Terjebak Cinta Bos Muda

Terjebak Cinta Bos Muda
Terasa dekat


__ADS_3

Lobi utama penuh dengan pegawai yang mengantri di depan pintu lift. Meskipun gedung perusahaan property itu mempunyai dua lift, namun karena waktu yang mendekati jam kerja, maka para pegawai bergegas menuju tempat bekerjanya secara bersamaan. Begitu juga dengan, Zahra pagi itu ikut mengantri untuk naik lift.


Akhirnya pintu lift di depannya terbuka ia bersama pegawai yang lain segera menyerbu masuk kedalam lift. Sebelum pintu tertutup sempurna masih terlihat dari luar sosok yang lagi-lagi ia lihat mirip sekali dengan Reyhan. Sayangnya ia tidak melihat dengan jelas, ia hanya melihat wajahnya dari samping apalagi terhalang oleh orang lain. Sosok laki-laki itu mengenakan jas hitam dan berdasi memasuki lift yang kedua.


Zahra hanya bergumam dalam hati,


Mengapa terasa kamu begitu dekat, rasanya kamu ada di sekitarku. Apakah rindu di hatiku begitu dalam hingga menciptakan ilusi tentangmu.


Pintu lift terbuka membuyarkan lamunannya. Ia segera menuju meja kerjanya.


Yogi membuka pintu ruang kerjanya, memanggil Zahra yang dekat dengan ruangannya. Ia meminta tolong kepafa Zahra, " Zahra minta tolong mintakan tanda tangan berkas Proposal ini ke pak Zaky," cap Yogi seraya menyodorkan map biru.


" Iya Pak, jawab Zahra.


Zahra menaiki lift ke lantai 5 menuju ruang kerja Zaky. Sesampainya ia di sana, ternyata Zaky tidak berada di tempat. Sekertaris Zaky memberitahukan bahwa ia berada di ruangan Direktur Reyhan.


Zahra berencana menunggu sejenak. Namun Ia akhirnya penasaran dan mendekat keruangan direktur. Sampailah ia di dekat pintu ruangan direktur, tiba-tiba pintu terbuka.


" Zahra," sapa Zaky yang terkejut dengan kehadiran Zahra.


" Iya Pak, saya diminta Pak Yogi, meminta tanda tangan Pak Zaky."


" Ayo kita keruangan saya."


Setelah mereka berjalan, Reyhan keluar dari ruangannya. Zahra menoleh namun ia hanya melihat punggung laki-laki itu berjalan kearah berlawanan dengan Zahra.


Zahra berada di ruangan Zaky. Zahra menyodorkan map biru. Zaky membuka lembar demi lembar tumpukan kertas itu dan membubuhkan tanda tangan. Setelah selesai ia menyerahkan kembali pada Zahra.


" Zahra, nanti kita makan siang bareng ya," ajak Zaky.


" Maaf Pak Zaky, saya gak mau jadi bahan gosip lagi."


" Kenapa panggil Pak sih, biasanya Mas. Gak usah difikirkan hanya gosip."

__ADS_1


" Maaf Pak lain kali saja ya."


Zahra kembali keruang kerjanya, meninggalkan Zaky yang kecewa karena tidak bisa mengajaknya makan siang.


***


Zahra dan Reyhan tidak tahu bahwa mereka benar-benar berada dalam satu perusahaan. Mereka merasa sama-sama dekat melihat bayangan masing-masing yang sebenarnya memang bukan sekedar bayangan. Mereka dalam satu gedung yang sama, rasa yang sama dan rindu yang sama.


Reyhan menerima tawaran untuk mutasi ke perusahaan Induk. Perusahaan Reyhan di Malang hanya salah satu anak cabang perusahaan yang berpusat di Jakarta.


Ia berfikir keras untuk akhirnya bisa memutuskan berpindah ke Jakarta. Ia masih berharap Zahra kembali kepadanya. Sampai ia memutuskan mau pindah ke Jakarta, ia berfikir bila berjodoh maka dimanapun Zahra berada pasti akan di pertemukan, dan akan kembali bersamanya. Ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan melepaskan untuk kedua kalinya.


Reyhan keluar dari lift menuju loby untuk makan siang, dari kejauhan sosok gadis berhijab yang ia yakini adalah Zahra. Ia mengejarnya, sampai pegawai yang lain tidak ia hiraukan ketika menyapanya.


Sampailah ia di cafe sebelah gedung. Zahra berhenti! Namun gadis itu tetap berjalan, hingga Reyhan menarik tangannya.


" Zahra."


" Hei, anda siapa?" Gadis itu terkejut menoleh kearah Reyhan.


