
Hari berganti hari. Memasuki bulan pertama pernikahan. Jack mendatangkan dokter kandungan dan dokter psikologis ke pulau hendak berkonsultasi masalah trauma Lunna dan masalah kehamilan.
Jack tak mau egois memaksa Lunna melahirkan anak-anaknya nanti sebab yang hamil bukan lah dia melainkan istrinya. Lunna begitu beruntung memiliki Jack menanyakan terlebih dahulu keinginannya. Setelah rutin pemeriksaan diri. Jack dan Lunna pun melakukan hubungan badan dengan rutin namun sesuai arahan yang diberikan Dokter. Tak lupa juga Lunna menyantap makanan sehat dan bergizi. Kristin dan Yuri selalu menjaganya ke mana pun dia pergi jika keluar rumah.
Di pulau kecil ini segala kebutuhan Lunna terpenuhi. Dia merasa tak kesepian sebab ada dua kawan baru siapa lagi kalau bukan ninja yang ikut bersama mereka. Kedua ninja tersebut mengabadikan diri pada Jack. Mereka tak lagi memikirkan aksi balas dendamnya setelah Jack meminta maaf atas segala kesalahan kakaknya di masa lampau. Yuri juga menasehati dua ninja muda tersebut, lebih baik berhenti berkerja menjadi ninja bayaran. Akhirnya mereka pun menurunkan ego, meminta Jack agar memperkerjakan mereka. Jack turut senang dengan keputusan keduanya.
Selama berada di pulau. Jack juga mengirimkan email kepada Simon dan Leon meluruskan kesalahpahaman yang telah terjadi dan meminta maaf sebesar-besarnya karena telah membawa Lunna pergi dan mengatakan sudah menikahi Lunna. Simon mencoba legowo, membalas pesan Jack, mengatakan pada Jack agar menjaga Lunna dan membawa Lunna kembali ke Los Angeles dengan selamat nantinya.
Berbeda dengan Leon. Pria itu tetap menabuh genderang perang. Dia belum memaafkan kesalahan Jack. Dan meminta Jack mengembalikan putrinya secepat mungkin. Mendapat balasan yang berbeda Jack menunda-nunda untuk menemui keluarga Lunna. Ia tak mau Lunna banyak pikir karena belum mendapatkan restu dari Leon.
Setelah membaca dengan seksama isi balasan emailnya. Jack mematikan komputernya dengan cepat agar Leon maupun Simon tak dapat menemukan keberadaan mereka. Jack mendesah sesaat, memutar kursinya ke belakang, melihat pepohonan di luar sana melalui kaca raksasa. Seketika Jack beranjak kemudian berjalan ke ambang pintu hendak menemui istrinya.
"Baby!" Jack celingak-celinguk menelisik keberadaan Lunna di ruang tengah. Ia kebingungan sebab Yuri mengatakan Lunna ada di ruang tengah sedang menonton televisi.
"Baby!!" panggil Jack kali ini suara Jack lebih nyaring dari sebelumnya.
"Iya, baby. Aku di dapur!!" teriak Lunna. Begitu mendengar suara sang istri, Jack bergegas menuju ruangan belakang.
__ADS_1
"Mau masak apa, Baby?" Jack melingkarkan tangannya di perut Lunna yang tengah memotong-motong bawang bombay. Ia mengendus-endus aroma tubuh Lunna sesaat.
"Aku mau memasak makanan kesukaanmu," kata Lunna lalu meletakkan pisaunya kemudian mengangkat talenan ke atas wajan yang sudah di beri minyak goreng dan menuangkan bawang bombay ke dalamnya.
Aroma bawang menyeruak ke indera penciuman Jack. Seketika perut Jack bergejolak. Pria itu melepaskan tangannya kemudian berlari ke toilet.
"Baby!!!" Lunna mematikan kompor dan menyusul Jack.
Hoek, hoek, hoek, hoek!
Jack memuntahkan sarapannya tadi pagi. Nampak peluh keringat membasahi dahinya. Lunna terlihat cemas. Dengan sigap Lunna berjongkok dan mengelus punggung sang suami.
Jack mengangguk lemah. Dia pun kebingungan mengapa tadi malam dan hari ini tak mampu mencium aroma menyengat. Setelah sampai di kamar Jack merebahkan diri di atas kasur. Lunna segera menghubungi Yuri, memintanya untuk mendatangkan Dokter ke villa.
***
"Bagaimana Dok? Apa suami saya baik-baik saja?" tanya Lunna.
__ADS_1
"Sepertinya yang harus diperiksa adalah anda," kata Dokter paruh baya itu.
Dahi Jack, Lunna dan Yuri berkerut samar mendengar perkataan Dokter.
"Maksudnya Dok? Bukannya suami saya yang sakit."
Dokter merekahkan senyumannya melihat reaksi Lunna. "Begini, Tuan Harlow mengalami sindrom cauvade atau sindrom simpatik di mana pasangan pria akan mengalami mual dan muntah jika istrinya hamil di awal trimester pertama. Saya akan meresepkan vitamin dan beberapa obat untuk Tuan Harlow."
Mendengar hal itu. Mata Lunna berkedip cepat seakan tak percaya. "Maksudnya saya hamil!" Lunna berseru cukup nyaring.
"Iya."
Setelah mendengar perkataan Dokter. Yuri segera menghubungi dokter kandungan hendak memeriksa keadaan Lunna. Binar kebahagiaan nampak jelas saat Dokter mengatakan Lunna memang sudah hamil 4 minggu.
Jack sangat gembira mendapatkan anak kembar tiga sekaligus. Semula ia memang sudah curiga melihat tubuh Lunna sedikit membesar namun dia tak berani mengutarakan praduganya. Takut Lunna akan kepikiran. Kristin dan dua ninja juga senang dengan kabar jika Lunna telah hamil.
"Baby, kapan kita ke LA, mereka perlu tahu anak kita," kata Lunna sembari melihat Jack tengah memijit kakinya.
__ADS_1
"Tunggu waktu yang tepat. Aku harus mengatur strategi agar Daddymu mau memaafkanku karena telah membuat tubuh anaknya mengembang," ucap Jack tersenyum jahil. Lunna membalas dengan memukul kecil lengan Jack.