Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Pantai


__ADS_3

Zahra melihat sisi lain Vino yang biasanya slengehan, namun ketika mengarahkan para pegawainya Ia begitu tegas. Zahra tak menyangka bahwa Vino bisa seperti itu. Vino banyak membuat pembaharuan di lingkungan cafe dan managemennya. Ia bahkan berhasil menggandeng cheef handal untuk memajukan cafenya.


Sebagai penyegaran bagi karyawannya, Vino mengumumkan liburan ke pantai dengan mengizinkan para karyawan mengajak keluarganya. Semua karyawanpun menyambut dengan senang hati meskipun liburan kali ini masih di wilayah malang sendiri.


***


Rombongan bus akhirnya tiba di pantai sore hari. Mereka akan menginap di tepi pantai. Masing-masing orang memasang tenda yang mereka sewa, beberapa orang dari persewaan tenda membantu mereka.


Terlihat anak-anak berlari kegirangan bermain pasir menikmati senja. Zahra tersenyum melihat kelucuan mereka. Vino melihat Zahra memperhatikan anak-anak itu, Vinopun berkata kepada Zahra, " Lucu ya, setelah kita menikah, kita buat yang lucu-lucu seperti itu ."


Vino mengagetkan Zahra, iapun menoleh kearah suara itu.


"Apaan sih Vino, emang boneka bisa di buat," sahut Zahra.


Nella dan Keyla menghampiri mereka mengajak berselfie ria. Akhirnya teman satu group band Vino pun bergabung, mereka berlarian di pantai dan ikut berselfie ria.


" Zahra, ciiis" Vino menggandeng Zahra berfoto bersama dengan pemandangan senja yang indah. Haripun mulai gelap, tinggal mereka berdua duduk memandang matahari yang sebentar lagi tenggelam. Vino berkesempatan mengutarakan isi hatinya kepada Zahra yang duduk di sampingnya. Ia berkata dengan lembut kepadanya, "Zahra, aku benar-benar serius mencintaimu, aku berjanji tidak akan menyakiti hatimu."


"Vino, maaf aku butuh waktu untuk menjawabnya, jawab Zahra.


"Apa kamu mencintai Kakakku Reyhan?"


" Bukan itu Vino, aku sendiri masih ragu dengan hatiku sendiri, perasaanku ke kamu dan juga ke Mas Reyhan, aku butuh waktu. Aku tak mau sekedar pacaran saja, kita bukan ABG lagi," tegas Zahra.


" Baiklah Za, aku akan selalu menunggumu."


" Vino kita bersahabat sejak dulu, apakah kita akan terus bersahabat seperti dulu apapun yang terjadi?"


"Maksudmu bila kamu memilih Reyhan?"


"Termasuk itu dan juga mungkin tidak kamu atau mas Reyhan, mungkin jodohku orang lain aku pasrahkan jodohku pada Tuhan saja."


"Hem, tentu saja, kita sahabat selamanya, ayo sudah magrib kita cari musholla dulu!" Vino beranjak dan mengulurkan tangan menarik Zahra membantunya berdiri.


***


Api unggun menerangi gelapnya tepi pantai, Semua anggota duduk melingkarinya, mencari kehangatan di sela dinginnya malam. Alunan gitar mengalun, suara khas Vino yang merdu menyanyikan lagu-lagu cinta di ikuti teman-temannya dan rombonganpun ikut bernyannyi. Tatapan Vino yang tak mau lepas dari Zahrapun membuat Zahra tersipu malu. Sementara Keyla dan Nella sudah menggandeng pasangannya masing-masing.


Keyla dengan Radit, sedangkan Nella dengan Revan yang sejak berangkat dari cafe mulai mendekatinya.


Mereka menyanyi bergantian dengan alunan gitar. Zahra beranjak dari duduknya berjalan menyusuri tepi pantai menjauh dari rombongan. Hatinya galau ketika ia memikirkan Vino yang menunggu jawabannya. Ia menyadari dia menyayangi Vino, di sisi lain hatinyapun berat menyimpan perasaan yang sama kepada Reyhan.

__ADS_1


Ya Tuhan mengapa Kau hadirkan dua-duanya di hatiku. Aku tidak ingin menyakiti salah satu dari mereka, bila aku memilih satu diantara mereka.


Zahra melepas pandang kelangit kemudian melihat jauh ke tengah laut tenggelam dalam lamunan dan kegalauan hatinya. Tiba-tiba suara laki-laki mengejutkanya.


" Awas di sini banyak hantunya!"


Zahra terkejut, menjerit dan menghambur pada pria di sampingnya.


" Aaaa!


Reyhanpun membalas pelukannya.


"Mas Reyhan!" Zahra tersipu malu, segera melepaskan diri dari pelukannya Reyhan.


