Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CH-20 Pengakuan Selena


__ADS_3

Sekitar satu jam kemudian, setelah mobil berbelok-belok menyusuri jalanan Ibu kota yang padat kendaraan dan terang benderang oleh lampu-lampu jalan. Mobil mewahnya Jeremy memasuki sebuah gedung bertingkat, sebuah hotel mewah di Ibukota.


Jeremy turun duluan dari mobilnya barulah Evelyn.


“Dimana acaranya?” tanya Evelyn.


“Aku juga tidak tahu,” jawab Jeremy, menoleh pada istrinya yang sedang merapihkan gaunnya karena tertarik saat duduk didalam mobil tadi. Ini pertama kalinya dia bepergian dengan istri sendiri dalam sebuah acara. Biasanya dia hanya berkencan dengan wanita yang selalu berganti-ganti setiap waktu.


Evelyn merasa ada yang memperhatikan, diapun menoleh pada Jeremy.


“Ada apa?” tanya Evelyn.


“Tidak apa-apa,” jawab Jeremy.


“Ayo!” ajaknya sambil tangannya meraih tangannya Evelyn.


Wanita itu menatap tangan yang sedang dipegang Jeremy tapi tidak bicara apa-apa, kakunya mengikuti langkah Jeremy. Dia dan pri itu sudah pernah sangat intim, tapi sekarang hanya di pegang tangannya saja rasanya berbeda. Ada senang dihatinya, setidaknya Jeremy memperlihatkan sisi kemanusiaannya.


Jeremy dan Evelyn di bawa petugas hotel itu menuju ruangan yang digunakan untuk merayakan pestanya Jeremy.


Saat memasuki ruangan tengah hotel itu ada aula besar yang sangat luas seperti loby, disana ada beberpa gerombrol pria yang sedang duduk bersenda gurau. Saat melihat Jeremy datang mereka langsung menyapanya. Ada satu orang yang memperhatikan mereka dengan begitu seirus, dia adalh Ryan, dia merasa heran melaihat Jeremy datang bersama istrinya, padahal yang membuat acara ulangtahun ini adalah Selena, dan sudah dipastikan mereka akan bermalam bersama.


“Jeremy!” panggil salah seorang dari yang duduk berkumpul itu.


Jeremy langsung menghampiri mereka. Teman-temannya langsung saja melirik pada Evelyn.


“Jeremy, kau bawa wanita baru apa kau mau main bertiga dengan Selena?” tanya salah seorang itu.


Mendengarnya tentu saja membuat sakit hati Evelyn, tapi dia sudah memutuskan untuk tetap kuat menghadapi semua ini.


“Ini istriku,” jawab Jeremy, membuat Evelyn merasa terkejut mendengarnya, ternyata Jeremy mau mengakuinya sebagai istrinya pada teman-temannya.


Tentu saja jawaban Jeremy membuat teman-temannya terkejut, tidak percaya, merekapun tertawa.


“Apa kau sudah berpaling dari Selena?” celetuk salah seorang.


“Aku memang istrinya Jeremy,” Evelyn yang menjawab, tentu saja semuanya shock dan langsung diam dan menatap Evelyn.


“Ayo kita masuk!” ajak Ryan tiba-tiba, sambil berdiri, meninggalkan tempat itu.


Jeremy tidak banyak bicara lagi langsung mengikuti langkahnya Ryan, diikuti Evelyn.


Teman-teman Jeremypun bangun, mengikutinya menuju gedung tempat acara yang tidak jauh dari aula itu.


Sebelum masuk ke pintu ruangan itu sudah terdengar music-music DJ pengiring sama-samar. Setelah pintu dibuka, terlihatlah begitu ramai didalam.


Music hingar bingar membahana, ada yang melantai ada juga yang hanya duduk-duduk saja mengobrol.


Tiba-tiba seseorang berseru memanggil Jeremy.


“Jeremy! Kau datang sangat terlambat!” seru suara itu bersamaan dengan langkah kaki sepatunya yang tiba-tiba berhenti.


Jeremy menoleh kearah suara. Seraut wajah cantik dengan dandanannya yang khas, **** dan glamour.


Wanita itu berubah masam saat melihat wanita yang muncul dipintu dibelakangnya Jeremy. Apalagi wanita itu terlihat berbeda malam ini, terlihat sangat cantik. Ada bara yang langsung menyambar dihatinya. Katakutan Jeremy tidak membutuhkannya lagi menyeruak.


