Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet

Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet
Bukan Levelku


__ADS_3

Hening sesaat.


Lunna serta-merta tak langsung menjawab perkataan Jack. Walaupun dia menolak, mau tidak mau harus menuruti perintah pria yang di sampingnya saat ini.


'What?!'


'Cih, untung saja tadi aku tidak memberikannya perhatian, biarkan dia sakit-sakitan!'


'Kenapa aku harus satu kamar dengannya?'


'Eh, tapi kalau di pikir-pikir aku bisa leluas mencari video berakku, lalu setelah itu aku hapus!'


Tanpa menoleh, Lunna menjawab,"Hm, baiklah,"katanya dengan suara yang angkuh.


Jack mendesah pelan, "Iya, ikuti semua perintahku dalam satu tahun ke depan," kata Jack tegas.


Lunna mengerutkan dahi. Lantas menoleh, melihat Jack sedang menghadap ke depan. "Satu tahun? Bukannya satu bulan?" Ia kebingungan bukankah seharusnya nikah kontrak mereka hanya berlangsung selama satu bulan lantas mengapa Jack mengatakan satu tahun. Dia tidak salah dengar, Kan?


"Yuri, kau sudah mengirimkan dokumen ke apartmentnya Lunna kemarin?" Bukannya membalas pertanyaan Lunna, ia malah bertanya kepada Yuri' yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Jack dan Yuri di belakang.


"Sudah, Tuan." Yuri berkata tegas sambil melirik Lunna di kaca spion tengah.


Jack melirik Lunna sekilas. "Kau tidak membacanya?"


Lunna tergugu, ia nampak gusar. Akibat rasa sesal sewaktu itu, saat dokumen dikirim padanya. Dia memang tak membaca sampai habis, tapi dia tentu saja ingat perkataan Jack di ruangan yang mengatakan bahwa pernikahan hanya satu bulan.


'Si@l, apa dia mengubahnya argh! Seharusnya aku baca lagi. Astaga Lunna mengapa kau bodoh sekali.'


"Yuri, kau membawa salinannya kan agar dia bisa membacanya lagi," sahut Jack tiba-tiba saat Lunna hanya terdiam membisu.


"Bawa Tuan," Yuri segera mengaktifkan mode kemudi otomatis lalu mengambil sesuatu di dalam map yang tersampir di kursi depan. Kemudian menyodorkan dokumen tersebut pada Lunna.


Tanpa banyak kata, Lunna menyambar cepat. Dengan raut wajah sebal, ia membuka lembar-perlembar dokumen tersebut.


'Argh!' jerit Lunna di dalam hati, setelah membaca nikah kontrak tersebut yang berisikan pernikahan berlangsung selama satu tahun.


'Pria ini benar-benar licik!' Lunna mendengus lalu tanpa sengaja membanting dokumen ke bawah kursi mobil. Kemudian melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


Jack hanya melirik sekilas melihat kekesalan Lunna. Seulas senyum tipis terukir diwajahnya. Sedangkan Yuri menarik nafas panjang melihat Jack dan Lunna seperti orang yang bukan pernah menjalin kasih. Sampai sekarang Yuri masih mengira bahwa keduanya memiliki hubungan di masa lalu. Walaupun kemarin Lunna menyangkal pertanyaan darinya, yang mengatakan Lunna baru pertama kali bertemu Jack. Yuri tak percaya bisa saja Lunna sedang berakting, pikirnya.


"Bagaimana?" Jack bertanya sambil menaikkan sebelah alis mata.


Lunna menahan gejolak amarah di dalam hati.


'Ayo, Lunna kau harus membuatnya ilfeel! Bila perlu kau harus cepat ke ruangan pribadi Jack.' Final Lunna dia tak mau terperangkap terlalu lama dalam permainan Jack. Ia pun bingung sebenarnya apa yang diinginkan Jack darinya.


"Iya." Lunna berbicara tanpa menatap lawan. Saat ini kedua matanya sibuk memandang hutan belantara melalui kaca jendela.


"Hm, baguslah sekaligus pindahkan semua barang-barangmu ke kamarku nanti," kata Jack datar.


Lunna mengerlingkan mata sesaat lalu membuang nafas kasar, enggan menyahut sama sekali. Lagian dia membantah sekalipun, percuma.


*


*


*


Tak butuh waktu lama Lunna sudah berada di apartmentnya. Tadi ia meminta Yuri mengantarnya terlebih dahulu ke apartment ingin mengambil beberapa barang-barang penting. Setelah selesai mengemasi keperluannya. Ia meminta Kristin untuk menjemputnya, sembari menunggu ia menyantap sarapan sandwich yang telah dia buat barusan. Lunna sudah kapok untuk mencicipi masakan Sahara yang bisa saja di tabur sianida oleh si gundik Jack itu.