"Apa kebiasaanmu kalau ketakutan memeluk sembarang orang? untung aku, kalau orang lain gimana?"


" Kamu sih nakut-nakutin."


" Disini dingin, ujar Reyhan seraya melepas jaket yang ia kenakan lalu menyelimutkan pada tubuh Zahra.


" Aku sudah biasa dengan cuaca dingin. Mas Reyhan gak tahu kalau aku orang Batu, disana juga dingin."


Zahra duduk di sebatang kayu yang sengaja di letakkan di sana oleh pengelola obyek wisata tersebut. Reyhanpun ikut duduk di sampingnya.


" Sekedar jalan-jalan," jawab Zahra


"Mas Reyhan juga ngapain kesini? saya kira mas gak ikut?"


"Aku minta cuti juga dari kantor, terus segera menyusul kalian. Pengen dong liburan juga."


Suara alunan gitar terdengar dari kejauhan, membuat suasana semakin Romantis.


" Zahra, sebelumnya aku belum pernah jatuh cinta yang begitu dalam kepada wanita selain kamu. Aku mencintaimu Za, apakah kamu mau jadi istriku?" ucap Reyhan. Mereka berpandangan. Zahrapun bertanya, "Apa mas Reyhan serius?"


" Iya aku serius," jawab Reyhan dengan menatap Zahra penuh harap.


" Tapi mas, apa Mas Reyhan tahu Vino juga mencintaiku?"


" Iya aku tahu."


" Apa mas tega membuatnya terluka?"

__ADS_1


" Pada akhirnya kamu harus memilih! Aku tahu kamu mencintaiku juga kan?"


" Aku butuh waktu menjawabnya. Biar Tuhan yang memilihkan jodohku, Kamu, Vino atau mungkin yang lainnya.


" Aku akan menunggumu, menunggu Tuhan menuntun hatimu untuk ku. Sekarang jangan sedih gitu, kita nikmati malam indah ini, ucap Reyhan seraya mencubit hidung Zahra yang mancung. Zahrapun membalas dengan memukul lengan Reyhan.


Malam semakin larut, Reyhan dan Zahra duduk berdampingan begitu dekat. Reyhan bercerita begitu banyak tentang keluarganya dan juga almarhum ayahnya, membuat Zahra mengantuk dan tanpa sengaja bersandar di bahu Reyhan.


Vino mulai menyadari ketidak beradaan Zahra di dalam rombongan, awalnya ia berfikir Zahra masuk ke dalam tenda, namun ia melihat Nella dan Keyla masih bersama. Ia kemudian beranjak dari tempat duduknya, ingin memastikan keberadaan Zahra.


Ia mulai mencari ke tenda, namun tendanya kosong, ia menyusuri tepi pantai. Langkah kakinya terhenti, ia melihat Zahra dan Reyhan dari kejauhan. Hatinya hancur melihat Zahra bersandar di bahu Reyhan.


Ia kemudian berbalik arah, menuju sisi pantai yang lain, menjauh dari mereka dan juga rombongan.


Tanggannya melemparkan batu karang ke dalam air dengan kesal. Ia berusaha menerima kenyataan bila ia harus melepaskan Zahra untuk kakaknya. Namjn hatinya tidak bisa menerimanya.


***


Malam semakin larut, cukup lama Reyhan menunggu Zahra bangun. Akhirnya Reyhan mengangkatnya hendak mengantar ke tenda. Ketika Reyhan hampir sampai di tenda, Nella dan Keyla berteriak, mengira sahabatnya itu kenapa-napa.


"Zahra!!"


"Hust!" Reyhan mencoba menghentikan teriakan mereka, agar Zahra tetap tertidur.


Zahra menggeliat mendengar teriakan temannya itu. Kemudian menatap Reyhan.


"Aaaa!" Zahra terkejut ada dalam gendongan Reyhan.


"Turunkan aku.M," gertak Zahra.


Reyhanpun menurunkan Zahra lalu mengibas-ngibaskan tangan karena kecapekan.


" Aww, tidak bilang trimakasih malah teriak-teriak, berat tau, apa kamu gak sadar makin gendut, keluh Reyhan


" Apa kamu bilang gendut," Zahra memukul Reyhan, namun Reyhan berhasil menangkapnya.


" Biar gendut aku akan tetap mencintaimu," ujar Reyhan. Mereka berpandangan cukup lama.


Banyak mata memandang mereka, begitu juga Nella dan Keyla. Karyawan lainpun mengira mereka memang betul-betul calon suami istri.


" So sweet," ujar Nella mengepalkan kedua tangan di dada.

__ADS_1


"Cie,,,cie" sahut Keyla membuyarkan kedua insan yang berpandangan itu. Pipi Zahra memerah begitu juga dengan Reyhan. Reyhan akhirnya melepaskan tangan Zahra


__ADS_2