
Beberapa bulan kemudian memasuki trimester ketiga. Jack mengajak Lunna kembali ke Los Angeles hendak menemui keluarganya.
Sebelum berangkat Jack memandang figura Justin dan Erika di dalam dompetnya. Tanpa terasa ia meneteskan air mata tatkala mendapatkan kabar jika saudara kembarnya dan ibunya telah pergi dari hidupnya beberapa bulan lalu. Jack pun menanyakan apa penyebab keduanya meninggal pada tangan kanan Justin. Mozzy menjelaskan dengan singkat kronologi pembunuhan Justin dan Erika dikarenakan ulah Aoki. Wanita rubah licik itu juga sudah Mozzy bunuh juga tepat di malam kejadian.
Jack begitu nelangsa sebab sekarang benar-benar hidup sebatang kara. Melihat sang suami nampak termenung Lunna mendekat dan memeluk Jack dari belakang.
"Baby,mereka sudah bahagia di atas sana. Ayo, kita naik helikopter. Kau tau kan, Abe dan Hira suka rusuh jika terlalu lama membuat mereka menunggu." Lunna menebarkan senyuman sembari mengusap jejak tangis Jack.
Jack tersenyum tipis. "Iya, kau benar Baby, ayo, sekarang kita ke sana. Bahaya jika mereka berdebat seperti anak kecil."
Lunna mengangguk kemudian bergelayut manja di lengan Jack. Keduanya pun bergegas keluar dari villa. Sebelum menaiki helikopter, Lunna melihat sesaat tempat yang ia tinggali selama beberapa bulan ini. Ia merasa sangat beruntung memiliki suami yang selalu siap sedia jika ia membutuhkan. Banyak kenangan-kenangan yang terangkai di vila tersebut. Lunna menebarkan senyumannya teringat tingkah laku, Yuri, Kristin, dan dua ninja selalu membuat kerusuhan.
"Sudah siap baby?" tanya Jack.
"Sudah, ayo kita naik." Secepat kilat Jack menuntun Lunna masuk ke dalam helikopter.
*
*
__ADS_1
*
Waktu menunjukkan pukul dua siang. Lily dan Darla tengah sibuk meletakkan makanan di meja makan dengan di bantu beberapa asisten mansion.
"Fiuh, Aunty sangat tak sabaran, sebentar lagi cucu Aunty akan bertambah." Lily menaruh makanan khas Indonesia di meja.
"Haha, iya pasti lucu," kata Darla yang tak kalah senangnya. Detik selanjutnya ekspresi wajahnya berubah.
"Tapi, Uncle sudah tahu kalau Lunna akan ke sini?"
Lily tersenyum jahil. "Hehe, belum. Biarkan saja, lagian dia itu sangat lah keras kepala. Nanti kalau kau menikah, jangan cari pria seperti Unclemu itu ya!"
"Mommy!!" teriak Lunna di ujung sana.
Mendengar panggilan tersebut. Lily dan Darla menoleh ke sumber suara. Lily berlari cepat menghampiri putrinya dan mendekap erat Lunna.
"Mom, jangan kuat-kuat nanti anakku kegencet," ledek Lunna sembari mengurai pelukan.
"Oh my God! Mommy rindu denganmu, Nak! Wow lihat ini, apa cucu-cucu Mommy membuatmu kesusahan?" tanya Lily sembari mengelus perut Lunna yang nampak membesar.
__ADS_1
"Ih, aunty awas-awas aku juga mau memeluk Lunna tau!" Darla mendorong pelan lengan Lily. Membuat Lily mendengus pelan.
"Dasar perusak kesenangan," kata Lily memutar bola mata malas. Kemudian ia beralih menatap Jack yang berdiri di samping Lunna sedari tadi.
Lily tersenyum simpul melihat Jack menatap penuh damba pada Lunna. Ia yakin jika Jack akan menjaga Lunna dengan baik.
"Apa ini?!" Leon baru saja tiba ke mansion dan menerobos masuk Yuri, Kristin dan dua ninja yang menghalangi langkah kakinya.
"Kau!!!" Leon berjalan cepat melihat Jack dihadapannya. Kedua matanya berkilat menyala sedang menahan amarah di dalam hatinya.
Bugh!!!
Bogeman kuat melayang tepat di pipi kanan Jack.
"Leon! Apa yang kau lakukan?!"
"Baby!"
"Tuan Jack!"
__ADS_1