Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet

Terjerat Dendam CEO' Penghuni Toilet
Hari H - Pernikahan Brian dan Lunna


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu. Leon dan Simon tetap bersikukuh menikahkan Lunna dengan Brian. Keduanya juga memberikan foto-foto Jack bersama wanita yang berbeda-beda pada Lunna hendak mengatakan bahwa Jack bukan lah pria yang baik. Namun, bukannya terpengaruh, Lunna malah merobek foto-foto tersebut hingga tak tersisa. Leon dan Simon geleng-geleng kepala melihat sikap Lunna teramat berbeda semenjak mengenal Jack. Mood Lunna selalu berubah kapanpun, dan terkadang marah-marah tanpa alasan yang jelas.


Hari ini, adalah hari pernikahan Lunna dan Brian akan diselengarakan di Gereja Katedral. Atas permintaan Lunna pernikahan begitu tertutup dan hanya dihadiri orang tertentu saja, si kembar triplet tak menghadiri acara pemberkataan adiknya itu. Sedangkan Romeo sengaja tak di beritahu Leon dan Lily. Anak bungsu mereka itu berada di Indonesia, sibuk dengan perkuliahannya.


Lunna menatap refleksi wajahnya di cermin. Menatap datar dan dingin, seperti dewi es. Sang MUA membeku melihat pancaran mata Lunna seakan siap menghancurkan sesuatu. Setelah selesai merias wajah Lunna. Sang MUA pamit undur diri.


"Nona, saya permisi," pungkas Sang MUA menundukkan kepala.


"Hmm, terimakasih," ucap Lunna dingin.


Selepas kepergian MUA. Lunna menarik nafas panjang, kemudian menatap lurus ke depan. Seulas seringai licik terpatri di wajah cantiknya.


Sementara itu, Leon, Lily, Simon, dan Mr. Alabama menunggu kedatangan Darla untuk menjemput Lunna dikamarnya. Sembari menunggu, keempatnya berbincang-bincang sejenak.


"Hm, mengapa Lunna tak mau membuat pesta yang meriah?" tanya Mr.Alabama penasaran.


"Lunna memang tidak suka dengan kemewahan, Mr.Alabama, itu lah cucu anda apa adanya, bahkan gaun yang dia pilih kemarin sangat lah simple dan menawan," jawab Lily apa adanya.


Mr. Alabama nampak mangut-mangut mendengar penuturan Lily.


"Nah itu Lunna," kata Simon menunjuk Lunna dan Darla berjalan pelan menuruni tangga.


"Wah Sugar sangat cantik!" Mr.Alabama memuji Lunna. Berdecak kagum dengan penampilan Lunna yang begitu menawan. Saat ini tubuh Lunna di balut dengan gaun pengantin yang simple namun elegan. Belum lagi riasan di wajahnya terlihat natural dan pas membuat Lunna semakin cantik saja.


"Tentu saja, perpaduan antara Leticya dan Marvin menawan, Kan?" Simon menimpali Mr. Alabama.


"Haha kau benar, oh ya apa kau mengundang Mr.Trevor, kemarin dia menanyakan keadaan Lunna padaku?" tanya Mr. Alabama mengedarkan pandangan pada Simon dan Leon secara bergantian.


Satu alis Leon terangkat. "Mr.Trevor?"


"Iya, aku sudah mengundangnya, sepertinya dia akan datang ke pemberkataan,dia penggemar berat Lunna dan teman bisnis, Daddy," kata Simon.


Leon mengangguk pelan.


*


*

__ADS_1


*


Kini, mobil Lunna sudah berada di depan pelataran Gereja bersama mobil keluarganya. Beberapa bodyguard, Montero bahkan tim Wolfi berjejer di seluruh sudut-sudut tempat keberlangsungan acara.


Lunna menarik nafas pelan, menatap lurus ke depan. Matanya bergerak ke segala arah memperhatikan suasana di luar gereja nampak ramai oleh keamanan bodyguard dan anak buah orangtua-nya itu.


Sebelum memutar gagang pintu mobil. Lunna merapikan kerudung pengantinnya. Lalu menarik nafas lebih panjang.


"It's show time," Lunna bergumam pelan, seulas senyum penuh makna terpatri jelas diwajahnya.


"Kau siap?" tanya Lunna pada seseorang di sebrang sana melalui bluetooth wireless yang terpasang di telinga. Detik selanjutnya.


Dor!


Dor!


Dor!


Brmmmmm!!!


"Lunna!" teriak Leon kala Lunna menembak tiga orang bodyguard dan menaiki motor gede yang datangnya entah dari mana.


"Haha, aku seperti charlie angels!" Lunna menarik tuas motor besar yang di gadang-gadang memiliki kecepatan setara dengan mobil pembalap.


Setelah berhasil kabur dan keluar dari gereja. Lunna mempercepat laju kendaraannya sembari tak henti menembakan timah pada orang-orang yang menghalau jalannya. Saat ini dia berhenti sejenak, melepas gaun dan menganti cepat pakaian di sebuah kedai kopi. Setelah selesai, dia bergegas menuju jembatan Golden Gate Bridge.


Leon dan Simon kalang kabut, melihat kegilaan Lunna barusan.


"Tuan, sepertinya Lunna ke arah Marin County!" cicit Lexi di sebrang sana.


"Lexi, perintahkan helikopter memantau dari atas, jangan menembaknya! Kejar Lunna sekarang!" sahut Simon cepat sembari melemparkan pandangan pada Leon dan Lily.


"Ada apa ini?" Begitu mendengar suara tembakan dari luar Gereja. Brian bergegas keluar ke sumber suara, entah mengapa perasaannya tak karuan sekarang.


*


*

__ADS_1


*


Sementara itu.


"Hahahaha! Hari ini aku menjadi dewi kehancuran, Kris, Darla! Terimakasih!" Lunna meracau sendiri tanpa mengurangi kecepatan kendaraan. Dia berharap aksi kabur akan berhasil. Berkat bantuan Kris dan Darla, dia mendapatkan ide gila yang tercetus tiba-tiba tadi malam. Setelah merengek pada Darla semalam, akhirnya Darla mau membantunya.


"Tunggu aku, Baby!" Sekarang Lunna menyusuri jembatan Golden Gate Bridge.



Dor!


Di sebrang sana, seseorang melontarkan timah panas ke arah ban motornya. Dengan gesit Lunna mengelak.


"Kau berani denganku!!!" Lunna segera mengambil pistol yang tersampir di bagian dadanya kemudian mengarahkan senapan berlaras pendek itu ke belakang.


Dor!!


Tembakan tepat di ban depan motor si pengendara. Menyebabkan kendaraan roda dua itu, berguling-guling di jalanan.


"Haha! Terimakasih, Nak karena membuat Mommymu bersemangat!" Lagi dan lagi Lunna tertawa puas, ia memberhentikan motornya kemudian melihat ke belakang sejenak.


"Kalian salah memilih lawan," desis Lunna sebelum melanjutkan perjalanannya.



*


*


Sisi lain. Muka Sensei merah padam kala tak mendapati keberadaan Jack di dalam kamarnya.


"Jack Harlow!! Kau mencari mati!!!" teriaknya menggelegar membuat Aoki dan Erika yang sedang menyiapkan sarapan di dapur terkejut.


"Justin. Jack kabur! Cari dia sampai dapat! Sepertinya dia ingin bertemu wanita itu, kalau kau melihatnya eksekusi di tempat!" Sensei tengah menelepon Justin.


Sementara itu. "Tunggu aku, Baby," kata Jack setelah keluar dari hutan belantara.

__ADS_1



__ADS_2