Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet

Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet
Gengsi


__ADS_3

Leon membalas dengan berdecih sesaat, membenarkan perkataan Jack. Memang benar ia tengah di hukum Lily. Detik selanjutnya. Leon berkata,"Ikut aku ke ruanganku!"


Satu alis Jack terangkat. Tanpa banyak kata ia mengikuti langkah kaki Leon. Setelah sampai di dalam ruangan. Jack mengedarkan pandangannya mengamati ruang pribadi Leon begitu klasik. Nampak lukisan bergaya eropa menghiasi dinding di sisi kanan dan kiri. Dan juga rak buku-buku terpajang rapi di tempatnya.


"Duduk!" Leon mempersilahkan Jack duduk di sofa yang berhadapan dengannya. Jack menghempas bokongnya ke sofa kemudian menatap lurus ke depan.


"Dengar Jack, kau hanya orang asing di sini. Aku memberikan kalian tumpangan karena Lunna tengah hamil." Leon mengeluarkan sesuatu di bawah meja.


"Iya, terimakasih Tuan Andersean atas tawarannya. Besok aku dan Lunna berencana pergi dari mansion milikmu dan Tuan Simon. Anda tenang saja, aku tau diri dengan posisiku." Jack sudah memikirkan matang-matang akan menempati rumah yang sudah ia persiapkan untuk Lunna dan anaknya kelak. Tadi siang dia juga meminta Yuri membeli mansion di sekitaran Los Angeles.


Alih-alih menjawab perkataan Jack. Leon malah mengajak Jack main catur bersama. Seringai licik terukir di wajah Leon. Ia yakin sekali jika Jack tak dapat mengalahkannya.


Tepat pukul satu dini hari. Leon terpaksa menghentikan permainan sebab untuk ke berapa kalinya dia kalah telak dari Jack. Ia mendengus pelan melihat Jack tersenyum penuh kemenangan.


Esok harinya. Suasana di ruang tengah nampak ribut karena kedatangan di kembar triplet. Ternyata Kendrick, Nickolas dan Samuel bertandang ke mansion tiba-tiba tanpa pemberitahuan sama sekali. Lily begitu senang sebab keempat buah hatinya berkumpul semua.


"Nickolas! Samuel! Ini masih siang mengapa kalian minum alkohol ha?!" Lily baru saja dari dapur mengambil cemilan untuk anak-anaknya yang sedang bercengkrama ria.


Alih-alih membalas pertanyaan Mommynya. Keduanya malah meneguk kembali minuman mahal itu.



Visual Nickolas Andersean dan Samuel Andersean


Melihat hal itu Lily meradang. Dan meletakkan makanan di atas meja. Kemudian berjalan mendekati anak kembarnya itu. "Nickolas! Samuel! Bisa kah kalian seperti Kakakmu ha! Kapan kalian menikah dua jablay?!" kata Lily sembari menjewer kuping keduanya.


"Argh!"


"Mom, lepaskan, aku bukan anak kecil Mom!" teriak Nickolas dan Samuel bersamaan dengan mencondongkan badannya.


"Haha syukurin! Kuat-kuat saja Aunty!" Darla baru saja menyelenong masuk dari dapur. Ia tertawa riang melihat Nickolas dan Samuel nampak kesakitan.


Jack dan Lunna yang melihat kejadian itu menggeleng pelan kepalanya.


"Ap mereka selalu seperti ini?" tanya Jack penasaran.


"Haha, iya, kak Nickolas dan kak Samuel memang sudah dari ari-ari selalu menyusahkan Mommy, tapi kalau Kak Kendrick berbeda dengan mereka. Dia sangat dingin dan jarang berbicara," kata Lunna sambil menyenderkan kepalanya di bahu Jack.


Jack nampak mangut-mangut. Ia pun membenarkan perkataan Lunna. Kalau di pikir-pikir memang benar walaupun ketiganya kembar. Kendrick lebih dingin, dan berbicara seperlunya saja. Seperti saat ini Kendrick tak tahu berada di mana. Padahal beberapa menit lalu pria yang berbeda wajahnya dari Nickolas dan Samuel itu duduk di sofa sebelah kanan mereka tadi sambil mengusap layar handphonenya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Leon yang baru saja tiba ke mansion.


"Lihat anak-anakmu ini, Leon!!! Mereka minum alkohol!" Lily menurunkan tanggannya setelah puas mencubit telinga dua anak kembarnya itu. Nickolas dan Samuel mengusap cepat kupingnya yang serasa panas dan pedas itu.


"Nick, Sam! Good job!" Bukannya memarahi anaknya, Leon malah tersenyum tipis melihat kekesalan istrinya itu. Membuat mata Lily melebar dengan sempurna.


"Leon! Anakmu minum alkohol!"


"Mereka sudah besar, biarkan saja." Leon melonggarkan dasinya sejenak melepas kepenatan karena baru saja menemani Simon di kegiatan amal di kota XXX. Leon pulang terlebih dahulu sebab acaranya telah selesai tapi tidak dengan Simon masih berada di tempat acara. Leon duduk berhadapan dengan Jack dan Lunna yang sedari tadi tengah melihat atraksi di depan mata.


