Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CHAPTER 4


__ADS_3

Srekk....


Tak....


Srekkk...


Arghhh....


Bunyi pisau saat  menyayat serta memotong beradu merdu dengan teriakan tawanan yang saat ini sedang di eksekusi oleh tiga psikopat yang sayangnya tampan bak dewa.


Arghh....


Bunyi teriakan keras itu, menggema diruang bawah tanah. Baron yang merasakan tubuhnya seperti ditusuk-tusuk pun tak kuasa menahan teriakan kesaktian.


Damian tersenyum devil, memandang Baron yang menggeliat meminta dilepaskan dari kursi yang mengeluarkan arus listrik itu.


Alister serta David mundur ketika Damian meningkatkan arus listrik yang mengalir dikursi itu.


"Sisakan tempat untuk aku mengukir lambang kita," ucap Damian dengan tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan acuh pada teriakan Baron.


"Ya ya ya, kau nih mengagetkan sekali! Coba saja kalau tadi kita terkena arus listrik itu." Kesal David pada Damian yang tidak melihat-lihat kalau mau menambahkan arus pada kursi itu.


Damian terkekeh,"palingan kau juga akan ikut mati!" Ucap enteng Alister yang melihat kearah Baron berontak.


"Kau juga bodoh, kau pasti akan terkena arus itu,"


"Tidak aku punya nyawa 10, sehingga tidak akan pernah mati dengan tersengat listrik itu." Jawab enteng Alister yang membuat David mendengus kesal.


"Sudah,mari kita lancarkan aksi menghantarkan penghianat ini dengan bertahap." Ucap Damian mematikan aliran listrik dengan remot ditangannya dan berjalan kearah Baron.


"Pindahkan kemeja eksekusi," suruh Damian pada bodyguard.


"Siap tuan..."


"Apakah anda sudah bosan hidup tuan?" Tanya Damian dengan tangan yang memotong jari-jari Baron dengan pisau tumpul.


"Arghhh....ti-tidak tuan...saya tidak bosan untuk hidup," Baron teriak saat dengan tidak teganya Damian menggosok-gosokkan pisau tumpul untuk memotong jarinya.


Tak...


Damian tersenyum melihat jari tengah Baron terpisah dari tangannya."tapi sepertinya anda sudah bosan Baron," sahut enteng Alister Mendekat kearah Baron dan mencukil kuku kaki milik Baron.  Ah...ini sangat menyenangkan, batin Alister.


Teriakan Baron semakin keras saat David dengan entengnya menyayat bibirnya sampai dengan telinganya.


Srettt....


"Arghhhh....dasar manusia iblis!!" Teriak Baron melotot dengan pipi yang menahan perih.


"Sudah tau kalau kita iblis, tapi kenapa masih mau bermacam-macam ha!" Bentak Damian tak kalah keras dengan mencengkram kuat dagu Baron. Damian berusaha menarik keluar lidah Baron.


"Akhhh,ampun dagan Otong idah Aya Uan..." Mohon Baron menggelengkan kepalanya berusaha melepaskan lidah yang sudah digenggam  Damian.


Tak....


"Satu potongan untuk mulut yang sudah beraninya memakan uang perusahaan."


Tak....


"Dua potongan untuk mulut yang sudah mengingkari janji."

__ADS_1


Tak...


"Dan potongan ketiga,karena sudah berani membentak saya!" Damian Memotong  bagian lidah paling dalam tanpa mempedulikan teriakan keras milik Baron.


Arghhhhh.....


Darah keluar deras dari mulut Baron, darah tak henti-hentinya mengucur dari arah mulut Baron yang sedari tadi membuka. Damian memandang karyanya dengan senyuman Devilnya, tiga potong lidah dirinya lihat berada dilantai. Tangan yang terkena ludah bercampur dengan darah,ini sangat menjijikan.


Baron disana sudah terkulai lemas tak berdaya dengan darah yang terus menerus mengalir dari mulutnya, sakitnya sangat luar biasa yang dia rasakan.


