


" Zahra ayo bangun! keburu habis subuhnya,"


Zahra hanya menggeliat, dan berkata, " Dingin, masih ngantuk, badanku sakit semua,"


Reyhan mengampiri tubuh istrinya dan menggendongnya ke kamar mandi. Zahra terus saja memintanya untuk menurunkannya, namun Reyhan tidak mendengarkannya.


Bukannya apa, Zahra merasa malu karena tidak mengenakan pakaian sehelaipun. Akhirnya Reyhan menurunkannya di kamar mandi.


Ia menyalakan shower air hangat yang tepat berada di atas kepalanya.


" Mau aku mandikan?" tanya Reyhan.


" Tidak!! keluar!!" rengek Zahra.


" Ambil handukmu, wudlu dulu, apa aku harus mengajarimu mandi wajib juga," ujar Reyhan seraya melempar handuk kearah Zahra.


Reyhanpun keluar, ia menggelar dua sajadah menghadap kiblat. Duduk bersila menunggu Zahra untuk berjamaah, lantunan dzkir dan sholawat tak henti ia lantunkan setelah ia menunaikan sholat sunnah.


Selesai mandi Zahra mengenakan mukenah bergegas menyusul suaminya. Akhirnya mereka sholat berjamaah. Lantunan ayat suci yang merdu terdengar dari mulut sang imam. Ya suara merdu itulah yang dulu pernah membuat Zahra jatuh hati pada bosnya itu yang kini menjadi suaminya.


Selesai sholat Zahra mencium punggung tangan Reyhan, di balas kecupan mesra di keningnya. Reyhan memeluk istrinya itu, Zahra memindahkan kepalanya di paha Reyhan.


Melihat istrinya masih mengantuk Reyhanpun melepaskan mukenah dan mengangkat Zahra keatas ranjang. Kali ini tanpa perlawanan.


" Mau lagi?" bisik Reyhan


" Tidak!" Zahra menggelengkan kepala.


Zahrapun tertidur pulas di pelukan Reyhan, sementara Reyhan membelai mesra istrinya itu, memandangi wajah mungilnya. Sesekali Reyhan tersenyum mengingat kejadian pertama kali bersama Zahra dulu.

__ADS_1


Gadis ceroboh, sedikit nakal menurutnya, selalu ceria dan tentunya sangat cantik.


__ADS_2