Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CH-80 Evelyn Mengalah


__ADS_3

Ryan kembali


mendekati Ayres. “Apa kau tahu anak kecil kenapa pria itu dikatakan meninggal?


Karena dia sangat buruk perilakunya. Dia pria brengsek! Sangat brengsek!”


“Ryan! Stop!


Jangan mengotori pikiran Ayres!” teriak Evelyn.


Ryan malah


tertawa, dan menatap Ayres yang menatapnya tidak mengerti.


“Pria itu Ayahmu,


Ayah brengsekmu!”


“Ryan!”


Evelyn kesal sekali pada Ryan yang membuat Ayres terkejum.


“Kau..Ayah?”


tanya Ayres menoleh pada Jeremy.


“Ayah tidak


meninggal?” tanya anak kecil itu lagi.


“Sayang,


nanti di rumah Ibu jelaskan!” Evelyn jadi bingung menjelaskannya.


“Ryan, stop


bermain-main!”


“Aku memang


suka permainan keluarga kecil ini.


“Ryan!


Bebaskan anak istriku! Kau hanya berurusan denganku!” teriak Jeremy.


Ayres


menatapnya dengan bingung. “Kenapa Ayah tidak ada bersamaku? Temanku Ayahnya


ada di rumah.”


Jeremy


menoleh pada putranya. “Sayang, Ayah sibuk bekerja. Sekarang kan kita sudah


bertemu jadi kita akan tinggal bersama, kau senang?”


Jeremy mencoba


menjelaskan sambil tersenyum, hatinya sebenarnya sangat hancur, harus bertemu


dengan putranya setelah bertahun tahun lamanya tidak bertemu.


“Sayang,


maafkan Ayah karena baru sekarang kita bertemu. Ayah janji mulai sekarang tidak


akan pernah jauh lagi darimu, juga ibumu.”


Ayres menatap


Jeremy dengan bingung, dia tidak mengerti kenapa dia harus jauh dengan ayahnya


sedangkan teman-temannya ayahnya ada semua, setiap hari mereka bertemu dengan


ayahnya. Tidak sepertinya yang wajah ayahnya saja tidak tahu.


“Pertemuan


yang sangat mengharukan!”


“Ryan!


Keluarkan Ayres, biar dia bersamaku. Kasihan dia lelah!” pinta Evelyn.


Ryan menoleh


pada Evelyn. “Kau sudah tidak sabar ingin bersama Ayres? Tapi sayangnya aku


tidak bisa mengabulkan itu!”


“Maksumu


apa?” Evelyn terkejut.


“Karena aku


akan memberikan pilihan pada Jeremy, siapa yang akan dia pilih untuk dibawa


pulang!”


“Apa?”


Evelyn dan Jeremy terkejut.


“Ryan! Aku


tidak peduli kau ada urusan apa dengan Jeremy, tapi jangan melibatkanku dengan


Ayres! Aku tidak peduli apapun urusan kalian!” teriak Evelyn dengan marah, tapi


matanya tergenang airmata,dia tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti


ini.


“Tidak, tidak,


itu terlalu mudah buat Jeremy. Aku tidak suka, kurang dramatis.”


“Brengsek


kau Ryan! Lepaskan anak istriku!” Jeremy berontak dan senjata langsung menempel


ke kepalanya.


Evelyn sudah


menangis saja sesenggukan, dia mengkhawatirkan keadaannya Ayres.


“Ibuu…Ibu…”

__ADS_1


teriak Ayres.


“Ayres


sayang, maafkan Ibu, Nak! Ibu sudah membuatmu menderita!” Evelyn terus terisak


sambil menatap putranya, dia begitu ingin memeluk putranya itu.


Jeremy


benar-benar sudah kehilangan kesabaran. “Cepat katakan apa maumu?”


“Aku hanya


minta salah satu orang yang kau sayangi itu kau pilih. Kau ingin membebaskan


Ayres atau Evelyn. Sudah cukup, itu saja.”


“Kau


brengsek!”


“Sudahlah


kau tinggal memeilih saja.”


“Aku tidak memilih


keduanya.”


“Apa setelah


ini kau tidak akan mengganggu lagi putraku?” tanya Evelyn tiba-tiba, membuat Ryan


dan Jeremy menoleh.


“Kau boleh


menahanku, tapi bebaskan Ayres. Dan berjanjilah kau tidak akan pernah


mengganggu putraku lagi!”


“Tidak,


Sayang! Tidak begitu! Aku tidak mengijinkan kau melakukannya! Aku akan cari


cara untuk melepaskan kalian berdua!”


Evelyn


menoleh pada Jeremy. “Bawa Ayres pulang!”


Jeremy


menggelengkan kepalanya berulang. “Jangan, tidak, tidak boleh begitu! Ini keputusana


yang salah! Kau tidak boleh ikut dengan laki-laki biadab ini!”


Ryan


langsung saja tertawa, lalu mendekati Evelyn menatapnya dari atas sampai bawah.


“Kau tahu,


ternyata kau lebih menggairahkan daripada Selena.”


“Tidak Ryan!


Aku menolak permintaanmu! Sayang, Evelyn, kau tidak boleh bersamanya.”


solusi yang lain?” Evelyn menatapnya dengan mata yang nanar.