"Gantian aku, kalian mundur dan lihatlah pertunjukanku," ucap David dengan silet berkarat yang berada ditangannya. Damian dan Alister pun mengikuti kemauan David,mereka berdua mundur dari tubuh Baron.


David memandang dari atas tubuh Baron, terlihatnya tangan masih menganggur,"apakah tangan ini yang kau buat mengambil uang?" Tanya David pada Baron.


Baron menggeleng keras saat sudah merasakan goresan benda kecil tapi tajam itu," akhhh,saya mohon tuan bunuh saja Sekarang." Pinta Baron dengan nada yang sudah susah dicerna, ketika keluar satu kata saja darah meluber kemana-mana.


David tidak mendengarkan ucapan Baron,David dengan lihai mengukir kata "DEATH" di lengan tangan milik Baron, setelah selesai dirinya berjalan mengambil Kampak yang terletak disamping meja eksekusi. Dan—


Tak.....


Arghhhhhhhh....


Teriakan terdengar berbarengan dengan putusnya tangan kanan milik Baron.


David mengangkat tangan yang sudah terpotong."Haha,apakah ini sangat indah. Potongan tangan dengan ukiran yang sangat cantik," ucapnya membanggakan diri memperlihatkan kearah dua temannya,dan hanya dibalas wajah datar.


David membuang tangan itu kebawah dan kembali mengambil silet tadi,"uhhh seperti telinga anda sangat bagus kalau dijadikan koleksi saya." Tangan David membalik-balikan telinga Baron dan sesekali memuntirnya. "Aishhh...kenapa tidak copot saat aku tarik!" Kesal David, Baron hanya memejamkan mata,dirinya sudah tidak kuat hanya sekedar teriak.


"Kau akan bodoh Vid,saat sedang mengeksekusi!" Ucap Alister heran,David akan jadi bodoh ketika mengeksekusi lawannya,apa mungkin saking senang dengan hasilnya?


David tidak mendengarkan ucapan Alister,dirinya menggesekkan silet berkarat itu pada telinga Baron secara perlahan-lahan,dirinya sangat menikmati setiap gesekan yang dibuat secara lambat,itu sangat indah saat merasakan daging yang terbelah dari kulit kepala namun secara perlahan diikuti keluarnya darah merembes tangan yang memegang silet.


Tak....


"Hahaha...ini sangat tampan sekali kau Baron dengan gaya yang seperti itu." Tawa David yang membuat Jhon bergidik ngeri. Jhon hanya geleng-geleng melihat kelakuan tiga psikopat itu. Hanya aku yang waras tidak membunuh manusia. Batin Jhon.


Jhon memang berbeda dari ketiganya, Jhon paling anti untuk soal membunuh tapi jangan salah ketika sudah keluar jiwa keiblisan Jhon,akan lebih menyeramkan dari pada jiwa keiblisan milik Alister yang notabennya dokter psikopat.


"Ampun tuan...sudah argh...." Baron yang merasakan sekujur tubuhnya sakit pun teriak.


Rasanya sangat menyakitkan dan menyiksa berada disini,dirinya janji tidak akan berkhianat lagi. Merasakan kulitnya yang terkelupas semua, dan menghadapi ketiga orang gila seperti mereka yang sedang menyiksa dirinya membuat pusing kepala Baron.


"Heh sudah mau mati aja! Aku tuh belum puas," kata David yang melihat Baron akan menutup matanya.


Damian dan Alister yang sedang menguliti pun memandang kewajah Baron yang akan menutup matanya. Damian tersenyum misterius kearah Alister, mereka berdua mengangguk dan,


Jleb....


Jleb...


"Arghhhhhhhh...." Teriak Baron yang sadar kembali ketika merasakan kedua matanya yang di tusuk secara bersamaan.


