
“Ryan, kau
mau apa?” tanya Selena, terkejut melihat pria itu melepaskan ikat pinggangnya.
Ryan menyeringai
melihat reaksi Selena yang memucat, terduduk di lantai.
Meskipun wanita
cantik itu mencoba bersikap tenang tapi Ryan tahu kalau kepercayaan diri wanita
itu menurun sejak Jeremy tuna daksa.
“Apa lagi
kalau bukan memberimu sedikit pelajaran.”
“Tunggu,
tunggu, apa maksudmu bicara begitu?” Tubuh Selena terasa mendadak gerah saking
paniknya dengan sikap Ryan itu.
“Tentu saja
melampiaskan rasa penasaranku! Tapi kali ini aku tidak akan menawarmu dengan banyak
uang.”
“Kau ini mau
apa sebenarnya?”
“Aku hanya
ingin besenang-senang saja.”
“Keluar dari
kamarku, Ryan! Keluar!” bentak Selena, segera bangun lagi dan berjalan mundur.
Ryan malah
tertawa. “Kau mengusirku juga percuma!”
Pria itu
berjalan lebih dekat sampai Selena menabrak tembok, Ryan masih mendekatinya.
“Ryan, aku
tidak suka pria yang kasar.”
“Apa benar
begitu? Aku tahu kebiasaan Ken pada wanita seperti apa di Hongkong! Kau rela
melakukannya demi menghancurkan Jeremy kan? Sekarang Jeremy sudah kelaut dan
kau harus menjadi wanitaku mau tidak mau. Dan jangan harap aku akan mengistimewakanmu!
Tidak akan!”
Tatapan Ryan
kini semakin menakutkan. Selena mencoba mencari jalan supaya Ryan pergi dari kamarnya.
Tapi kali ini ternyata Ryan memang berbeda, tidak bisa digertak sedikitpun.
Pria itu
terus merangsek mendekat, mendekati tubuh yang menggoda didepannya itu seperti
serigala lapar.
“Ryan,
jangan gegabah!”
“Gegabah?
Tidak ada yang membuatku harus tunduk, pada siapa kau berlindung? Dan jangan
harap aku akan mengemis-ngemis lagi! Justru aku akan membuatmu mengemis padaku.”
Jeremy malah
semakin menyebalkan, melepaskan seluruh pakaiannya didepan Selena.
Wanita itu
mencari cara untuk lepas dari Ryan, entah kenapa dia memang tidak menyukai pria
itu yang suka menjilat pada Jeremy.
Saat Ryan semakin
mendekat dengan kedua tangan yang terulur akan memeluknya, Selena menendang bagian
bawahnya Ryan dengan keras.
Dug!
“Aw! Aduh!
Kurang ajar kau!” teriak Ryan yang tidak menyangka akan ditendang bagian penting
dari tubuhnya itu sampai menjerit eksakitan.
Selena
mencoba berlari menjauh, tapi Ryan yang menahan sakitnya itu memegang tangannya
Selena dengan satu tangannya.
“Mau kemana
kau? Kurang ajar kau!” maki Ryan.
Selena yang
tertahan karena tangannya yang dipegang Ryan, langsung menggigit tangannya Ryan
sampai terlepas.
“Dasar
wanita kurang ajar!” teriaknya menahan sakit ditangannya sampai pegangannya
__ADS_1
terlepas.
Selena segera
keluar dari kamar itu dan berlari menuju pintu, tapi langkahnya terhenti saat dua
bodyguard itu menghadangnya. Dengan satu kali tangkapan, Selena tidak bisa berkutik.
Diapun
meronta mencoba melepaskan diri, tapi tenaga dua bodyguard itu sangat kuat, tubuhnya
diangkat begitu mudahnya dibawa kembali ke kamarnya.
“Lempar dia!
Wanita kurang ajar!”
Selena langsung
dilempar ke tempat tidur. Brugh!
Dua
bodyguard itu keluar lagi dari kamar itu sambil melepaskan kunci pintu itu lalu
menutupnya kembali dan dikunci dari luar.
Ryan tertawa
terbahak melihat Selena yang tampak acak-acakan, terduduk di tempat tidur.
“Ternyata
kau senang main kucing-kucingan! Kau pikir aku akan melepaskanmu?”
“Kau pikir aku
mau tidur dengan pria yang tidak punya malu sepertimu heh? Kau Cuma pria pecundang!
Kau pengecut! Bisanya kasar pada wanita!”
Mendengar makiannya
Selena membuat Ryan kesal bukan main karena selalu dicemooh oleh Selena.
“Kau wanita
tidak berguna yang sok sok punya harga diri! Apa kau tidak sadar kau hanya wanita
sampah! Kau dengar itu?”
Ryan
langsung mendekat, Selena buru-buru turun, membuat Ryan semakin kesal.
Selena melihat
ke sekeliling mencari alat untuk memukul Ryan. Dilihatnya ada pas bunga di buffet
yang letaknya dekat kamar mandi. Diapun berlari menuju tempat itu dan langsung
mengambil pas bunganya.
Ryan semakin
“Kau sudah
tidak ada harganya tapi masih sok bernilai tinggi! Huh! Siapa kau sebenarnya? Kau
dipandang karena kau wanitanya Jeremy, bodoh! Diluar itu apa? Kau hanya
beruntung Jeremy menyukai layananmu! Makanya aku ingin mencoba apa yang telah
kau lakukan pada Jeremy sampai pria itu tidak memberikanmu padaku!”