"Lunna! Ayo cepatlah!" panggil Kristin di ambang pintu.


Lunna menoleh, lalu menyambar tas. Tanpa banyak kata menarik lengan Kristin berjalan keluar menuju basement.


Di sepanjang perjalanan ke agensi. Suasana di dalam mobil begitu hening. Kristin bingung dengan gelagat Lunna tidak seperti biasanya, belum lagi wajah Lunna tertekuk sempurna.


"Lun, kau kenapa sih?!" Kristin bertanya sedikit kesal sebab Lunna mendiamkannya.


Lunna menoleh, lalu berkata,"Kau tahu tidak, Kris, si Jack-Jack itu mengelabuiku, di awal dia mengatakan pernikahan hanya satu bulan tapi apa kenyataannya, satu tahun!! Belum lagi mulai malam ini aku harus tidur satu kamar dengannya! Argh!!!" Lunna bercerita begitu menggebu-gebu sampai-sampai rambut panjangnya ia jambak sangking frustrasinya.


Kristin mengangga sedikit mendengar penuturan Lunna, menggeleng sesaat, sebelum menanggapi.


"Jadi apa rencanamu?"


Pertanyaan itu saja yang terlintas di benak Kristin saat ini. Karena dia sudah menduga dari awal Jack akan melakukan segala cara agar lawannya kalah. Tapi, dia sedikit bingung motif apa yang membuat Jack membelenggu Lunna dalam pernikahan, tidak mungkin hanya karena dendam di toilet. Pasti ada hal lain, belum lagi Jack menganiaya Lunna kemarin.

__ADS_1


Seketika seulas senyum licik terukir di wajah Lunna. Matanya melirik pada Kristin yang sedari tadi sedang fokus menyetir mobil.


*


*


*


Agensi Sugar Entertainmant.


Lunna dan Kristin melangkah dengan anggun memasuki gedung bertingkat tiga puluh itu. Banyak pasang mata memandang mereka tak terkecuali Jack dan Yuri yang baru saja keluar dari lift. Keduanya hendak menuju ruangan lain, ingin melihat kinerja beberapa staff karyawan di setiap bagian ruang.


Saat berpapasan, Jack dan Lunna hanya melirik sekilas lalu melanjutkan langkah dengan arah yang berbeda. Namun tiba-tiba dari arah samping kanan Lunna seseorang berlari cepat.


Byur!


"Britney!!!" teriak Kristin kala Britney menyiram Lunna dengan air yang sangat bau dan menyengat.


Lunna mengusap wajahnya sesaat. Lalu menoleh ke samping. "Kau kenapa ha?!" Lunna naik pitam wanita di depan selalu saja mencari gara-gara dengannya.


"Dasar j@lang! Kau menggoda Jack, Kan?!!!" tanya Britney, dengan mata yang melotot sangat tajam.


"Haha, heh, j@lang kok teriak j@lang!! Aku tidak pernah menggoda dia! Kau gila atau apa?! Jangan membuat masalah denganku!!!!"


Suara Lunna terdengar menggelegar memenuhi seluruh lantai satu. Semua orang yang lalu-lalang menghentikan langkah kaki lalu memusatkan perhatian ke arah Lunna dan Britney. Mereka menerka-nerka ada apakah gerangan antara artis ternama dan model tersebut.


"Alah tidak usah berkilah kau! Jangan-jangan Mommymu juga j@lang! Sekali j@lang!! Tetap saja jal@ng!!!"


Secepat kilat Britney menjambak rambut Lunna. Kristin memekik kala tubuh Lunna condong ke depan dan hampir saja terjatuh. Namun detik kemudian, Lunna balik membalas dengan mencakar wajah Britney.


"Argh!!!" Britney memekik kesakitan sesaat.


"Kau mengambil Jack dariku!!!" teriak Britney lagi sambil berusaha menepis tangan Lunna yang tak henti-hentinya mencakar wajahnya.


"Wanita gila!!! Jack itu bukan levelku. Wajahnya saja kalah tampan dari pacarku ha?!!! Ambil saja!!!"


Lunna semakin menancapkan jari-jari kukunya ke kulit Britney. Suasana hatinya sangat buruk di tambah lagi dengan serangan Britney membuatnya tak mampu mengontrol emosi. Terlebih lagi Britney mengatai Mommy-nya dengan sebutan j@lang. Dia tentu saja tidak terima!

__ADS_1


Tanpa Lunna sadari perkatannya barusan membuat seseorang di ujung sana, mengepalkan kedua tangannya. Entah mengapa hatinya serasa panas.


__ADS_2