Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CH-55 Tragedi Selena


__ADS_3

“Ryan, kau


mau apa?” tanya Selena, terkejut melihat pria itu melepaskan ikat pinggangnya.


Ryan menyeringai


melihat reaksi Selena yang memucat, terduduk di lantai.


Meskipun wanita


cantik itu mencoba bersikap tenang tapi Ryan tahu kalau kepercayaan diri wanita


itu menurun sejak Jeremy tuna daksa.


“Apa lagi


kalau bukan memberimu sedikit pelajaran.”


“Tunggu,


tunggu, apa maksudmu bicara begitu?” Tubuh Selena terasa mendadak gerah saking


paniknya dengan sikap Ryan itu.


“Tentu saja


melampiaskan rasa penasaranku! Tapi kali ini aku tidak akan menawarmu dengan banyak


uang.”


“Kau ini mau


apa sebenarnya?”


“Aku hanya


ingin besenang-senang saja.”


“Keluar dari


kamarku, Ryan! Keluar!” bentak Selena, segera bangun lagi dan berjalan mundur.


Ryan malah


tertawa. “Kau mengusirku juga percuma!”


Pria itu


berjalan lebih dekat sampai Selena menabrak tembok, Ryan masih mendekatinya.


“Ryan, aku


tidak suka pria yang kasar.”


“Apa benar


begitu? Aku tahu kebiasaan Ken pada wanita seperti apa di Hongkong! Kau rela


melakukannya demi menghancurkan Jeremy kan? Sekarang Jeremy sudah kelaut dan


kau harus menjadi wanitaku mau tidak mau. Dan jangan harap aku akan mengistimewakanmu!


Tidak akan!”


Tatapan Ryan


kini semakin menakutkan. Selena mencoba mencari jalan supaya Ryan pergi dari kamarnya.


Tapi kali ini ternyata Ryan memang berbeda, tidak bisa digertak sedikitpun.


Pria itu


terus merangsek mendekat, mendekati tubuh yang menggoda didepannya itu seperti


serigala lapar.


“Ryan,


jangan gegabah!”


“Gegabah?


Tidak ada yang membuatku harus tunduk, pada siapa kau berlindung? Dan jangan


harap aku akan mengemis-ngemis lagi! Justru aku akan membuatmu mengemis padaku.”


Jeremy malah


semakin menyebalkan, melepaskan seluruh pakaiannya didepan Selena.


Wanita itu


mencari cara untuk lepas dari Ryan, entah kenapa dia memang tidak menyukai pria


itu yang suka menjilat pada Jeremy.


Saat Ryan semakin


mendekat dengan kedua tangan yang terulur akan memeluknya, Selena menendang bagian


bawahnya Ryan dengan keras.


Dug!


“Aw! Aduh!


Kurang ajar kau!” teriak Ryan yang tidak menyangka akan ditendang bagian penting


dari tubuhnya itu sampai menjerit eksakitan.


Selena


mencoba berlari menjauh, tapi Ryan yang menahan sakitnya itu memegang tangannya


Selena dengan satu tangannya.


“Mau kemana


kau? Kurang ajar kau!” maki Ryan.


Selena yang


tertahan karena tangannya yang dipegang Ryan, langsung menggigit tangannya Ryan


sampai terlepas.


“Dasar


wanita kurang ajar!” teriaknya menahan sakit ditangannya sampai pegangannya

__ADS_1


terlepas.


Selena segera


keluar dari kamar itu dan berlari menuju pintu, tapi langkahnya terhenti saat dua


bodyguard itu menghadangnya. Dengan satu kali tangkapan, Selena tidak bisa berkutik.


Diapun


meronta mencoba melepaskan diri, tapi tenaga dua bodyguard itu sangat kuat, tubuhnya


diangkat begitu mudahnya dibawa kembali ke kamarnya.


“Lempar dia!


Wanita kurang ajar!”


Selena langsung


dilempar ke tempat tidur. Brugh!


Dua


bodyguard itu keluar lagi dari kamar itu sambil melepaskan kunci pintu itu lalu


menutupnya kembali dan dikunci dari luar.


Ryan tertawa


terbahak melihat Selena yang tampak acak-acakan, terduduk di tempat tidur.


“Ternyata


kau senang main kucing-kucingan! Kau pikir aku akan melepaskanmu?”


“Kau pikir aku


mau tidur dengan pria yang tidak punya malu sepertimu heh? Kau Cuma pria pecundang!


Kau pengecut! Bisanya kasar pada wanita!”


Mendengar makiannya


Selena membuat Ryan kesal bukan main karena selalu dicemooh oleh Selena.


“Kau wanita


tidak berguna yang sok sok punya harga diri! Apa kau tidak sadar kau hanya wanita


sampah! Kau dengar itu?”


Ryan


langsung mendekat, Selena buru-buru turun, membuat Ryan semakin kesal.


Selena melihat


ke sekeliling mencari alat untuk memukul Ryan. Dilihatnya ada pas bunga di buffet


yang letaknya dekat kamar mandi. Diapun berlari menuju tempat itu dan langsung


mengambil pas bunganya.


Ryan semakin


“Kau sudah


tidak ada harganya tapi masih sok bernilai tinggi! Huh! Siapa kau sebenarnya? Kau


dipandang karena kau wanitanya Jeremy, bodoh! Diluar itu apa? Kau hanya


beruntung Jeremy menyukai layananmu! Makanya aku ingin mencoba apa yang telah


kau lakukan pada Jeremy sampai pria itu tidak memberikanmu padaku!”