“Sudah aku
katakan, sampai kapanpun kau tidak akan bisa menjadi Jeremy. Aku tidak sudi
melayanimu! Tidak!”
Ryan semakin
tidak bisa menguasai dirinya, bukan nafsu hasratnya yang muncul tapi rasa sakit
hatinya yang terus dihina Selena.
Diapun
semakin mendekat, tapi Selena sudah mengarahkan pas bunga yang dipecahkannya
dulu diatas buffet tadi ditodongkan pada Ryan.
“Kau pikir
usahamu akan berhasil?” sindir Ryan.
“Aku tidak
akan segan-segan menikammu!” kata Selena dengan tangan yang masih memegang pas
bunga yang pecah.
Ryan terus
berpikir cara melepaskan pas bung aitu. Tiba-tiba pria itu berteriak sambil melemparkan
sesuatu barang yang sempat diraihnya.
“Awas cicak!”
teriaknya.
“Cicak!”
Selena menjerit kaget, dan pas bunga itu terlepas dari tangannya jatuh ke
lantai.
Ryan langsung
tertawa tipuannya berhasil. Diapun menarik tangannya Selena dengan kuat satu
persatu.
“Lepaskan, Ryan!”
teriak Selena.
__ADS_1
Tapi pria
itu malah menariknya menuju kamar mandi.
“Hei, apa
yang akan kau lakukan!”
“Aku akan
memberimu pelajaran! Lama-lama aku muak dengan sok cantikmu itu!”
“Apa? Apa maksudmu?”
Selena terkejut mendengarnya, tapi karena tangannya dipegang dibelakang
punggungnya membuatnya merasa sulit untuk melawan apalagi dengan langkahnya
Ryan yang cepat setengah menyeret tubuhnya.
“Ryan, kau
mau apa? Kau mau apa?” teriak Selena.
Terdengar
suara kran air dinyalakan, Ryan mengisikan air panas kedalam bathub tanpa menyalakan
air dingin, uang langsung mengebul dari kucuran air panas itu.
“Ryan, kau
mau apa?” Selena semakin panik saat menyadari kamar mandi itu penuh uap.
Ryan tidak banyak
bicara lagi, tangannya menarik Selena dengan keras lalu ditendang bokongnya
membuat tubuh itu terjerembab kedalam bathub yang sudah penuh dengan air panas.
Selena
tersentak kaget karena terdorong dan terjerembab kedalam bathub. Seketika
wanita itu menjerit merasakan air panas diseluruh tubuhnya dan wajahnya.
Ryan kembali
memutar full kran air panas itu memastikan airnya sudah full, lalu dengan cepat menarik kaki Selena yang terombang ambing didepannya kemudian segera dipegangnya dengan kuat.
“Aku ingin
tahu kalau wajahmu menjadi jelek apa akan ada pria yang membayarmu? Walaupun
suatu saat Jeremy sembuh, dia pasti akan menolakmu karena wajahmu jelek. Haha…aku
ingin tahu apa kau akan jual mahal lagi?”
Selena kelabakan,
seluruh tubuhnya terendam air panas. Diapun berusaha bangun, tapi kakinya yang
berada disamping bathub itu masih dipegang Ryan yang berjongkok menahannya,
membiarkan Selena terendam air panas, membuatnya kesulitan bangun.
Tangan
Selena menggapai-gapai ingin keluar dari dalam air panas itu tapi Ryan masih
memegang kakinya dengan kuat, membuat usahanya sia-sia hanya mengeluarkan bunyi
percikan air saja.
Mandi dengan
air hangat bisa membuat otot-otot relaks, tapi kran yang dinyalakan Ryan bukanlah
air dingin atau air hangat, tapi Ryan memutarnya full, membuat kulit tubuh dan
wajahnya Selena serasa direbus. Tangannya terus menggapai-gapai ingin membalikkan
tubuhnya tapi kesulitan, bahkan mulai sulit bernafas.
Ryan
tersenyum melihat wanita cantik itu terkulai lemas, akhirnya dia menarik
kakinya Selena keluar dari bathub. Selena terduduk dan terbatuk-batuk,
merasakan tubuhnya yang panas.
Dia kembali
menjerit saat Ryan mendorong tubuhnya terlentang. Pria itu menarik gaunnya
dengan cepat, tanpa sempat Selena melawan lagi apalagi dengan wajah dan tubuhnya
merasa panas terebus.
Yang membuat
hatinya semakin marah dan kesal, saat Ryan dengan seenaknya meludah setelah
hasratnya terlaksana.
“Cuh! Aku
pikir rasanya akan seperti apa! Kau sama saja dengan sampah-sampah yang lain!”
cibirnya.
“Kau
brengsek Ryan!” maki Selena, menahan hatinya yang terasa sakit tercabik-cabik.
Ryan berdiri
sambil terkekeh melihat wajah cantik itu yang merah.
“Aku
pastikan kau tidak akan laku lagi! Tamat riwayatmu, Selena!” umpat Ryan lalu
beranjak keluar dari kamar mandi itu, meninggalkan Selena yang terbaring lemah
dengan rasa sakit disekujur tubuhnya juga wajahnya.
***
__ADS_1