
Reyhan mempunyai rencana agar bisa mendekati Zahra kembali. Reyhan memanfaatkan jabatannya. Ia meminta Zaky untuk keruangannya. Reyhan berkata kepada Zaky, "Pak Zaky tolong carikan aku sekretaris pribadi dari bagian pemasaran!"
" Tapi Pak, bukankah Bapak sudah punya sekretaris," jawab Zaky.
" Ini perintah, tolong kamu atur dengan manager personalia untuk penempatan sekretaris baru dan yang lama," ujar Reyhan dengan tegas.
" Baiklah pak?" Zaky akhirnya menyetujui perintah atasannya tersebut.
" Aku mau pegawai baru yang ada di bagian pemasaran."
" Apa yang anda maksud Zahra?" balas Zaky
" Ya, apa kamu keberatan?" Reyhan balik bertanya dengan tatapan tajam kearah Zaky, membuat Zaky sedikit gugup.
" Bagaimana kalau yang sudah lebih pengalaman Pak? Zahra masih baru, masih minim pengalaman," ujar Zaky berusaha bernegosiasi membelokkan keinginan Reyhan. Ia tidak mau nantinya akan lebih kesulitan mendekati Zahra.
__ADS_1
" Apa kamu ada hubungan spesial dengannya hingga kamu keberatan?"
" Bukannya saya keberatan, saya hanya menawarkan yang lain."
" Saya bilang Zahra tidak yang lain, suruh besok dia keruangan saya."
" Baik Pak." Zakypun keluar ruangan dengan kesal.
Sementara itu Zahra yang tengah berada di ruangannya di kejutkan oleh OB yang mengirimkan kopi susu dengan surat yang dikirim oleh seseorang. OB itu tidak mau memberitahu siapa pengirimnya meskipun ia memaksanya.
OB meletakkan kopi susu di meja, lalu menyerahkannya sepucuk surat kepada Zahra dan berkata, " Maaf nona saya hanya diminta mengantarkan ini, saya tidak kenal dengan orangnya."
Selamat bekerja Zahraku, I Miss U
Zahra memasukkan surat itu kedalam laci dan melanjutkan bekerja. Selama bekerja ia memikirkan surat itu. Ia berfikir apakah mungkin itu dari Reyhan. Tapi ia berfikir ulang, tidak mungkin itu dari Reyhan. Ia sempat berfikir apa surat itu dari Zaky atau Yogi atau pegawai laki-laki yang sering menyapanya dan berusaha mendekatinya. Akhirnya ia tidak mau pusing memikirkan surat itu dan kembali berkonsentrasi dalam pekerjaannya.
__ADS_1
Jam makan siangpun tiba. Silfi mengajak Zahra untuk makan siang. Kali ini mereka akan mencoba makanan di Warung yang baru buka. Letaknya tak jauh dari kantor. Silfi menghampiri Zahra ketempat duduknya dan bertanya padanya, " Zahra apa kamu mau ikut makan siang bersama kami? ada warung baru katanya masakannya enak. Ayo kita ramai-ramai kesana! Devi dan Lita juga ikut kok."
" Iya boleh deh. Kita naik apa kesana?" Zahra balik bertanya.
" Tenang, naik mobilnya Devi, " jawab Silfi.
Zahra akhirnya ikut makan siang bersama teman-temannya. Sembari makan siang mereka membicarakan tentang Direktur baru itu. Zahra tak habis pikir kenapa hampir semua temannya mengidolakannya. Zahrapun semakin penasaran. Ia berfikir apa mungkin dirinya juga akan tergoda dengan Direktur itu bila bertemu dengannya.
Silfipun bertanya pada Zahra, " Ra apa kamu sudah bertemu dengan Pak Reyhan?"
" Belum sih, emang sekeren apa sih dia? sampai kalian mengidolakannya," tanya Zahra.
" Pokoknya ganteng, keren, cool, pokoknya mirip aktor korea, lupa aku namanya," jawab Devi.
" Kamu saja belum ketemu Za, coba kalo kamu ketemu orangnya, Gue jamin lo bakal klepek-klepek," sambung Lita.
__ADS_1
" Eh sory ya cantik- cantik gini, aku gak mudah jatuh cinta sama cowok," balas Zahra.
" Gue sumpahin lu, kalau ketemu Pak Reyhan ya, jatuh cinta sampai gak bisa tidur," balas Silfi. Merekapun tertawa bersama. Dengan mengorol dan tertawa bersama membuat mereka sedikit terhibur sehingga bisa melepas penat setelah seharian bekerja.