Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CH-40 Putus Asa


__ADS_3

Ken melirik pada pria yang menodongkan senjatanya pada Evelyn. Pria itupun menurunkan senjatanya,


membuat Evelyn merasa lega. Dia fikir dia dibebaskan, tapi saat dia melangkahkan kakinya, pria yang sedang memegang tangannya itu menariknya.


“Kau kenapa? Lepaskan aku! Bukannya aku bebas?” tanya Evelyn dalam bahasa Inggris, membuat Ken langsung tertawa mendengarnya.


“Kau bebas dari senjata itu tapi tidak bebas dari tanganku, sayang!” kata Ken yang mengerti apa yang diucapkan Evelyn.


“Apa? Apa maksudmu begitu?” teriak Evelyn.


Ken berjalan  mendekati Evelyn, berhenti tepat dihadapannya Evelyn.


“Suamimu sudah memberikanmu padaku asal membiarkanmu hidup! Lagi pula sangat sayang kalau kau dibiarkan mati sia-sia, kau terlalu cantik untuk mati lebih cepat!” Ken menyentuh wajah Evelyn turun keleher dan dadanya yang sedari tadi sangat menggodanya.


Evelyn bergerak menjauh menghindari tangannya Ken yang semakin tertarik saja karena penolakannya.


Evelyn menoleh pada Jeremy dengan perasaan yang tidak percaya atas keputusannya Jeremy.


“Jeremy! Kau tidak memberikanku pada pria ini kan?” tanya Evelyn, dengan hati yang sudah tidak bisa dijelaakan campur aduk menjadi satu antara sedih, kecewa, kesal,marah.


Jeremy menoleh pada Evelyn, menatap istrinya itu dengan berat dia mengatakan,“Maaf!”


Ucapan yang membuat perasaan Evelyn semakin hancur seketika, pria itu mengucapkan maaf yang artinya melepaskan dirinya untuk musuhnya.


“Tidak!” Evelyn menggelengken kepalanya, merasakan kesedihan dan kekecewaan yang amat sangat, menatap Jeremy dengan mata yang nanar sudah tergenang airmata.


“Jaga dirimu baik-baik!” ucap Jeremy, lalu melirik pada orang-orangnya yang segera bergerak untuk keluar dari ruangan itu tanpa mengambil senjata mereka lagi yang berserakan di lantai.


“Jeremy! Kau main-main kan? Aku tidak mau ikut pria itu!” teriak Evelyn, menatap kepergiannya Jeremy. Airmata mulai menetes ke pipinya.


Yang dipanggilnya sama sekali tidak menoleh, hati Jeremy juga kecewa dengan kejadian ini, dia merasa sangat bodoh terjebak permainannya Ken, dia tidak menyangka Ken mengincar istrinya.


Ken menatap kepergian Jeremy dengan senang lalu memberi perintah pada pria yang memegang Evelyn.


“Bawa dia ke meja judi!” Perintahnya yang langsung di kerjakan oleh pria itu, langsung menarik tangan Evelyn dengan kuat.


“Hei, aku mau apa? Aku tidak mau ikut dengamu!” teriak Evelyn pada orang itu yang tidak menghiraukan teriakannya tetap menariknya ke meja judi.

__ADS_1


Evelyn melihat beberapa orang yang mati tergeletak dilantai bersimbah darah, dia juga melihat beberapa orang yang terluka tembah mengikuti langkah Jeremy dibantu temannya. Apakah artinya Jeremy kalah makanya melepaskannya untuk jadi milik Ken?


Ken mengikuti arah kemana Evelyn dibawa dengan langkah yang penuh kemenangan.


“Hei lepaskan aku! Kau mu apa?” Evelyn terus saja berteriak karen pria itu terus saja membawanya ke meja judi dan mendudukkannya disana.


Evelyn tidak mengerti kenapa dia harus duduk di meja judi ini? Ken tersenyum melihat kepanikannya Evelyn, yang sedari tadi sudah sangat memikatnya.


Evelyn menoleh pada Jeremy yang mulai mejauh,“Jeremy!” panggilnya dengan keras dan berusaha turun dari meja itu tapi pria tadi memegagngnya lagi.


“Lepaskan! Jeremy!” wanita itu terus berteriak-teriak memanggil Jeremy.


Jeremy sama sekali tidak menghentikan langkahnya dengan hati yang sangat merasa bersahlah, tapi dia harus menguatkan hatinya, dia tidak mau orang- orangnya Ken membunuh istri dan bayinya.


Didengarnya lagi teriakan dari Evelyn.


“Tidak mau! Lepaskan!”


Satu langkah, dua langkah, Jeremy akan berbelok menuju pintu, sempat melirik ke jendela kaca,


istrinya berada diatas meja dengan dipegangan tangannya oleh dua orang pria. Kepalanya menggeeng-geleng saat Ken menyentuh wajahnya, juga kakinya yang menendang Ken yang menyentuh pahanya.


“Jeremy!” terdengar Ken bicara, membuat Jeremy mengahentikan langkahnya tanpa menoleh pada Ken.