"Benar itu! Kami bukan anak kecil lagi, Mom! Thanks Dad, hehe." Samuel berlari cepat mendekati Daddynya begitu pula dengan Samuel.


Lily mengelus pelan dadanya lalu berkata,"Kapan kalian akan menikah Nick, Sam!?"


"Kapan-kapan, lagian kak Kendrick saja belum, mengapa harus kami." Nickolas melirik sekilas Kendrick di ujung koridor tengah bertelanjang dada dan menatap ke arah jendela. Sepertinya pria itu baru saja selesai olahraga.



Visual Kendrick Andersean


"Kendrick akan menikah bulan depan tau. Kalau kalian tidak menikah tahun ini. Akan Mommy jodohkan." Lily duduk di samping Leon yang sedang kesusahan melepaskan dasinya. Dengan cepat ia mengambil alih dan mulai melakukan tugasnya.


"Whats?! No!!! Emang ini zaman Siti Nurlela," cerocos Samuel seenak jidat.


"Nurbaya!" Nickolas membenarkan perkataan adiknya sembari menoyor keningnya dengan keras.


"Kalau tidak mau dijodohkan cepat cari pacar sana!"


"Oke! Baiklah, ayo kita ke diskotik Kak!" Samuel beranjak lalu mengecup pipi Mommynya dengan cepat, begitu pula dengan Nickolas kemudian tanpa banyak kata keduanya berlari menuju pintu utama sebelum Mommynya melempar sendal pada mereka. Sedangkan Lily tersentak mendapatkan serangan mendadak.


"Nickolas! Samuel! Mommy akan mengurangi uang jajan kalian!!!" Mendengar teriakan Mommynya, Nickolas dan Samuel malah tertawa keras di ujung sana.


"Kau lihat itu Leon! Kau terlalu memanjakan mereka!" Dada Lily naik dan turun sebab kedua kakak beradik itu seolah membuat onar.


"Sudah lah, mereka sudah besar." Leon melirik Jack sejenak.


"Mommy, ada yang mau kami bicarakan," kata Lunna menginterupsi orangtuanya. Leon dan Lily pun menoleh.


"Iya, Nak. Katakan lah," kata Lily.

__ADS_1


"Hari ini kami mau pindah ke mansion Jack yang baru."


Mendengar hal itu. Wajah Lily nampak cemberut. Berbeda dengan Leon. Menatap lurus ke depan tanpa ekpresi sedikitpun. Detik selanjutnya.


"Kalian di larang keluar dari mansion tinggal lah di sini sampai anak kalian lahir." Tidak ada hujan, tidak ada badai, angin p*t*ng beliung, bahkan tsunami sekalipun. Leon mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Jack dan Lunna terpaku di tempat. Tidak hanya kedua pasangan itu, Lily pun terkejut begitu pula dengan Darla yang sampai tersedak makan es krimnya sedari tadi.


"Jadi Daddy sudah menerima Jack?" tanya Lunna seakan tak percaya.


Bukannya menjawab pertanyaan Lunna. Leon malah beranjak dari tempat duduknya, melenggang pergi. Kumpulan manusia di dalam ruangan saling melemparkan pandangan satu sama lain.


Seketika senyuman merekah di wajah Lily. Tidak sia-sia dia semalam menasehatinya suaminya itu.


"Dengar itu Lunna, kalian tinggal lah di sini ya. Maafkan suamiku, Jack. Dia pria yang gengsi, begitu lah sikapnya."


Jack membalas hanya dengan tersenyum tipis.


"Baik lah, bagaimana Baby?" tanya Lunna meminta jawaban dari sang suami.


"Kalau kau mau di sini, ya sudah di sini saja dulu." Jack mengelus pelan perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih, Baby." Lunna mengecup pipi Jack sembari merebahkan kembali kepalanya di pundak suaminya.


"Dasar bucin!" Darla memutar bola mata malas melihat keuwuan Jack dan Lunna.


Lunna menjulurkan lidah sesaat, lalu berkata,"Bilang saja iri!"


Lily yang melihat kemesraan Jack dan Lunna ikut tersenyum.


"Darla, Aunty penasaran mengapa kau tidak pernah mengandeng seorang pria? Aunty dengar-dengar dari Lunna kau jatuh cinta dengan seorang pria yang jauh lebih tua darimu," kata Lily membuat jantung Darla berdetak cepat.


'Mampus aku, bagaimana mau mengandeng pria itu saja sudah memiliki istri dan dia adalah bodyguardmu dulu, Aunty.' Darla curi-curi pandang pada Lunna hendak meminta pertolongan.


'Haha, syukurin. Bingung kan jawabnya.' Lunna malah tertawa di dalam hatinya.


THE END ~


...****************...


...Hai, readers nanti akan ada bonus bab (chapter) ya dan ada pengumuman giveaway kecil-kecilan di akhir bab. Author minta maaf, cerita ini masih banyak kekurangannya. Terimakasih yang sudah memberikan dukungan melalui like ataupun komentar 🙏 ...

__ADS_1


...Sehat selalu untuk kita semuanya. ...


__ADS_2