Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CHAPTER 2


__ADS_3

"Operasi sudah selesai, dan juga berjalan dengan lancar. Pasien akan segera dibawa ke rumah rawat inap." Ucap dokter yang keluar dari ruang operasi dan masih lengkap dengan pakaian khusus operasi.


"Puji Tuhan, terimakasih dokter," jawab Dyra lega mendengar kabar yang diberikan dokter yang menangani Daren.


Dyra bersyukur,dirinya tidak salah mengambil keputusan untuk menerima tawaran yang diberikan Damian. Sekarang Dyra hanya harus fokus menjalankan tugas yang akan Damian berikan kepada dirinya.


Dokter tersenyum,"sudah tugas saya Nona."


"Ya sudah kalau begitu saya undur diri terlebih dahulu untuk memindahkan pasien ke ruang rawat, permisi..." Pamit dokter dan masuk kembali kedalam ruang operasi.


Kembali ke Dyra, dirinya segera duduk dan lagi-lagi bersyukur, akhirnya adiknya bisa selamat dan bisa sembuh total untuk menjalankan kehidupannya seperti anak seumurannya,Daren akan kembali kepada dirinya dan  akan bersama dirinya secara normal.


Dyra harus berterimakasih banyak pada Damian atas bantuannya yang sudah menyelamatkan adiknya. Dyra melihat kartu nama yang diberikan Damian, setelah perjanjian tadi. Dirinya tidak lupa bahwa dirinya disuruh secepatnya ke alamat yang tertera dikartu nama tersebut. Kata Damian 'datanglah kealamat ini  setelah adikmu dinyatakan sembuh atau paling lambat 1 Minggu setelah ini, mengerti!'


Ucapan Damian yang terkesan membentak pun terngiang-ngiang di kepalanya.


Berbeda dengan Dyra yang masih memikirkan ucapan Damian,namun tetap bersyukur atas bantuan Damian. Ditempat yang berbeda,kini Damian sedang sangat sewot serta rasanya tangan Damian gatal. Ingin sekali dirinya merobek mulut yang berkata sok manis itu.


"Iya Tante, Jessica hanya bisa mengikutinya saja apa yang terbaik menurut mama dan Tante," ucap sok lembut jessica Emerson.


Saat ini Damian sedang duduk ditengah tengah acara yang menurutnya sangat memuakkan dan tidak berguna sama sekali, bagi  orang penting Seperti dirinya. Apalagi Damian hanya mendengar omong kosong Jessica dan keluarganya tentang perjodohan yang tidak akan terjadi menurut Damian.


"Ah, ya sayang. Akan Tante arus semuanya konsep yang kamu mau. Damian dan kamu hanya terima beres saja ,okey." Jawab Belvita mengelus lembut tangan Jessica yang berada disampingnya.


"Mah bisakah diam saat dimeja makan!, Meja makan hanya untuk makan bukan untuk mengobrol. Jika ingin mengobrol pergilah keruang tamu atau taman!," Tegur kepala keluarga atau ayah dari Damian, Daxter Xarles.


Belvita yang merasa kena teguran pun mengiyakan perkataan Daxter, dan mereka semua diam dan menikmati makan malam.


Berbeda dengan Damian yang ingin sekali dirinya cepat-cepat pulang dari Mansion ini.


"Damian selesai, Damian pulang!." Kata Damian setelah menyelesaikan makannya dan segera beranjak dari kursi, sebelum perkataan Belvita menginterupsi .


"Antarkan Jessica pulang, mama mau mengajak calon mertua mama pergi keluar terlebih dahulu."


Dengan tatapan datarnya, Damian menjawab."Damian tidak  bisa, Damian ada pekerjaan yang harus diselesaikan." Jawab singkatnya.


"Ah tidak usah Tante, kalau Mama sama Papa  akan pergi bersama Om dan Tante, aku bisa pulang naik taksi ataupun nanti bisa minta jemput temen aku," tolak Jessica halus.

__ADS_1


"Mama dengar?"


"Tidak sayang, kamu harus pulang diantar oleh Damian, mama ga menerima penolakan!" Kekeh Belvita  keras.


"Sudahlah boy,ikuti  apa kata Mamamu" Dexter pun sudah turun tangan,kalau begini Damian pun sudah sulit untuk menolak perkataan Mamanya.


"Okey,Deal. Puas kau Mah!" Putus Damian dengan dingin,lalu pergi dari ruangan yang penuh dengan drama itu.


Belvita mengelus bahu Jessica,"sanalah sayang,ikuti Damian." Suruh Belvita, dan diangguki Jessica. Sebelumnya Jesicca berpamitan terlebih dahulu dan lalu pergi mengejar langkah Damian.


"Ayo jeng, kita ajak suami-suami kita untuk menemaninya kita shopping,"


"Ayo,les't go." Jawab  Mayang Emerson dan dua pasang  suami istri itu pergi meninggalkan kediaman Xarles.