Ken menatap Jeremy dengan senyum sinisnya, “Aku mendengar kau dan Selena bermain di meja meeting ruang kerjamu kan!”


Evelyn terkejut mendengarnya, dia menatap Ken yang juga menoleh padanya.


“Apa kau tidak tahu kalau Jeremy dan Selena  membuat sensasi luar biasa, berhubungan diatas meja ditonton orang banyak? Suamimu benar-benar actor yang hebat!” ucap Ken.


Tentu saja Evelyn sangat terkejut mendengarnya, dia benar-benar shock.


“Kau ini bicara apa?”


“Supaya kau tahu seperti apa suamimu, jadi jangan heran kalau dia tidak masalah menjadikanmu taruhan dimeja judi, banyak wanita yang akan menghiburnya!”


“Kau pembohong!” Evelyn menggelengkan kepalanya tidak percaya, membayangkan Jeremy dan Selena berhubungan di meja meeting dilihat banyak orang, itu sangat menjijikkan. Hatinya begitu sakit mendengar kelakuan suaminya itu.

__ADS_1


“Kau tanyakan saja pada suamimu!” Ken kembali mengulurkan tangannya menyentuh pipinya Evelyn, wanita itu menjauhkan kepalanya dari tangannya Ken.


Ken menoleh pada Jeremy yang masih diam memunggungi mereka.


“Jeremy! Aku akan memberikan tontonan gratis buatmu! Aku ingin mencobanya di meja judi ini dengan istrimu!” teriak Ken lalu tertawa. Sengaja dia bicara dalam bahasa Inggris supaya Evelyn mendengarnya. Istrinya Jeremy itu semakin shock saja.


“Aku tidak mau!”


“Jeremy!” teriak Evelyn, menoleh pada Jeremy.


“Dia sudah kalah, tidak mungkin bertingkah lagi, kau sudah menjadi milikku!”kata Ken, tangannya menyentuh pahanya Evelyn yang tidak tertutup gaun.


Jeremy terkejut mendengar ucapannya Ken. Dia melakukan hal itu dengan Selena begitu mudahnya tapi karena memang tipe permainan Selena memang liar, tapi bagaimana dengan istrinya? Evelyn bukan wanita seperti Selena dan tidak pernah tersentuh pria lain selain dirinya.


Jeremy menggelengkan kepalanya terus berjalan meninggalkan ruangan itu, terdengar lagi suara teriakan istrinya dan tangisannya.


“Jangan sentuh aku! Aku sedang hamil! Aku mohon!” kata Evelyn, sambil menangis.


Ken terkejut mendengarnya, Jeremypun kembali menghentikan langkahnya.


“Aku sedang hamil, tolong lepaskan aku!” pinta Evelyn semakin putus asa, menangis sesenggukan.


Ken menatap Evelyn,“Mau kau hamil atau tidak, kau tetap milikku! Tapi ingat setelah ini kau harus menggugurkannya! Aku tidak mau merawat anaknya Jeremy! Hemm atau biarkan bayi itu lahir dan akan aku jadikan musuhnya Jeremy kelak, sungguh sangat menyenang kan!” Pria itu tertawa terbahak-bahak.


Hancur sudah perasaan Evelyn, menjadi bulan-bulanan pria itu, sedangkan Jeremy malah pergi meninggalkannya, sungguh hatinya begitu terluka, dia hanya bisa menangis meratapi nasibnya.


Jeremy kembali melangkahkan kakinya dengan hampa, meskipun terdengar lagi teriakan istrinya yang menolak disentuh oleh Ken, masih terlihat sekilas bagaimana tatapan wanita itu meminta pertolongan padanya.


Selama ini dia dengan mudah membiarkan wanitanya bersama pria lain jika dia sudah merasa bosan tapi sekarang  tatapan putus asa istrinya tidak lepas dari benaknya, apalagi Ken akan membunuh bayinya, perasaannya benar-benar kacau. Membiarkan istrinya bersama pria lain terasa begitu berat, istrinya bukan Selena atau wanita lain yang pekerjaanya seperti itu, istrinya bahkan masih suci saat dia menyentuhnya.


Ken tertawa senang melihat Evelyn terus saja menolaknya. Peluh ditubuh wanita cantik itu semakin menggairahkannya, dia sama sekali tidak merasa kasihan meskipun wanita itu sudah memohon-mohon padanya. Dadanya yang sebagian terlihat sangat menggodanya untuk melepasakan gaunnya, kakinya yang jenjang itu semakin membuatnya tidak bisa menahan hasratnya.


Evelyn sudah putus asa, saat pria itu memegang kedua kakinya, hatinya begitu hancur dan sedih, membayangkan dirinya akan menjadi wanita yang paling kotor, disentuh pria selain suaminya. Airmata terus menetes di pipinya.


Ken semakin senang melihat keputusasaan di wajahnya Evelyn. Diapun menyentuh ikat pinggangnya, mulai membukanya tapi gerakannya terhenti saat terdengar suara menghampiri meja judi itu.


“Aku baru menyadari sesuatu apa yang sebenarnya kau inginkan!”

__ADS_1


Suara itu membuat Ken menoleh kearah suara.


******


__ADS_2