“Aku belum


ada, tapi semua ini tidak ada kaitannya denganmu!”


“Cck ck ck!


Tidak , tidak Jeremy. Aku menyuruhu memilih! Siapa yang ingin kau bebaskan?


Ayres atau Evelyn, aku ingin tahu mana yang paling kau sayangi. Tapi aku bisa


menebak, Ayres yang ingin kau bebaskan. Benarkan?”


“Tidak, aku


ingin mereka berdua bebas!”


“Ibu..uuhuk,


Ibu…” Ayres kembali memanggil manggil Evelyn yang hanya bisa menatapnya.


“Ayres, Sayang.


Jangan menangis sayang. Jangan!”


“Ibu..”


“Jadi


bagaimana keputusannya?” tanya Ryan pada Jeremy.


Pria itu


masih diam, Evelyn yang kembali menoleh pada Jeremy.


“Tidak apa, biar


Ayres bebas, bawalah Ayres pulang!”


Ryan


langsung terbahak-bahak senang. “Aku sangat senang melihat drama ini. Ternyata


kau tahu apa yang aku inginkan! Aku akan membebaskan Ayres pulang bersama suamimu


eh mantan suamimu sebelum kita sedikit berpesta.”


“Berpesta?”


Evelyn terkejut bukan main.


Ryan


mendekati Evelyn. “Aku ingin kau tahu bagaimana rasanya berhubungan di tonton


banyak orang!”


“Apa? Kau gila!”


Wajah Evelyn langsung saja memucat.

__ADS_1


“Ryan,


jangan macam-macam!” bentak Jeremy.


“Cuma itu


caranya, kau bisa membawa pulang Ayres. Melihatku bersenang-senang dengan wanita


yang kau cintai. Aku tahu kalau kau melihatku dengan Selena tidak akan membuat


hatimu terluka, tapi kalau melihatku bersama wanita yang kau cintai, aku yakin


hatimu akan teriris-iris, aku sangat suka detik-detik itu.”


“Kau,


keterlaluan! Kau pikir aku tidak membunuhmu? Menghancurkanmu? Aku mengalah


karena  permintaan istriku! Aku ingin


istriku bahagia bersamaku! Ternyata aku salah, aku sudah membiarkan anjing


piaraanku menggigitku!”


Ryan tertawa


sangat senang.


“Apa setelah


itu kau akan melepaskan Ayres, membiarkannya pergi dengan Jeremy?” tanya


Evelyn, menahan tangis yang sebenarnya ingin meledak begitu saja.


Ryan


langsung tertawa terbahak-bahak, hatinya sangat senang. Terutama melihat Jeremy


yang tidak bisa berkutik. Kalau soal fisik, dia tidak akan peduli tapi soal


hati, dia tahu hatinya Jeremy akan sakit sesakit-sakitnya dan itu yang dia mau,


menyakiti lewat orang-orang yang dicintainya.


“Sayang,


jangan melakukan itu! Bertahanlah, ada solusi yang lain!” Jeremy mencoba


mencegah, membuat Ryan tertawa.


“Solusi apa?


Bergerak sedikit saja kepalamu hancur dan tidak ada yang akan bisa menyelamatkan


anak istrimu.”


“Kau keparat


Ryan! Aku berjanji setelah ini kau akan aku kuliti!” teriak Jeremy, saking


marahnya.


Ryan tertawa


senang.


Evelyn


menoleh pada putranya yang semakin terlihat lelah.


“Ryan,


terserah kau mau melakukan apapun padaku, asalkan Ayres kau bebaskan, keluarkan


dia!”


“Tidak,


Sayang! Tidak begitu!” Jeremy sebenarnya tidak peduli dengan nyawanya, Cuma kalau


dia mati, siapa yang akan menyelamatkan anak istrinya?


“Oke, oke,


aku tidak akan ingkar janji, Ayres aku lepaskan!” Ryan menoleh pada


orang-orangnya yang langsung mengerti dan mengeluarkan Ayres dari kerangkeng


itu.


Ayres akan


berlari menghampiri Evelyn tapi orang-orangnya Ryan malah memegangnya saja,


lalu mundur menjauh.


“Ibuu..”


“Ibuu..”


Ayres terus menangis, membuat hati Evelyn hancur melihatnya.


“Bawa dia


keluar, biarkan pergi dengan Jeremy!”


“Tidak, Sayang.


Jeremy boleh membawa Ayres keluar setelah kau memuaskanku diatas meja ini,


seperti apa yang suamimu lakukan dulu bersama Selena. Apa kau tahu itu? Sungguh


pesta yang sangat hot!”


Evelyn terdiam,


dia tahu soal itu dan itu sangat menyakitkan. Mempunyai suami yang perilakunya


sangat buruk membuatnya terus disakiti.


“Ryan!”


Jeremy marah bukan main, hatinya semakin gelisah, membayangkan Ryan menyentuh


istrinya didepannya. Sungguh dia tidak terima semua itu.


Evelyn


menahan isak tangis yang ada didadanya.


“Tutup mata

__ADS_1


Ayres, jangan biarkan dia melihat ini!” Airmata langsung tumpah ke pipinya.


***


__ADS_2