
Para tamu menyantap hidangan prasmanan yang di bawa oleh Jodi dan kru dari cafe D'amor. Tak lupa kue dan nasi kotak sebagai buah tangan para tamu. Koki dan karyawan cafe di buat kuwalahan dan bekerja ekstra cepat akibat pernikahan Bosnya yang mendadak.
Di sudut ruangan, Bu Fatma, Reyhan dan kedua orang tua Nabila membicarakan resepsi pernikahan mereka. Malampun tiba, Vino dan Nabila ikut bergabung dengan keluarga mereka. Para tamu sudah pulang semua. Giliran Reyhan dan keluarganya untuk berpamitan.
" Nabila, Vino selamat ya, semoga kalian bahagia selamanya," ucap Zahra.
" Trimakasih kakak," jawab Nabila.
" Kami pamit dulu Pak Ismail," ucap Bu Fatma.
Reyhan, dan Jodi bersalaman dengan Pak Ismail, begitu juga Vino.
" Apa nak Vino tidak menginap?" tanya Pak Ismail, melihat Vino berjalan menuju mobilnya.
" Loh, ngapain kamu ikut pulang? bukankah ini rumah istrimu?" ujar Reyhan.
" Apa boleh?" tanya Vino yang mendadak bingung.
" Ya boleh Nak Vino, anggap saja rumah sendiri," sahut Pak Ismail.
" Sudah sana, temani istrimu," ucap Bu Fatma.
Ekspresi Vinopun seperti anak yang di usir oleh ibunya.
" Selamat tuan, semoga kalian bahagia," ucap Jodi.
" Trimakasih Pak Jodi, saya do'akan Pak Jodi segera menemukan pendamping hidup, gak bosan apa lihat Kak Reyhan terus tiap hari?"
Jodi hanya tersenyum mendengar ucapan Vino lalu masuk ke dalam mobil duduk di depan kemudi mengantar tuannya pulang ke rumah.
Malampun tiba, sepasang pengantin baru di dalam kamar berdua. Vino menatap Nabila yang duduk di sampingnya. Nabila tersipu malu mendapat tatapan sejuta makna dari laki-laki yang menikahinya sore tadi. Vinopun mengungkapkan pertanyaan yang sejak tadi ia pendam, " Nabila kenapa kamu memilihku, kenapa bukan ustadz Mirza, beliau begitu sempurna, kaya, tampan dan ilmu agamanya tidak di ragukan lagi,"
" Aku mengikuti petunjuk dari Alloh Mas, hatiku condongnya sama kamu, lagian kalau kita menuntut yang sempurna saya jadi malu sendiri, sayapun tidaklah sempurna, mungkin Alloh menjodohkan kita agar kita saling menyempurnakan," ujar Nabila.
" Apa bapakmu dulunya tukang AC dek?"
" Kenapa Mas?"
" Ucapanmu dek sejuk sekali,"
Nabilapun tidak bisa menahan tawanya, " Aku kira apaan, ternyata kamu ngerayu aku?"
Tiba-tiba Vino memegang pipi Nabila, " Aku sangat mencintaimu Nabila."
Cup!!
Bibir Vino mendarat di bibir Nabila, membuatnya terdiam menahan nafas, Vinopun menyadarinya segera mengakhiri ciumannya.
" Apa kamu mencintaiku?" tanya Vino.
__ADS_1
" Apa kamu fikir aku mau menikah denganmu kalau aku tidak mencintaimu Mas?"
" Aku ingin mendengarnya langsung,"
" Apa perlu?"
" Katakan!" Vino mendekat kearah wajah Nabila, membuat nabila terjatuh di pembaringan, sementara Vino semakin mendekat seperti singa yang ingin memangsa mangsanya.
" Aku mencintaimu," ucap Nabila.
Vinopun semakin mendekat mencumbu kembali bibir tipis berwarna merah jambu itu. Tangannya sudah siap-siap menjelajahi tubuh mugil itu. Nabilapun berbisik lembut di telinganya, " Maaf mas, saya datang bulan,"
Seketika Vino beranjak dari posisinya yang hampir menindih gadis itu.
" Maaf, aku terburu-buru ya?"
" Tidak apa-apa, sudah halal, tapi untuk saat ini tidak boleh lebih jauh lagi" jawab Nabila.
" Ayo kita tidur! sudah malam,"
Merekapun akhirnya merebahkan diri, Vino menatap istrinya yang melepas jilbabnya. Vino semakin terkesima dengan kecantikan gadis di hadapannya " Boleh kalau berpelukan?"
