Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet

Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet
Only You


__ADS_3

Setelah mengikrarkan janji pernikahkan Jack ingin membawa Lunna ke suatu tempat. Kristin dan Yuri turut bahagia atas pernikahan keduanya. Tak lupa Kristin mengirimkan foto kepada Lily hendak memberitahu jika keduanya sudah selesai melangsungkan pernikahan. Tak terkecuali Yuri, ia pula harus menjaga Jack dan Lunna. Takut jika Leon atau Simon menemukan mereka.


Dengan langkah riang, Lunna mengikuti pergerakkan Jack. Ia menghentikan langkah kakinya, melihat helikopter berwarna putih berada di depan sana.


"Baby, kita mau ke mana?" tanya Lunna penasaran.


Jack menoleh kemudian berkata,"Ke suatu tempat, Baby. Ayo sekarang tutup matamu." Ia mengambil kain berwarna hitam dari tangan Yuri.


Lunna tersenyum tipis. Sebab ia yakin Jack akan memberikannya kejutan. Jack mulai menggerakkan tangannya dengan melilitkan kain itu dan mengikatnya ke belakang.


"Jangan di buka, ya Baby. Ikuti saja perintahku." Setelah selesai menutup mata Lunna. Jack menuntun Lunna masuk ke dalam helikopter. Dan mengisyaratkan Kristin dan Yuri berserta dua ninja yang sudah berpakaian normal di ujung sana untuk selalu memberi tahu apa saja jika melihat hal yang mencurigakan di sekitar mereka. Keempatnya membalas dengan mengangguk pelan.


Helikopter pun lepas landas, terbang menjauhi pulau terpencil tersebut.


"Baby, apakah masih jauh?" Lunna penasaran sebab sudah lima menit berlalu. Jack masih mengenggam erat tangannya dan tak mengucapkan satu patah katapun. Sedari tadi pria itu mencumbu mesra Lunna dengan mengecup bibirnya berkali-kali. Nampak semburat merah terukir jelas di wajah Lunna.


"Tidak, sebentar lagi sampai, baby. Sekarang buka penutup matamu, lihatlah ke bawah sana," kata Jack lalu melepas genggaman tangannya. Begitu mendengar ucapan Jack. Lunna segera menarik kain tersebut. Seketika matanya berbinar-binar melihat tulisan 'you're the one and only' terpampang jelas di atas pasir pantai yang dihiasi bunga berwarna merah.

__ADS_1


"Baby..."ucap Lunna dengan lirih. Berdecak kagum dengan hiasan yang terlihat indah. Ia beralih menatap Jack. "Thank's, Baby. I love you." Lunna mengecup pipi Jack secara bergantian lalu memeluknya suaminya dengan erat.


Jack tersenyum tipis. "You're welcome, i love you more, baby." Jack menatap lekat wanita yang berhasil menjungkir balikkan dunianya. Cukup lama keduanya saling memandang dengan merekahkan senyuman.


"Jadi lah ibu untuk anak-anakku, Lunna Harlow. Mari kita menua dan membesarkan mereka bersama-sama," kata Jack kemudian melabuhkan kecupan di kening Lunna. Mendapat perlakuan seperti itu membuat Lunna tersipu malu sejenak. Lunna enggan menyahut malah mengangguk pelan. Perasaan cinta Lunna kepada Jack semakin bertambah setiap harinya. Bagaimana tidak Jack benar-benar memperlakukannya bak ratu di negeri dongeng. Pilot dan co-pilot berada di depan kemudi hanya bisa membatin melihat keuwuan pengantin baru itu.


Beberapa menit pun berlalu. Helikopter berhenti tepat di suatu pulau yang lebih kecil lagi. Jack keluar terlebih dahulu dan mengulurkan tangannya pada Lunna.


Lagi dan lagi Lunna berdecak kagum melihat villa berdiri kokoh menghadap ke hamparan laut. Nampak di sisi kanan dan kiri beberapa pohon kelapa dan banyak jenis pohon lainnya menghiasi pulau tersebut. Lunna terkikik sejenak melihat tupai berlari gesit di sisi kirinya.


"Lucu sekali, Baby. Tupai itu," kata Lunna tanpa melepaskan pandangan matanya dari tupai yang kini memanjat pohon.


"Thanks baby, kita mau ke mana?" Feeling Lunna, Jack sepertinya akan mengajaknya berjalan-jalan.


Jack merapikan rambut Lunna yang berterbangan ke segala arah karena helikopter yang mengantar mereka tadi lepas landas lagi.


"Rahasia, ayo baby." Jack dan Lunna saling berpegangan tangan. Keduanya pun bercengkarama ria hendak ke suatu tempat.

__ADS_1


Saat ini Jack dan Lunna berada di bawah pohon kelapa. Lunna mengecup pipi Jack berkali-kali tatkala tersedia banyak makanan di atas meja. Di sisi kanan dan kiri hiasan bunga memanjakan matanya lagi. Tanpa banyak kata, Jack menarik kursi dan mempersilahkan Lunna untuk duduk.


"For my lovely wife," kata Jack sembari menaruh napkin di paha Lunna. Lunna membalas menebarkan senyuman. Keduanya pun menyantap makanan di sore itu dengan tertawa bersama dan berbincang-bincang sejenak.


Waktu menunjukkan pukul lima sore. Setelah mengisi perut. Jack mengajak Lunna berjalan-jalan di tepi lautan sambil menikmati sunset di ujung sana. Keduanya saling berlari-larian seperti anak kecil hingga tanpa sengaja Lunna jatuh tersandung karena terlalu cepat berlari.


"Baby, kau nakal! Berhati-hati lah, lihat bajumu basah, apa kau sengaja memancingku," kata Jack sembari menatap dress berwarna putih Lunna yang menerawang hingga menampakkan aset pentingnya.


Deg.


Lunna terlihat salah tingkah. Sungguh ia tak sedikitpun berniat menggoda Jack. Melihat tatapan lapar Jack. Lunna meneguk ludahnya berulang kali.


'Mampus aku! Apa alasanku menolak Jack. Duh, kemarin malam saja masih sakit. Bagaimana ini?'


Lunna menyelipkan rambut panjangnya ke telinga dengan memalingkan mukanya. Ia tengah memikirkan cara agar terhindar dari terkaman Jack nanti malam. Detik selanjutnya.


"Ah! Jack! Turunkan aku!" Lunna terkejut kala Jack mengangkat tubuhnya ala bridal style.

__ADS_1


Jack menyeringai tipis. Lalu berbisik di telinga Lunna. "Ayo kita membuat donat, baby."


__ADS_2