Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet

Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet
Melayang Ke Surga


__ADS_3

Angin sepoi-sepoi dari luar masuk perlahan melalui jendela kamar Lunna. Sensasi dingin menyelimuti keduanya yang masih bergeming di posisi semula. Tubuh Lunna masih bergetar pelan di dalam dekapan Jack. Lunna semakin mengeratkan pelukannya kala Jack tak membalas ucapannya barusan.


Seketika Lunna melonggarkan pelukan, kemudian mendongak. "Apa aku kurang cantik Jack?" tanyanya dengan menatap lekat ke dalam bola mata Jack.


Jack diterpa dilema ingin mengatakan kalau Lunna adalah wanita tercantik yang pernah ia temui. Tapi semua tertahan di pita suaranya kala ekor matanya mengamati gerak-gerak ninja di ujung sana seperti ingin menguping pembicaraan mereka.


'Bedebah! Apa maunya Sensei?! Cih!'


Jack mendekatkan wajahnya kemudian berbisik. "Kau adalah wanita tercantik yang pernah ku temui, baby."


Mendengar perkataan Jack barusan membuat Lunna terbang melayang menembus cakrawala. Seulas senyum tipis terukir di wajah cantiknya.


'See, aku memang cantik! Lalu apa kurangnya aku? Apa karena...'


"Baby, aku harus keluar sebentar, ada kolega yang mau bertemu denganku, kita akan melanjutkan pembicaraan nanti," kata Jack sembari melirik di sisi sana nama Sensei menghiasi layar ponselnya.


'Apa maunya pria tua itu?' Jack bermonolog di dalam hati, bertanya-tanya sejenak, mengapa Sensei menghubunginya tiba-tiba. Tak mau menimbulkan kecurigaan. Jack dengan terpaksa membohongi Lunna bahwa akan bertemu rekan bisnisnya.


Lunna mengangguk lemah kemudian mengecup perlahan kedua pipi Jack secara bergantian dengan cepat. Diperlakukan seperti itu membuat kedua telinga Jack memerah. Sebelum melangkah Jack mengecup pucuk kepala Lunna, kemudian menatap begitu seksama ke dalam dua bola mata istrinya.


Deg.


'Jack, mengapa kau membuat aku bingung terhadap sikapmu?'


"Aku mencintaimu...." Lunna berucap lirih dan pelan, melihat punggung Jack menghilang di balik pintu. Jari-jemarinya mengusap cepat jejak tangisnya.


Untuk sesaat Lunna terpaku dengan kejadian barusan. Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Akan tetapi dia diterpa kebingungan kala sikap dan ucapan Jack yang mengatakan tidak mencintainya tidak selaras.


Lunna menarik nafas panjang kemudian berjalan mondar-mandir di dalam ruangan, memutar memori kaset di otaknya. Bayangan awal perjumpaan Jack dan dirinya terkesan lucu, menurutnya. Tanpa sadar Lunna tersenyum tipis sembari melipat tangan dada.


Sedari tadi, raut wajah Lunna berubah-ubah, apalagi ketika mengingat saat Jack menganiayanya dengan mencambuk dan mencekiknya sewaktu itu. Namun seketika bayangan-bayangan itu sirna dalam sekejap mata, kala teringat keposesifan Jack padanya.


Lunna keheranan bukannya itu tanda-tanda Jack telah jatuh cinta padanya. Dahinya berkerut hingga tiga lipatan.


"Apa karena sikap ku, Jack tidak mencintaiku, ya?" Lunna bergumam pelan. Harus ia akui sikapnya terkesan kasar dan tak lemah lembut seperti wanita pada umumnya. Tentu saja ia ingin menjadi diri sendiri dan dicintai karena apa adanya dirinya.

__ADS_1


"Hmmm...." Sedari tadi tangis Lunna sudah mereda walaupun masih sesengukkan sesekali. Ia masih menerka-nerka mencoba intropeksi diri, apa yang membuat Jack tidak mencintainya?


"Apa karena aku pernah mengatakan menyesal bertemu dengannya, jadi Jack tak mencintaiku, ya?" Lunna mengigit bibir bawahnya, tanpa menghentikan langkah kakinya.


"Bisa jadi, aku menjilat ludahku sendiri, bodoh sekali kau, Lunna!" Seketika Lunna menampar pipi sebelah kanannya dengan pelan.


"Aku sangat mencintainya, ah, kenapa cinta ini membunuhku?! Ayo lah Lunna, kalau dia tidak mencintaimu, maka dari itu kau harus membuatnya jatuh cinta padamu!!" Lunna berbicara pada diri sendiri sembari mengepalkan kedua tangannya ke udara.


Sebuah senyuman lebar mengembang di wajah Lunna. Ia memutuskan untuk membuat Jack jatuh ke dalam pangkuannya. Dahulu, dia akan menyerah dengan namanya cinta saat Robert berselingkuh. Tapi sekarang status Lunna dan Jack adalah suami istri walaupun di atas kertas. Terlebih lagi dia ingat betul jika Jack memperpanjang masa kontrak menikah mereka. Jadi, Lunna tak akan menyerah sebelum berjuang.


Ekor mata Lunna melirik ponselnya yang tergeletak di meja kayu di sisi kanan. Dengan cepat Lunna berjalan, menyambar ponselnya.


