Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet

Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet
Aku Hamil, Jack!


__ADS_3

Lily meraba-raba sesaat pahanya, memastikan pistol yang selalu di bawa untuk berjaga-jaga. Seketika enam orang pria keluar dari dalam mobil. Secara bersamaan pula mata Lily terbelalak, melihat tanda segitiga terukir wajah mereka.


Yaps, tanda gangsta paradise, dahulu gangsta ini di pimpin oleh seseorang yang tak tahu di mana keberadaannya. Bukan kah gangsta paradise terkenal akan kedermawan dan kebaikannya. Lily tentu saja ingat mereka pernah membantu Leon dan Lily menyelamatkan Darla dan Lunna sewaktu kecil pernah di culik Pablo. Lalu, mengapa sekarang Gangsta Paradise menyerang dirinya. Apa terjadi masalah?


"Apa mau kalian?"


Dor!


Secepat kilat, Lily merendahkan tubuhnya dan berlari ke samping mobil agar terlindung dari tembakan di depan sana.


"D@mn! Apa mau mereka?!" Lily tak tinggal diam. Dia juga menyambar pistol yang diselipkan di pahanya kemudian menarik pelatuk.


Dor!


Dor!


Terjadi aksi baku hantam sesaat. Darla dan Brian yang berada di dalam mobil membungkukan badannya. Beruntung Darla sudah menutup kap mobil mereka.


"Mommy, hiks, hiks, hiks,..." Brian terisak kuat mendengar tembakan berdengung di telinganya.


"Astaga!" Darla berdecak kesal melihat Brian menangis tersedu-sedu.


Dor! Dor! Dor!


Lily tak henti-hentinya melontarkan timah panas ke arah keempat pria di depan sana. Dengan kemampuan yang dia miliki dua orang pria telah tumbang.

__ADS_1


"Haha! Kau berani dengan ku ha!" Lily menyeringai tipis sembari mengarahkan pistol ke arah dua pria. Dering handphone, mengalihkan atensi Lily sejenak.


"Siapa yang menganggu kesenanganku?!" Secepat kilat Lily mengambil handphone yang tersampir di stoking kaki sebelah kirinya. Nama Maximus menghiasi layar ponsel Lily. Salah satu tangan kanannya yang sekarang bertugas menjadi sekretaris Kendrick, anak pertama Lily.


"Nyonya, ada....."


"Ada apa?" Karena bunyi tembakan Lily tak dapat mendengar dengan jelas.


Dor!


Lily kembali menarik pelatuk untuk kesekian kalinya.


"Nyonya anda di mana?" tanya Maximus.


"Aku sedang berperang bersama Gangsta Paradise. Langsung to the point saja!"


(Scene ini ada di Romeo dan Wanita Malam ya) Skip


Saat ini Jack dan Lunna sudah tiba di suatu tempat. Keduanya bergegas memarkirkan motor besarnya.


"Baby, kita cari tempat penginapan dulu!"


Jack memegang tangan Lunna dan mengajaknya berlari di trotoar. Entah mengapa perasaannya sangat tak karuan seperti ada yang mengintai mereka sedari tadi.


"Baby, pelan-pelan! Aku tidak mampu!" sahut Lunna dengan nafas terengah-engah.

__ADS_1


Melihat Lunna nampak keletihan. Jack berhenti sejenak sembari matanya bergerak ke segala arah.


"Baby, nanti kita ketahuan. Ayo kita cari penginapan di sekitar sini!"


"Iya, iya aku tahu! Tapi aku sedang hamil Jack!"


Deg.


Jack terpaku di tempat. Matanya berkedip cepat. Apa dia salah mendengar atau sedang berhalusinasi.


"Kau bilang apa? Ha-m-il?" tanya Jack tergagap-gagap.


"Iya Jack, aku hamil!!" Lunna berseru sembari memeluk Jack berharap pria dihadapannya ikut senang dengan kehadiran bayi munggil di tubuhnya.


Seketika Jack membalas pelukan Lunna. Ada perasaan senang dan takut yang bercampur menjadi satu. Dia baru saja teringat dengan perkataan Sensei tempo lalu akan membunuh anak Lunna. Sekarang Jack akan bertekad melindungi Lunna dan anaknya meski harus bertaruh nyawa.


Jack mengurai pelukan. Kemudian berkata,"Aku akan menjadi seorang Daddy, muach!" Jack melabuhkan kecupan sekilas di bibir Lunna. Semburat merah muncul di pipi Lunna sebab Jack terlihat senang.


Tanpa mereka sadari beberapa meter dari mereka. Seorang pria berada di balik tembok sedang menguping pembicaraan.


"Haha, Sensei, ternyata Lunna sudah hamil. Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Lakukan seperti yang kau rencanakan!" sahut seseorang di sebrang sana dengan menyeringai tipis.


"Bagaimana dengan Jack?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Bawa dia kembali ke mansion, dia harus diberikan pelajaran karena telah berani melawanku."


__ADS_2