Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CH-43 Sisi Lain Jeremy


__ADS_3

Beberapa hari kemudian kondisi Jeremy tidak mengalami perubahan, belum bangun dari komanya. Setelah konsultasi dengan Dokter, sesuai keinginan Evelyn pria itu akhirnya dibawa pulang ke tanah air, keluar dari Hongkong.


Ryan tidak bisa berbuat apa-apa karena walau bagaimanapun Evelyn istrinya Jeremy yang lebih berhak memutuskan nasib suaminya.


Siang itu seperti biasa Evelyn sedang berada di RS menunggui Jeremy, saat ada dua orang pria datang menemuinya.


Everlyn menatap kedua pria yang berdiri di pintu itu. “Kalian siapa?”


“Kami dari perusahaan otomotif milik Pak Jeremy!” jawab pria yang berambut putih itu.


“Perusahaan otomotif?” Evelyn bingung.


“Benar, Bu!” jawab pria berambut putih itu lagi.


Evelyn merasa bingung, dia tidak mengerti dengan semua itu. Diapun menoleh pada Jeremy yang tidak bergerak sedikitpun, lalu menoleh pada pria berambut putih itu.


“Baiklah, kita bicara diluar!” jawab Evelyn yang diangguki dua pria itu.


Setelah keluar dari ruangan itu barulah Evelyn mulai bicara. “Ada apa? Aku tidak mengerti dengan perusahaan otomotif Jeremy.”


“Perkenalkan saya Candra, saya kepala operasional perusaahan otomotif Pak Jeremy. Saya yang mengelola perusahaannya Pak Jeremy terutama jika Pak Jeremy berada di Hongkong!”


Evelynpun terdiam, dia tidakmenyangka ternyata selain berbisnis yang illegal, pria itu memiliki perusahaan yang legal. Terus kenapa Jeremy masih saja menggeluti bisnis di dunia hitamnya?


“Maksudmu perusahaan Jeremy itu… Pak Jeremy itu Legal?” tanya Avelyn dengan hati-hati, dia tidak mau terlibat dalam bisnis yang menyalahi hukum.


“Legal Bu, Pak Jeremy sebagai CEO perusahaan otomotif ini.  Perusahaan ini sudah berbadan hukum dan berjalan sudah berpuluh tahun lamanya.”


Evelyn semakin tidak bisa bicara, dimatanya pria itu terlihat sangat buruk.


“Saya bagian keuangan Bu, saya Hendrik,” kata pria satunya lagi, membuat Evelyn menoleh padanya dan mengangguk.


“Jadi maksud kalian menemuiku ada apa? Kalian bisa lihat suamiku sedang koma sekarang!” kata Evelyn.


“Kami akan mengadakan rapat pemegang saham. Juga beberapa hal yang sangat penting yang tidak bisa saya putuskan di rapat pemegang saham nanti! Jadi sebagai istri Pak Jeremy, secara hukum Ibu bisa mengambil alih keputusan penting perusahaan. Meskipun saya sebagai penanggung jawab operasional tetapi untuk hal hal yang bersifat prinsif  tetap Pak Jeremy yang memutuskannya!” Pak Candra menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


Evelyn tidak bisa berkata-kata, dia bingung kenapa dia tiba-tiba jadi pemilik sebuah perusahaan besar?


Setelah berbicara panjag lebar barulah kedua orang itu pergi dan Evelyn berjanji untuk datang ke kantornya Jeremy besok. Evelynpun kembali masuk ke ruang rawatnya Jeremy.


Evelyn menatap tubuh Jeremy yang tidak sadarkan diri itu, diapun menghampirinya, duduk di kursi yang biasa dia duduki kalau menunggu Jeremy. Dia merasa bingung dengan semua ini. Tenyata dia tidak mengenal suaminya itu, yang dia tahu kalau Jeremy memiliki pekerjaan yang melanggar hukum, ternyata dia punya usaha lain yang legal dan sangat besar. Kenapa juga Jeremy melakukan pekerjaan yang salah dan beresiko besar termasuk terancam nyawanya? Buat apa? Tidak cukupkah dari perusahaan otomotif itu?


Evelyn menutup pintu ruangan itu setelah bicara dengan suster kalau dia akan pulang, baru juga keluar dari ruang itu dia terkejut karena Ryan datang menghampiri ruangan itu.


“Kau akan pulang?” tanya Ryan.


“Iya!” Evelyn mengangguk lalu menatapnya lagi.


“Oh ya apa kau tahu kalau Jeremy punya usaha otomotif?”


Ryan mengerutkan dahinya. “Iya, tahu! Kau tahu darimana kalau Jeremy punya usaha otomotif?”