Ibu Damian memang bisa disebut ibu-ibu sosialita yang hobby berbelanja. Untung anak serta suaminya kaya dan Xarles adalah keluarga terkaya nomor 1 di negaranya.


Berbeda dengan dua mahluk  yang  berada didalam mobil. Didalam perjalanan Damian meredam emosinya, karena dirinya harus mengantarkan pulang sirubah licik itu dan lebih parah nya lagi si rubah licik itu terus menerus berbicara omong kosong dengan suara yang di buat selembut mungkin.


"Damian,nanti kita akan pake konsep seperti apa saat pertunangan, apakah akan memakai konsep seperti yang kemarin keluarga kita bicarakan?" Ucap Jessica dengan berbinar melihat kearah Damian yang masih fokus menyetir mobilnya.


"Oh ya Damian, kamu tau ga kemarin temen-temenku pada bilang kalau aku tuh beruntung banget karena bisa dapetin kamu."


"Damian ish...kamu tuh aku ajak ngobrol kenapa diam aja si!" Kata Jessica  jengah dengan sikap Damian yang selalu diam dan tidak sama sekali menjawab satupun pertanyaan dirinya atau lebih tepatnya ucapannya


"Diam! atau mulut busukmu akan saya sobek!" Ucap Damian atau bisa disebut dengan ancaman.


Jessica yang mendengar perkataan Damian pun diam tak berkutik, dirinya tentu saja takut. Siapa yang tidak takut dengan ancaman yang bernada dingin iti,apalagi yang kini ia hadapi adalah ketua Mafia. Pasti tidak akan  berbohong tentang ancamannya itu. Tapi tidak sampai sini saja Jessica  akan menyerah, dirinya tetap akan melakukan apapun demi mendapatkan Damian. Apapun yang terjadi, dirinya tidak perduli asalkan Damian akan menjadi miliknya.  Bisa dibilang Jessica terobsesi dengan Damian.


"Awas saja kau Damian, akan ku buat dirimu tunduk kepadaku" batin Jessica dengan senyum miringnya,yang juga tak kalah menyeramkan.


setelah menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu  hampir 1 jam lamanya. Kini terlihat gerbang mewah, tapi tetap saja masih mewahan keluarga Xarles.


Setelah sampai didepan gerbang Keluarga emerson, penjaga yang berjaga  segera membuka  gerbang secara otomatis setelah melihat mobil yang begitu familiar.


"Ah...sudah sampai ya sepertinya?  terimakasih  Damian,dan maaf sudah merepotkan kamu," Ucap Jessica dengan suara lembutnya dan anggunnya. Bukannya Damian terpesona malah terlihat  sangat  menjijikan di mata Damian dan lagi-lagi Damian tidak mengeluarkan suaranya dan  dirinya tetap diam tak berkutik dengan wajah yang masih sama,datar dan tatapan tajam.


Jessica segera beranjak keluar dari  mobil,tapi sebelum itu dia berkata."Jika ada waktu  senggang,kita makan malam berdua ya...supaya kita juga  semakin dekat dan tidak canggung lagi," Ucap jessica  lagi tapi masih dengan suara yang dibuat selembut mungkin dan tidak lupa dengan senyum manis. Aslinya Jessica sudah dongkol sekali dengan respon Damian yang selalu diam, tapi kalau tidak merendahkan dirinya sendiri pasti Damian pun akan lebih susah untuk didapatkan.

__ADS_1


"Berisik,cepat keluar,"ucap Damian dengan raut wajah kesal  dan tentu saja sudah tidak tahan dengan situasi saat ini.


"Dan saya tekankan, ingat perjodohan kita tidak akan pernah berlanjut  dan tidak akan pernah terjadi!,jadi anda jangan pernah mengharapkan apa-apa atau rahasia anda akan saya bongkar," Ucap  peringatan dari Damian. Raut wajahnya bukan lagi kesal tapi lebih  menakutkan seperti hewan yang menemukan mangsanya,dan siap diterkam saat itu juga.


Jessica melihat itu langsung ketakutan dengan terburu-buru jessica keluar dari mobil milik Damian, tapi sebelum itu dia tidak menutup terlebih dahulu pintunya." Ingat Damian jangan macam-macam dengan aku honey,lihat saja nanti siapa yang akan menang dari pertarungan ini," ucap Jessica tak lagi  dengan nada lembutnya. Jessica menutup pintu mobilnya dengan keras lalu berjalan dengan senyuman  liciknya dan tidak lupa dengan tatapan tajamnya. sangat berbeda seperti tadi yang bersifat lemah lembut.


Setelah  Jessica turun. Damian langsung menjalankan mobil nya itu menuju markasnya,"maka  kau terlebih dahulu yang akan mati ditangan aku sebelum  kau memenangkan pertarungan ini, bersiaplah rubah kecil." Kata Damian dan melajukan  mobilnya  dengan cepat seperti orang gila yang  memiliki  1000 nyawa.