Gadis Yang berbeda namun sama-sama memakai pakaian kerja lengkap dengan hijabnya, blazer abu-abu dan kemeja putih. Zahra sendiri ternyata sudah berada di dalam cafe memesan makanan dan minuman.


tiba-tiba ponsel Zahra berdering. Ia sebenarnya enggan mengangkatnya, nomornya tidak terdaftar pada daftar kontaknya. Ia akhirnya mengangkatnya juga.


" Hallo siapa ini?"


"Assalamu'alaikum Zahra, tolong jangan matikan ponselnya."


" Vino." Zahra segera mengenali suara laki-laki di ujung telephon itu.


" Please! dengerin dulu."


" Baiklah," Zahra yang tidak bisa menghindarinya.

__ADS_1


" Zahra aku memang sangat mencintaimu, kini aku sadar aku egois telah memaksakan cintaku. Aku mohon maafkam aku. Aku rela kamu menikah dengan Kak Reyhan.Tolong Zahra kembalilah. Kak Reyhan mencarimu. Sebelum ada kamu Kak Reyhan selalu angkuh, dingin itu karena menyembunyikan kesedihannya. Namun karena mu ia bisa bahagia, tersenyum dan tertawa. Tapi kini seakan sinar di wajahnya padam lagi karena kepergianmu, ia kembali seperti dulu. Reyhan yang dingin," ungkap Vino panjang lebar.


" Vino dari dulu aku sudah memaafkanmu, memaafkan Reyhan. Ini bukan lagi tentang kamu dan Reyhan. Tapi tentang Reyhan yang tidak menepati janjinya untuk memperjuangkan cintanya."


" Zahra kamu dimana?"


" Sudahlah Vino yang berlalu, biarlah berlalu. Tak perlu tau aku dimana."


Zahra menutup telephon, tanpa ia sadari air matanya menetes. Ia segera mengusapnya ketika seorang waitress mengantarkan pesanannya.


Sementara Reyhan bersama Vanessa, putri dari Presdir Perusahaan Indah Raya Property Group tempat mereka bekerja melintas di belakang Zahra.


Zahra menoleh kebelakang, ia begitu mengenali aroma parfum Reyhan.


Namun ia hanya melihat sepasang laki-laki dan perempuan bergandeng tangan.


Reyhan berusaha melepaskan tangan Vanesa yang bergelayut di lengan Reyhan.


" Reyhan bukankah sudah lama kita tidak makan bersama-sama," ujar Vanessa.


" Vanessa tolong lepaskan," pinta Reyhan. Vanessapun melepaskan lengan Reyhan. Lalu mereka duduk di meja yang sama, lalu memesan makanan. Mereka sudah lama saling kenal, Vanessa sejak dulu menaruh hati pada Reyhan. Namun Reyhan tidak pernah menanggapinya. Vanessa merupakan Direktur keuangan diperusahaannya. Ia sering mewakili perusahaan ketika rapat keluar kota termasuk ke Malang. Di sanalah mereka berkenalan. Vanessa sosok yang glamour, dan pecinta laki-laki tampan, sehingga iapun sering bergonta-ganti pacar.


Selesai makan Zahra berdiri dari kursinya. Reyhan dari kejauhan melihatnya dengan jelas. Reyhan sangat yakin bahwa itu benar-benar Zahra. Ia tidak mau gegabah mengejarnya, ia takut Zahra akan menghindarinya. Ia berfikir akan menemuinya pada waktu yang tepat.


" Kamu sedang lihat siapa?" Tanya Vanessa.


" Bukan siapa-siapa," jawab Reyhan seraya tersenyum lega.


Vanessapun di buat penasaran dengan gadis yang di lihat Reyhan hingga membuat sikap dinginnya meleleh seketika.


***


Reyhan ingin memastikan dugaannya benar, iapun memikirkan suatu cara. Reyhan menuju ruang pemantau CCTV, ia meminta tolong di perlihatkan rekaman CCTV di depan lift beberapa hari belakangan ini.

__ADS_1


Dugaannya benar tentang Zahra, ia melihat dengan jelas wajah gadis yang ia cintai melalui rekaman CCTV itu. Rekaman itu menunjukkan Zahra tengah berada di loby memasuki lift beberapa kali.


Reyhan merasa bersyukur ia dapat bertemu kembali dengan Zahra. Ia memikirkan berbagai cara untuk menemuinya secara langsung. Ia takut Zahra akan kabur melihatnya. Ia harus memastikan dulu kalau Zahra tidak lagi marah kepadanya.


__ADS_2