“Sudah aku


katakan, sampai kapanpun kau tidak akan bisa menjadi Jeremy. Aku tidak sudi


melayanimu! Tidak!”


Ryan semakin


tidak bisa menguasai dirinya, bukan nafsu hasratnya yang muncul tapi rasa sakit


hatinya yang terus dihina Selena.


Diapun


semakin mendekat, tapi Selena sudah mengarahkan pas bunga yang dipecahkannya


dulu diatas buffet tadi ditodongkan pada Ryan.


“Kau pikir


usahamu akan berhasil?” sindir Ryan.


“Aku tidak


akan segan-segan menikammu!” kata Selena dengan tangan yang masih memegang pas


bunga yang pecah.


Ryan terus


berpikir cara melepaskan pas bung aitu. Tiba-tiba pria itu berteriak sambil melemparkan


sesuatu barang yang sempat diraihnya.


“Awas cicak!”


teriaknya.


“Cicak!”


Selena menjerit kaget, dan pas bunga itu terlepas dari tangannya jatuh ke


lantai.


Ryan langsung


tertawa tipuannya berhasil. Diapun menarik tangannya Selena dengan kuat satu


persatu.


“Lepaskan, Ryan!”


teriak Selena.

__ADS_1


Tapi pria


itu malah menariknya menuju kamar mandi.


“Hei, apa


yang akan kau lakukan!”


“Aku akan


memberimu pelajaran! Lama-lama aku muak dengan sok cantikmu itu!”


“Apa? Apa maksudmu?”


Selena terkejut mendengarnya, tapi karena tangannya dipegang dibelakang


punggungnya membuatnya merasa sulit untuk melawan apalagi dengan langkahnya


Ryan yang cepat setengah menyeret tubuhnya.


“Ryan, kau


mau apa? Kau mau apa?” teriak Selena.


Terdengar


suara kran air dinyalakan, Ryan mengisikan air panas kedalam bathub tanpa menyalakan


air dingin, uang langsung mengebul dari kucuran air panas itu.


“Ryan, kau


mau apa?” Selena semakin panik saat menyadari kamar mandi itu penuh uap.


Ryan tidak banyak


bicara lagi, tangannya menarik Selena dengan keras lalu ditendang bokongnya


membuat tubuh itu terjerembab kedalam bathub yang sudah penuh dengan air panas.


Selena


tersentak kaget karena terdorong dan terjerembab kedalam bathub. Seketika


wanita itu menjerit merasakan air panas diseluruh tubuhnya dan wajahnya.


Ryan kembali


memutar full kran air panas itu memastikan airnya sudah full, lalu dengan cepat menarik kaki Selena yang terombang ambing didepannya kemudian segera dipegangnya dengan kuat.


“Aku ingin


tahu kalau wajahmu menjadi jelek apa akan ada pria yang membayarmu? Walaupun


suatu saat Jeremy sembuh, dia pasti akan menolakmu karena wajahmu jelek. Haha…aku


ingin tahu apa kau akan jual mahal lagi?”


Selena kelabakan,


seluruh tubuhnya terendam air panas. Diapun berusaha bangun, tapi kakinya yang


berada disamping bathub itu masih dipegang Ryan yang berjongkok menahannya,


membiarkan Selena terendam air panas, membuatnya kesulitan bangun.


Tangan


Selena menggapai-gapai ingin keluar dari dalam air panas itu tapi Ryan masih


memegang kakinya dengan kuat, membuat usahanya sia-sia hanya mengeluarkan bunyi


percikan air saja.


Mandi dengan


air hangat bisa membuat otot-otot relaks, tapi kran yang dinyalakan Ryan bukanlah


air dingin atau air hangat, tapi Ryan memutarnya full, membuat kulit tubuh dan


wajahnya Selena serasa direbus. Tangannya terus menggapai-gapai ingin membalikkan


tubuhnya tapi kesulitan, bahkan mulai sulit bernafas.


Ryan


tersenyum melihat wanita cantik itu terkulai lemas, akhirnya dia menarik


kakinya Selena keluar dari bathub. Selena terduduk dan terbatuk-batuk,


merasakan tubuhnya yang panas.


Dia kembali


menjerit saat Ryan mendorong tubuhnya terlentang. Pria itu menarik gaunnya


dengan cepat, tanpa sempat Selena melawan lagi apalagi dengan wajah dan tubuhnya


merasa panas terebus.


Yang membuat


hatinya semakin marah dan kesal, saat Ryan dengan seenaknya meludah setelah


hasratnya terlaksana.


“Cuh! Aku


pikir rasanya akan seperti apa! Kau sama saja dengan sampah-sampah yang lain!”


cibirnya.


“Kau


brengsek Ryan!” maki Selena, menahan hatinya yang terasa sakit tercabik-cabik.


Ryan berdiri


sambil terkekeh melihat wajah cantik itu yang merah.


“Aku


pastikan kau tidak akan laku lagi! Tamat riwayatmu, Selena!” umpat Ryan lalu


beranjak keluar dari kamar mandi itu, meninggalkan Selena yang terbaring lemah


dengan rasa sakit disekujur tubuhnya juga wajahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2