Rasanya Damian sudah tidak sabar ingin cepat-cepat sampai di markasnya ingin sekali dirinya mencincang-cincang tubuh manusia dan ingin rasanya menghirup bau darah yang menurutnya sangat nikmat.


Dirinya butuh pelampiasan hasratnya, dirinya butuh darah untuk membuatnya tenang, dirinya juga membutuhkan lagu yang menenangkan itu. Apalagi saat ini dirinya sedang sangat kesal dan hasrat untuk membunuhnya meningkatkan 100%.


Ketika masih membayangkan betapa nikmatnya bergelut dengan darah dan teriakan, dering ponselnya memecahkan imajinasinya. Dengan kesal Damian mengambil lalu mengangkatnya.


"Tuan,orang yang sudah menghancurkan markas dinegara X sudah saya tangkap dan sekarang sedang saya  bawa kearah di markas Black Devils," ucap Jhon dari sebrang sana.


"Bagus, sebentar lagi saya datang. Pastikan jangan sampai kabur!" Jawbanya lalu mematikan panggilannya.


"Akan sangat indah seperti kalau aku menelepon lainnya untuk mempermudah malaikat menjalankan tugasnya." Damian tersenyum kecil dan memberi tahu pada teman- temannya untuk datang ke markas.


Sesampainya didepan tempat yang memiliki gerbang yang sangat menjulang tinggi dengan bewarna hitam. Banyak sekali bodyguard yang berjaga didepan markasnya.


Markas dengan nuansa Drak, dari luar markas terlihat sangat menakutkan dengan gerbang yang tinggi, tembok yang sudah terlihat lapuk, tidak banyak lampu yang tersorot di depan markas, pintu yang terlihat kusam dengan besi yang berjejer disampingnya, besi itu bukan besi biasa. Besi itu mempunya sidik jadi atau sensor tubuh, yang apa bila ada orang yang bukan anggota Black Devils akan masuk  ke Markas, benda itu akan mengalirkan setruman yang sangat dahsyat hingga orang yang terkena akan pingsan sementara namun dengan darah yang mengalir dari berbagai tempat contohnya hidung dan mulut.


Mungkin seseorang yang melihat Markas dari luar akan menyebutnya seperti rumah tua yang sudah tidak terurus,tapi jangan salah setelah masuk kedalam Markas dijamin pasti akan terpanah dengan barang barang yang berada disitu. Banyak sekali senjata-senjata yang dibuat untuk menyiksa para penghianat. Banyak lorong-lorong yang membuat kesan seramnya dan juga mempunyai ruang bawah tanah untuk menyiksa bahkan melayangkan nyawa orang-orang. Tapi jangan salah lantai paling atas adalah lantai paling indah.


Dilantai atas biasanya digunakan oleh Damian beserta teman-temannya untuk bersantai atau juga  kalau mereka tidak pulang kerumah,mereka akan menginap disitu. Bagi mereka markas Black Devils adalah rumah keduanya.


Damian masuk kedalam Markas dan langsung menuju keruang bawah tanah, dilihatnya disana sudah terkumpul semua temannya beserta Jhon.


Alister Henry, seorang dokter bedah di salah satu Rumah sakit besar milik Damian Xarles. Selain seorang dokter bedah, Alister juga seorang hacker jenius, Alister memiliki sifat jail,humoris,ceplas ceplos  dan juga playboy. namun, dibalik ke tampanannya yang terlihat polos dan imut Alister adalah seorang Pysikopat yang mengerikan. Alister juga sama seperti Damian,dia juga memiliki julukan sebagai si Pysikopat gila.


David Beckham, seorang pemuda yang seumuran dengan Damian dan Alister. David memiliki sifat hampir sama seperti Damian,dia seorang pengusaha muda selain penusaha muda David juga sebagia seorang Peracik racun mematikan di dunia, David juga sama seperti kedua sahabatnya dia juga memiliki julukannya sendiri yaitu sang tanggan Dewa,Yang selalu  bisa mengantarkan nyawa orang dalam  hitungan detik.


Jhon Nathan, sosok pemuda misterius dia memiliki sifat sama seperti tuanya yaitu Damian Xarles dia memiliki umur lebih mudah 1 tahun dari Damian, Jhon bertugas sebagai asisten setia Damian sangking setianya, dia rela mengorbankan nyawa nya hanya demi melindungi Damian Xarles. Jhon Nathan sudah Damian anggap seperti adiknya sendiri semenjak kejadian yang menimpah Jhon beberapa tahun lalu. Jhon juga ditakuti ke 2 setelah Damian, Dia ditakuti karna ke lincahannya,otak yang jeniusnya dan dia juga sebagai Snaiper hebat dan handal.


"Malam tuan..." Ucap Jhon menunduk menghormati.

__ADS_1


__ADS_2