Damian mencabut pisaunya dan lihatlah karyanya sangat bagus,sehingga mendapatkan aliran air yang menyegarkan   keluar dari lubang mata Baron. Sedangkan Alister memutar pisau yang masih menancap lalu memutar dan yah dapat,satu bola mata untuk menambah koleksi gantungan kuncinya.


"Yah padahal udah ngincer mata dari tadi malah sudah keduluan," ucap lesu David yang melihat Alister  mendapatkan bola mata ditangannya.


"Kau kalah cepat bro!" Kata Alister memasukkan bola mata kekantong jasnya,dan melanjutkan aksi mengukirnya.


Dilihatnya saat ini kondisi Baron sangat memprihatikan, bola mata yang sudah bolong satu namun darah tetap mengalir deras dari kedua matanya, sobekan panjang dari bibir sampai telinga, ukiran di bagian jidat serta pipi satunya,banyak sekali sayatan yang terdapat di bagian leher,tangan yang sudah hilang satu entah kemana, kaki yang sudah penuh dengan ukiran berdarah, telinga tinggal satu, jangan lupakan mulut yang hanya menganga penuh dengan darah yang mengalir kearah bawah seperti air terjun, kulit-kulit  yang hampir semuanya mengelupas akibat dikuliti, jari kaki yang sudah hilang, jari tangan juga sudah tidak lengkap,dan perut yang sudah terukir indah dengan gambar iblis  yang masih setengah mereka ukir bertiga pun terlihat sangat apik di bagian perut Baron.

__ADS_1


"Sediakan air garam yang dicampur dengan air jeruk nipis satu ember penuh," suruh  Damian pada bodyguard dengan wajah mengerikan sambil meneruskan ukiran yang dibuat dengan  Alister.


David saat ini sedang asik menusuk-nusuk kecil leher Baron namun tetap mengeluarkan darah. Terkadang sesekali David  juga ikut mengukir di tubuh dan wajah baron. Entahlah kadang Damian heran pada musuh dirinya kenapa  Meraka sangat lama sekali untuk mati, mungkin ini ada campur tangannya dengan  David yang sudah menyediakan obat agar Lawannya tidak mudah untuk mati. Ini sangat menyenangkan, apakah kalian tidak ingin mencobanya?


Tidak lama kemudian Damian melihat  bodyguardnya membawakan satu ember penuh  berisi air yang dirinya inginkan. "minggir Al, Vid." Ucap Damian kepada Alister serta David  yang masih asik mengukir-ngukir di tubuh Baron


"ini tuan airnya."ucap bodyguard yang membawa air garam tersebut sambil meringis melihat rekan kerjanya itu karena kondisi nya benar2 mengenaskan dengan darah yang berceceran mengalir dari tubuhnya.


"Siramkan ke padanya," kata Damian dengan enteng  sambil menggeser tubuh nya dan di ikuti oleh Alister serta David.


BYURRR...


AKHHHHHHHHHHH....


Teriakan itu melengking,sangat keras sehingga terdengar menyakitkan diruangan itu. Teriakan meminta tolong namunan tiada orang yang menolongnya,siapa yang berani menolong orang yang sudah berada ditangan Damian. "Maafkan aku Bar, aku tidak bisa menolongmu." Batin bodyguard yang menyiramkan itu serta memejamkan matanya tidak tega melihat temannya seperti itu,tapi dirinya bisa berbuat apa?


Ketiga iblis itu sangat menikmati terikan kesakitan dengan memejamkan mata, rasanya teriakan itu mengalun indah di telinganya bagaikan musik yang dirinya sukai setiap menyiksa seperti ini. sedangkan yang lainnya,yang berada diruangan  tersebut hanya bisa  meringis dan ada juga gemetaran mendengar teriakan itu, benar-benar iblis berkedok malaikat  saat dilihat dari Wajahnya.


Jhon yang mendengar teriakan itu dengan posisi berada dipojok ruangan dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya,karena melihat kondisi Baron yang jauh dari kata baik dan juga melihat Tuannya dan kedua sahabat Tuannya lagi lagi hanya menggelengkan kepalanya serta meringis.


para anggota yang berada luar ruangan benar-benar dibuat tak berpikir dua kali jika ingin berhianat dari black devils apa lagi hanya karna uang dan ketenaran. Tuanya itu akan menyiksanya dengan tak main-main.