"Darla! Berikan aku saran bagaimana caranya membuat seseorang jatuh cinta padaku?" tanya Lunna tanpa menyapa Darla terlebih dahulu. Di ujung sana Darla merengut kesal karena Lunna meneleponnya malam-malam dan bertanya sesuatu yang aneh.


Tut!


Lunna memutuskan sambungan sepihak. Binar kebahagian terpampang jelas diwajahnya. Dengan cepat ia mengusap layar ponsel.


"Kristin! Belikan aku lingerie berwarna merah, hitam, biru, lalu bando kelinci berwarna pink, parfum yang paling wangi, sepuluh menit lagi semua barang itu harus ada di sini!!!" sahut Lunna mengebu-gebu.


"Kau tidak perlu tahu, gajimu akan aku naikkan! Please, managerku yang cantik dan pintar, aku meminta tolong padamu! Aku membutuhkan itu semua! Ini demi cintaku pada Jack! Aku tunggu sepuluh menit dari sekarang!" Lunna mematikan sambungan padahal Kristin belum mengiyakan permintaannya.


"Argh! Lunna, aku kutuk kau menjadi semur jengkol!!!" Kristin membanting ponsel di atas tempat tidurnya.


*


*


*


Saat ini, Lunna tengah melihat-lihat semua barang yang dibeli Kristin tadi. Melihat Kristin yang berang, membuat Lunna terkikik geli. Karena wajah manager-nya itu merah padam, seperti kepiting rebus. Tak lupa ia meminta maaf sekaligus mengucapkan terimakasih pada Kristin. Demi melunakkan hati Kristin dia mentransfer gaji Kristin dengan nominal yang lumayan fantastis.


Kristin mendengus kasar, kemarahannya mulai mereda perlahan-lahan melihat gajinya masuk padahal belum waktunya.


Selepas kepergian Kristin, Lunna bergegas memakai pakaian dinasnya itu, malam ini dia akan memulai misinya membuat Jack jatuh cinta padanya. Tak lupa Lunna menyerempot tubuhnya dengan parfum.

__ADS_1


Cukup lama Lunna menunggu kedatangan Jack. Begitu mendengar gesekan pintu. Lunna berbalik, membelakangi suaminya yang tengah menghirup aroma ruangan.


"Baby, kenapa belum tidur?" tanya Jack sembari melingkarkan tangannya di perut Lunna.


"Hmm, aku tidak bisa tidur tanpamu." Seketika Lunna memutar tubuhnya, kemudian melingkarkan tangan di leher Jack.


Gleg! Gleg! Gleg!


Jack menelan saliva kasar, melihat tubuh Lunna di bagian depan begitu transparan hingga menampakan dua gundukan yang menantang.


Sebelum Jack melabuhkan kecupan. Secepat kilat Lunna mengecup bibir sensual Jack dengan begitu rakus. Jack tersentak sesaat, kemudian terbuai dengan aksi istrinya yang sangat agresif itu.


"Ada apa denganmu, baby?" tanya Jack melihat Lunna membuka kimononya.


"Tidak apa-apa, aku hanya menginginkanmu sekarang!" Setelah melepas semua pakaian Jack. Lunna mendorong tubuh Jack hingga terjembab ke atas kasur.


"Oh God! You're so hot, baby!" Jack merekahkan senyuman melihat Lunna membuka lingerienya perlahan-lahan sembari mengedipkan mata centil padanya.


Mata Jack berkabut gairah, melihat Lunna mengibaskan rambut panjangnya sejenak. "Baby, cepatlah, kemari!" Ia sangat tak sabar sebab Lunna benar-benar menaikan birahinya.


Lunna terkekeh pelan. "Malam ini aku akan memimpin permainan, baby," katanya sembari merangkak ke pembaringan hendak duduk di atas tubuh Jack.


Jack tersenyum sumringah, menunggu aksi Lunna. "Baiklah, layani aku baby!" Saat ini, Lunna mengecup keningnya, kemudian menatap bola mata Jack.


"Sesuai keinginan, paduka." Lunna meraba-raba rahang kokoh Jack.


Detik selanjutnya. Ruangan sudah dipenuhi suara des@han Lunna dan Jack saling bersahut-sahut satu sama lain. Wanita itu membuat suaminya terbuai dalam lembah kenikmatan. Ia benar-benar memanjakan Jack. Rambut Lunna yang tergerai bergerak-gerak tak tentu arah di belakang punggungnya.


"Ah, baby, kau nakal," desis Jack sambil menatap Lunna yang bergerak naik dan turun dengan cepat di atas tubuhnya.


"Ahh... Faster baby!"


Mendengar permintaan Jack. Lunna tersenyum tipis kemudian bergerak lebih cepat dari sebelumnya.


'Jack, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku! Aku harus cepat hamil, kalau aku memiliki seorang anak darimu, aku yakin kau akan membalas cintaku! Ahhh.'

__ADS_1


Setelah meminta saran dari Darla tadi. Misi Lunna adalah membuat dirinya hamil. Siapa tahu saja, Jack akan jatuh hati padanya. Nanti ia berpura-pura meminum obat pencegah kehamilan. Lunna akan minum obat penyubur kandungan tanpa sepengetahuan Jack. Begitulah rencana licik Lunna terangkai dibenaknya.


__ADS_2