Diapun kembali menoleh pada Jeremy dan menghampirinya.


“Jeremy sayang, aku sudah menunggumu dari tadi,” kata wanita itu yang tiada lain Selena.


Evelyn menahan diri, saat suaminya menoleh pada Selena dan tersenyum, sungguh terpendam dalam hatinya, dia hanya ingin suaminya hanya tersenyum padanya, hanya mencintainya, hanya menginginkannya.

__ADS_1


Evelyn mencoba untuk tenang, dia sudah diniatkan untuk datang dan dia ingin merubah takdirnya Jeremy.


Kalau takdir awal Jeremy akan bersenang-senang dengan Selena, tidak yang akan terjadi sekarang, dia akan membuat suaminya pulang ke rumah.


Selena akan memeluk Jeremy, tiba-tiba terhenti karena Evelyn sudah berdiri didepannya Jeremy menghadapnya.


“Maaf, sepertinya kau tidak bisa memeluk suamiku,” kata Evelyn, menatap Selena.


 “Kau hanya perlu mengucapkan salamat ulang tahun tanpa memeluknya,” lanjut Evelyn.


Selena menoleh pada Jeremy yang tampak terkejut juga dengan sikapnya Evelyn.


“Jeremy!” panggil Selena.


“Sudahlah, tidak perlu ribut, aku mau duduk!” kata Jeremy, lalu beranjak diikuti teman-temannya.


Selena menatap Evelyn dengan kesal.


“Kau lupa, aku tidak mengundangmu! Kau sudah merusak pestaku dan Jeremy!” kata Selena.


“Apa kau juga lupa? Kau sudah merusak rumahtanggaku dengan Jeremy!” ucap Evelyn.


“Jeremy tidak mencintaimu, aku tahu dia! Kau saja yang tidak tahu diri!” kata Selena, dia akan beranjak, tapi langkahnya terhenti karena Evelyn bicara lagi.


“Kau salah, sebentar lagi dia akan mencintaiku!” kata Evelyn, sebenarnya dia tidak mau kondisi seperti ini, tapi mau tidak mau dia harus mempertahankan pernikahannya demi ayahnya Jeremy juga ayahnya.


Selena tidak bicara lagi, dia segera pergi menghampiri Jeremy yang duduk di sofa bersama teman-temannya,  tapi baru juga dia akan duduk disamping Jeremy, tiba-tiba ada yang menyerobot dan duduk lebih dulu.


Selena terkejut menatap siapa yang duduk itu, Evelyn duduk disamping Jeremy malah sangat menempel dan bersandar membuat Jeremy terkejut dan menoleh padanya. Evelyn hanya menatapnya dan tersenyum.


Meskipun bingung dengan sikap Evelyn, Jeremy langsung mengangkat tangannya memeluk bahu Evelyn, mengira wanita itu ingin dipeluknya, lalu berbicara lagi dengan temannya.


Selena menatap Evelyn dengan kesal, sepertinya Evelyn memang sengaja untuk membuat ribut dengannya. Diapun membalikkan badannya tidak jadi duduk dengan Jeremy


“Ada apa?” tanya Jeremy bingung, tapi dia suka melihat senyum itu, meskipun dia tahu itu senyum yang dipaksakan. Tapi Jeremy tidak bicara apa-apa lagi dan kembali bicara dengan teman-temannya.


Terdengar suara seorang wanita bicara di microfon.


“Perhatian semuanya!”


Suara itu membuat semua orang menoleh kearah panggung ujung ruangan, yang ternyata adalah suara Selena.


“Aku membuat acara ini spesial untuk seseorang yang sangat special,” ujar Selena.


Evelyn mengeluh dalam hati kenapa wanita itu tidak tahu malu bicara seperti itu pada suaminya?


“Jeremy!” panggil Selena, diikuti semua orang yang hadir di ruangan itu.


Jeremy langsung bangun menghampiri Selena begitu juga teman-temannya, semua berkumpul kedepan.


Sakit sebenarnya hati Evelyn, ada wanita lain yang membuat acara special untuk suaminya dan bahkan suaminya sendiri menganggapnya biasa saja.


“Hari ini adalah hari ulang tahun Jeremy, aku membuatkan pesta ini karena Jeremy..” belum selesai Selena bicara, Evelyn segera maju kedepan.


“Tunggu-tunggu! Ada yang ingin aku sampaikan!” kata Evelyn membuat semua orang menoleh kearahnya.