"Tuan....tolong bunuh saya...saya mohon..." Ucap lirih Baron.


"Yah masa udah si segitu doang... padahal masih belum puas aku mengambil jantung anda," kata David sok sedih.


Alister mengangguk dan berjalan mendekati Baron kembali. Sedangkan Damian kembali lagi kearah bangku kebesarannya dan diikuti David. Mereka berdua  akan melihat pertunjukan yang dibuat Alister.


Jleb....


Sret....


Arghhhhhh....


Alister menusuk tepat arah perut dan menarik kearah dada Baron namun tetap tidak mengenai jantung baron.sangat lincah sekali Alister  mengubek-ubek perut Baron dengan pisau ditangannya. Setelah dirasa cukup terbelah lebar Alister membuang pisaunya dan tangannya dimasukkan kedalam perut Baron.


Alister menarik usus  milik Baron dan mengeluarkannya, setelah dirasa menemukan yang dia mau,Alister melihat kearah David dan Damian. Mereka berdua mengangguk dan Alister menarik keras jantung milik Baron yang membuat Baron teriak untuk terakhir kalinya.


Arghhhhhhhh...


Teriaknya dibarengi dengan muncratnya darah yang berterbangan kemana-mana dari arah mulut, Alister mengusap wajahnya ketika terkena muncratan darah diwajahnya.


Alister tersenyum dan menyerahkan jantung kepada bodyguard agar disimpan dan dijual ke pasar gelap. Dirinya berjalan kearah Damian dan David dengan keadan baju yang penuh dengan darah dari Baron. Mereka bertiga bertos ala mereka dan ketawa puas.


"Kali ini aku yang menutup!" Semangat David mengeluarkan pistol dari saku jasnya dan menarik pelatuknya.


Dor....


Kepala Baron pecah sehingga darah kembali berterbangan kemana-mana bercampur dengan daging yang tercingcang alami. Kali ini benar-benar sangat memuaskan, bau darah yang sangat segar, teriakan yang mengalun indah sebagai musik dan kepuasan mereka tentunya terkabulkan.


Tempat yang  tadinya bersih Sekarang berceceran banyak darah serta daging-daging yang terlempar saat tadi David menembak kepala Baron pun banyak yang menempel didinding ruangan.


"Bereskan semuanya, hilangkan jejak dan organ-organ yang masih bisa dijual ambil, lalu bawalah kearah Utara,kepasar gelap. Sisanya berilah makan pada blackRose. Sudah lama dia tidak memakan daging segar," ucap Damian dan diangguki bodyguard yang ada disitu.


Sedikit informasi, BlackRose adalah hewan peliharaan milik Black Devils yang berupa hewan  singa,namun singa milik Black Devils kali ini sangat berbeda. Warna singa  milik Black Devils atau tepatnya milik Damian, berwarna hitam pekat. Damian menemukan singa  yang dinamakan BlackRose itu di hutan saat dirinya sedang menjalankan aksinya menjual senjata.


Dirinyalah kira itu adalah hanya kucing biasa yang berwarna hitam,dirinya membawa kucing hitam itu kemansionnya dan merawatnya namun seiring berjalannya waktu dirinya mengetahui kalau itu bukanlah kucing, melainkan singa.  Dan dia beri nama BlackRose dan menjadikan hewan peliharaan kesayangannya.


Kembali lagi kecerita, Damian, Alister,David serta Jhon pergi keluar dari ruangan itu dan berjalan kearah ruangan khusus untuk mereka berempat

__ADS_1


Mereka bertiga tentunya kecuali Jhon membersihkan bajunya dan mengganti bajunya, setelahnya mereka pergi dari markas melakukan perkejaannya masing-masing.


__ADS_2