“Baru saja ada yang datang memberitahukan soal itu dan sepertinya sementara Jeremy dalam keadaan koma maka aku akan menggantikan posisinya, supaya perusahaannya tetap berjalan,” jawab Evelyn, kembali menoleh ke dalam ruangan.


Tentu saja Ryan sangat terkejut mendengarnya. “Kau serius?”


Ryanpun diam, dia memang tidak pernah terlibat dengan urusan bisnis legalnya Jeremy, dia hanya bekerja di bisnis ilegalnya dan dia tidak pernah ikut campur dengan perusahaan otomotif itu. Hanya saja terbersit dalam benaknya, sepertinya ini adalah hal yang bagus untuk Selena, karena apa? Karena semakin menunjukkan kalau Selena bukanlah siapa-siapa Jeremy.


Ryan tidak bicara apa-apa lagi dan membiarkan Evelyn pulang. Dia hanya melirik pada suster yang datang untuk menjaga Jeremy. Diambilnya ponsel untuk menelpon Selena sambil menjauh dari ruang rawat itu.


“Apa kau tahu kalau Jeremy sudah pulang?” tanya Ryan.


“Jadi wanita itu membawa Jeremy pulang?” Selena balik bertanya, Ryan tidak menjawab.


“Bagaimana keadaan Jeremy?” tanya Selena lagi.


Ryan tersenyum sinis. “Kau masih  peduli juga?”


Disebrang telpon, Selena berjalan di dalam kamarnya sambil melihat keluar jendela dengan ponsel ditempelkan


ditelinganya. “Tentu saja aku peduli.”

__ADS_1


“Setelah apa yang kau lakukan padanya?” tanya Ryan, dia juga berjalan semakin jauh dari kamar rawatnya Jeremy.


Selena menghentikan langkahnya. “Maksudmu apa?”


“Aku tahu apa yang sudah kau rencanakan dengan Ken!”


Selenapun terdiam, terdengar lagi suara Ryan disebrangnya.


“Kau tahu apa yang terjadi saat Jeremy koma?”


“Maksudmu?” Selena mengerutkan dahinya tidak mengerti.


“Yang beruntung adalah istrinya, Evelyn. Dia  sekarang  memimpin perusahaan otomotifnya Jeremy!” ucap Ryan sambil tertawa.


Tentu saja kabar itu membuat Selena naik pitam. Kenapa semua masalah membawa kebaikan untuk Evelyn? Jeremy koma bukannya membuat wanita itu terpuruk tapi malah jadi memiliki perusahaannya Jeremy, apalagi kalau Jeremy mati,  wanita itu akan jadi janda kaya raya.


Selena benar-benar kesal dengan informasi dari Ryan itu, setelah sekian lama menemani Jeremy tanpa pernikahan, tiba-tiba saja Evelyn yang baru masuk kedalam kehidupannya Jeremy yang menguasai kekayaannya Jeremy! Lagi-lagi dia tidak bisa terima dengan semua ini.


Saat telponnya tiba-tiba dimatikan Selena membuat Ryan tersenyum dia sudah yakin Selena akan sakit hati dan itu sangat baik membuat hubungan Jeremy dan Selena tidak akur.


Ryan kembali masuk ke ruangan Jeremy saat dilihatnya perawat keluar dari ruangan itu dengan membawa sebuah kotak kasa. Diapun duduk  di kursi dekat tubuhnya Jeremy, melihat pria yang tidak berdaya itu lalu tersenyum.


“Kau tahu, sebenarnya aku senang kau seperti ini!” ucap Ryan, menatap wajah pucatnya Jeremy.


“Aku tidak menyangka kau akan selamat dari Ken. apalagi hanya demi wanita itu! Wanita yang sama sekali tidak kau cintai tapi kau berani bertaruh nyawa darinya. Sungguh aku merasa heran, karena meskipun aku menyukai Selena, aku tidak mau mengorbankan nyawaku demi Selena. Tapi kau, bukan wanita yang kau cintai saja kau  mau mengorbankan nyawamu, kau pria yang sangat bodoh!”


Ryan menghentikan bicaranya, melihat lagi tubuh Jeremy dari kepala sampai kaki dan kembali tersenyum sinis.


“Tapi jujur aku merasa heran karena kau bisa melakukan itu pada Evelyn. Kau benar-benar akan mati konyol kalau bukan Ken yang mengasihanimu dan membiarkan wanita itu membawamu!” lanjut Ryan, dengan hatinya yang terus mendendam pada pria yang ada dihadapannya itu.


Tidak pernah terfikirkan oleh Ryan kalau apa yang sudah dikatakannya memang  tidak bisa di jawab Jeremy, tapi


di alam bawah sadarnya Jeremy bisa mendengar apa yang dikatakan Ryan itu.


*****

__ADS_1


__ADS_2