 Evelyn langsung mengambil mic di tangan Selena.


“Maaf maaf semuanya, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada Selena yang sudah membuat acara ini. Aku sebagai istrinya Jeremy mengucapkan terimakasih atas perhatiannya,” kata Evelyn sambil menoleh pada Selena.


Tentu saja jawaban itu membuat semua orang terkejut, apalagi yang hadir sudah tahu bagaimana kedekatan Jeremy dan Selena meskipun tanpa ikatan penikahan.

__ADS_1


“Istri Jeremy?” semua berbisik-bisik.


Selena menatap Evelyn dengan kesal.


“Kalian kenapa menatapku begitu?” tanya Evelyn di Mic itu.


“Oh ya aku lupa, Jeremy belum memperkenalkan aku kan? Sekali lagi aku perkenalkan kalau aku adalah istrinya Jeremy,” kata Evelyn.


Suasa makin kacau saja, saling berbisik tidak jelas.


“Kalian tidak percaya? Tanyakan saja pada Jeremy,” kata Evelyn mendekatkan mic ke mulut Jeremy.


“Iya, ini istriku, namanya Evelyn,” ujar Jeremy. Dia tidak mungkin bilang tidak, karena memang Evelyn istrinya.


Tentu saja semua orang semakin terkejut, kasak kusuk tidak jelas, membuat Selena kesal.


Tiba-tiba tangan Selena menarik tangan Jeremy, mengajaknya keluar dari ruangan itu. Evelyn segera mengikuti mereke, begitu juga dengan Ryan.


 “Maksudmu apa kau mengaku wanita itu istrimu?” tanya Selena pada Jeremy, setelah diluar ruangan itu.


Evelyn menghentikan langkahnya begitu juga dengan Ryan.


 “Apa masalahnya? Dia memang istriku,” jawab Jeremy.


“Kau ingin mempermalukanku?” tanya Selena.


“Mempermalukan apa maksudmu?” Jeremy balik bertanya.


“Kau tidak memikirkan perasaanku?” tanya Selena.


“Perasaan apa maksudmu? Kau bicara yang tidak jelas,” kata Jeremy.


 “Aku tidak suka kau menikah dengan wanita itu,” kata Selena.


“Apa masalahnya, kenapa kau ributkan, kau suka tidak suka, no problem!” ujar Jeremy berbalik kesal.


 “Sudahlah tidak penting juga membahas ini, aku akan kembali ke ruangan,” kata Jeremy, diapun membalikkan badannya.


“Aku mencintaimu, Jeremy,” ucap Selena, membuat Jeremy terkejut kemudian tertawa dan membalikkan tubuhnya menatap Selena.


“Aku mencintaimu, seharusnya kau menikahiku,  bukan wanita itu!” kata Selena dengan serius membuat Jeremy diam.


“Cinta?” tanya Jeremy, tertawa lagi.


“Dengar sepertinya kau salah faham dan kau tahu, aku tidak mencintai siapapun, termasuk kau. Hubungan kita hanya saling membutuhkan, kau butuh uangku, aku butuh tubuhmu,  kenapa kau membahas cinta segala?” kata Jeremy.


Tentu saja Selena sakit hati mendengarnya.


“Kau juga tidak mencintai wanita itu tapi kau bisa menikahinya,” kata Selena.


“Lantas apa masalahmu? Kau tahu aku tidak suka ada yang ikut campur urusan pribadiku,” ujar Jeremy.


Pria itu kembali membalikkan badannya dan terkejut melihat Evelyn sedang berdiri menatapnya. Diapun berjalan melewati Evelyn.


“Kita pulang!” kata Jeremy, berjalan begitu saja.


Evelyn menoleh pada Selena, dia agak shock mendengar pengakuan Selena, wanita penghibur itu menyukai Jeremy. Lalu Evelyn menoleh pada Jeremy yang sudah berjalan jauh, diapun segera mengikutinya.


Hati Selena semakin sakit saja melihat Jeremy langsung pergi meninggalkan tempat itu diikuti Evelyn. Pria itu dengan tidak punya hatinya bicara seperti itu atas kejujurannya tentang perasaannya.


Ryan segara menghampirinya, mengulurkan tangannya pada Selena tapi wanita cantik itu menepisnya dengan kasar lalu pergi meninggalkan Ryan.

__ADS_1


*******


__ADS_2