Nabilapun mendekat, merapatkan diri di dada bidang Vino. Vino mendekap istrinya, menikmati aroma rambut yang wangi. Meskipun desiran bergejolak, ia harus bersabar menahan sesuatu yang ia inginkan.
***
Satu Bulan kemudian.
Nabila tampak anggun bak putri, begitu juga Vino begitu gagah layaknya pangeran. Kameramen mengambil gambar sesuai arahan Vino sebelumnya. Pesta pernikahannyapun ia jadikan konten youtube, maklum diakan masih youtuber jiwa bisnis dan narsisnya masih melekat kuat.
Seperti di pesta pernikahan Zahra dan Reyhan konsep pernikahan Vino dan Nabilapun hampir sama.
Panggung Band menyanyikan lagu-lagu romantis. Vinopun menciptakan lagu tersendiri untuk Nabila yang berjudul " Cinta Terakhir"
Nabila tidak terkejut dengan suara emas Vino, karena selama dua tahun penantian dia mencari tahu tentang Vino dari sahabatnya. Iapun melihat konten-konten yang di buat Vino.
Pestapun berakhir Vinopun membawa Nabila pulang kerumahnya dengan mobil. Tidak di sangka rombongan konvoi dari club motor Vino ikut mengawal mengiring pengantin pulang ke rumah. Alhasil jalanan kota malang menjadi macet.
" Mas kenapa banyak sekali, seperti mau demo?" tanya Nabila.
" Biasa anak motor, gak apa-apa kan?"
" Nggak, cuma kaget saja,"
Sampailah mereka di rumah Vino. Rezapun tak mau kalah ia minta pulang ke rumah neneknya. Dengan terpaksa Reyhan dan Zahra menurutinya.
" Ate...." panggil Reza kepada Nabila.
" Ada apa sayang?"
__ADS_1
" Endong,"
Reza yang sudah akrab dengan Nabilapun minta ke kamarnya. Reza terkagum-kagum dengan kamar Vino yang banyak bunganya. Sehingga ia tak mau keluar meskipun Reyhan dan Zahra membujuknya.
" Maaf Nabila, jadi merepotkanmu,"
Nabila pun mengajak Reza tidur di kasurnya, sepasang mata menatap kesal. Nabila hanya tersenyum.
" Hey Kak, malam ini malam yang kutunggu-tunggu?" bisik Vino pada Reyhan.
" Memang satu bulan ini apa saja yang kamu lakukan, belum gol juga" tanya Reyhan.
" Belum," jawab Vino kesal.
" Apa yang kalian bicarakan?" tanya Zahra
" Rahasia laki-laki," jawab Reyhan.
Sementara itu, Rezapun akhirnya tertidur dalam pelukan Nabila. Nabilapun pelan-pelan melepas pelukannya, dan memberi tahu Zahra yang ikut berkumpul bersama di ruang tengah, " Kak, Reza sudah tidur," ucap Nabila.
" Tidak apa-apa Nabila, biar tidur sama kamu, biar aku dan Zahra punya waktu berdua," ujar Reyhan menggoda Vino.
" Apa?" Vino melotot
" Jangan melotot!" ucap Reyhan seraya melempar bantal sofa.
" Yang pengantin baru siapa sih? kok kalian yang mau enak-enakan? Angkat sekarang juga," ujar Vino kesal.
Melihat Vino yang kesal, semua orang jadi tertawa, Nabilapun ikut tertawa.
Akhirnya Reyhan mengangkat Reza dan memindahkan ke kamar Reyhan yang dulu.
Vinopun akhirnya mendapatkan kamarnya kembali, yang terpenting mendapatkan istrinya kembali setelah beberapa saat di kuasai ponakannya sendiri.
Malam ini ia sudah mempersiapkan segalanya untuk menakhlukkan gadis yang di cintainya.
----'''''-----
****
Akhirnya kisah cinta segitiga antara Reyhan, Vino dan Zahra berakhir bahagia. Jodoh sudah ada yang mengatur tidak bisa memaksakan jodoh yang bukan milik kita.
Zahra yang awalnya terjebak cinta Bosnya kini bosnya itu menjadi jodohnya. Ketulusan dan pengorbanan cinta Vino pada zahra, akhirnya terbalaskan dengan jodoh yang lebih baik dan akan menyempurnakan hidupnya.
Cinta adalah kekuatan,
Cinta pula bisa menjadi kelemahan,
Hati yang tulus akan menghantarkan hati menuju cinta sejati.
__ADS_1
---- T A M A T----