Terpaksa Dinikahi Mafia

Terpaksa Dinikahi Mafia
CH-81 Pasrah


__ADS_3

“Sayang,


jangan lakukan ini. Aku akan cari jalan keluarnya.”


“Jalan


keluar apa?” Evelyn menatap Jeremy dengan mata yang berlinang.


“Sayang, aku


tidak mungkin membiarkanmu disentuh pria itu!”


“Kau pikir aku


mau?” Bibir itu terasa bergetar.


Jeremy mencoba


berontak tapi senjata semakin banyak menempel di kepalanya. Ryan tertawa puas


melihat Jeremy tidak bisa berkutik.


“Bawa Ayres


pulang!”


“Sayang..”


Jeremy menahan amarahnya yang menggung tapi dia tidak mau mencelakai anak


istrinya.


“Ryan!


Lepaskan anak istriku! Kau boleh menembakku, atau mencincangku, tapi lepaskan


anak istriku! Mereka tidak bersalah.”


Ryan malah


tertawa terbahak. “Senang rasanya melihat kau kalang kabut! Jadi semakin terlihat


kalau kau Cuma manusia biasa.” Pria itu kembali menoleh pada Evelyn.


“Hem, kau


sudah siap, Sayang?”


Evelyn tidak


menjawab, bibirnya mengatup rapat. Airmata jatuh ke pipinya.


Ryan menoleh


pada orang-orangnya untuk membuka pintu kerangkeng itu. Perlahan Evelyn keluar


dari pintu itu. Kakinya terasa gemetaran, hatinya merasa sakit.


Jeremy


menatap istrinya tidak tega, lalu pada putranya yang sedang dipegang oleh


orangnya Ryan sambil ditutup matanya. Sungguh dia tidak bisa memaafkan dirinya


yang sudah menghancurkan keluarganya.


Evelyn


berjalan mendekati Ryan yang berdiri bersandar  ke meja kerjanya yang luas itu. Mata mesumnya melihat Evelyn dari atas


sampai bawah, dan berdecak kagum.


Mungkin dia


bisa mendapatkan banyak wanita yang lebih cantik dari Evelyn, tapi nilai dari


wanita ini bukan hanya sekedar cantik. Nilai wanita ini karena wanita ini


adalah wanita kebanggaannya Jeremy, istrinya Jeremy dan hanya Jeremy yang


menyentuhnya dan tidak akan pernah diberikan padanya. Mendapatkan wanita


istimewanya Jeremy membuatnya merasa bangga sudah mencabik-cabik hatinya


Jeremy.


Dia tahu


bagaimana hancurnya hati Jeremy, melihat dia bisa menyentuh istrinya sepuasnya


diatas meja ini.


Ternyata


daya Tarik Evelyn lebih kuat daripada rasa penasarannya pada Selena, karena dia


tahu Evelyn bukanlah wanita seperti Selena yang bisa melayani berganti ganti laki-laki.


“Mendekatlah,


Sayang!” ucap Ryan mengulurkan tangannya.


Evelyn menghampiri


Ryan dengan kaki yang gemetaran. Hatinya sangat sedih, perih teriris-iris,


hidupnya benar-benar hancur. Dulu dia mengalami hal seperti ini dan Jeremy


menyelamatkannya, tapi sekarang, siapa yang akan menyelamatkannya? Karena Ryan


dan Ken sangat berbeda. Ken hanya terobsesi bisnisnya, sedangkan Ryan memang


menginginkan tubuhnya.

__ADS_1


Tangan Ryan


mengulur memegang tangannya Evelyn. Hati Jeremy terbakar api cemburu.


“Ryan, jangan


sentuh istriku, Ryan!” teriak Jeremy.


Tangannya


semakin erat dipegang oleh orang orangnya Ryan.


“Sayang, cepat


pergi, Sayang! Jangan mau di sentuh Ryan!”


Tangan Ryan


mengusap lengannya Evelyn.


“Tangan yang


halus.. Aku tahu hanya Jeremy yang pernah menyentuhmu. Kau juga sudah lama


tidak bersama Jeremy kan? Jadi..seharusnya kau lebih bergairah daripada Selena.


Permainan Selena dan Jeremy yang sangat fenomenal. Seharusnya kau bisa membalas


Jeremy sekarang. Biar dia juga bisa merasakan bagaimana sakitnya jika istrinya


disentuh pria lain, apalagi pria itu adalah aku.”


Evelyn tidak


menjawab, hanya menatap Ryan dengan hampa.


Tangan Ryan


mengulur memegang dagunya Evelyn.


“Ryan,


jangan sentuh istriku, Ryan!” teriak Jeremy.


Dia yang


seumur hidupnya dengan bebas main dengan banyak wanita, ternyata tidak sanggup


melihat istrinya disentuh pria lain.


Ryan


mengusap wajahnya Evelyn. “Kau sangat cantik. Pantas saja Jeremy tidak mau


berbagi denganku. Dia serakah!”


Tangan Ryan


terus turun lagi ke dadanya begitu perlahan, merasakan lekuk tubuh wanita


cantik itu.


“Kau tahu,


tubumu semakin berisi kau terlihat sangat ****, kau sungguh menggairahkan!”


Ryan berdiri


tegak berhadapan dengan Evelyn.


“Lepaskan


pakaianmu!”


“Ryaaaan! Brengsek


kau Ryan!” Jeremy terus berteriak riak dengan marah yang tidak bisa terbendung.


Lagi-lagi, dia takut tembakan akan mengenai putranya juga istrinya, hatinya


kembali terasa begitu sakit tidak bsia berbuat apa-apa.


Dengan


tangan gemetaran, Evelyn membuka gaunnya, Ryan menatapnya tidak berkedip, dia


merasa ingin cepat saja melahapnya menyantapnya sepuasnya.


Dan akhirnya


gaun itu jatuh ke lantai, membuat wanita cantik itu hanya menggunakan pakaian


dalam saja.


Ryan


memeletkan lidahnya, air liurnya tidak terbendung, hasratnya langsung saja


meninggi.


“Ternyata


kau sangat cantik,” gumamnya.


Jeremy


merutuki dirinya, menyalahkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dia


menoleh pada Ayres yang ditutup matanya. Dia takut ada peluru nyasar mengenai putranya,


dan itu akan membuatnya semakin merasa bersalah. Tapi dengan membiarkan istrinya


disentuh Ryan, hatinya tidak rela.

__ADS_1


“Sayang, mendekatlah,


kau sangat menggairahkan!” ucapnya, sambil mengulurkan tangannya memeluk


pinggangnya Evelyn.


Sebenarnya


hati Evelyn ingin menyingkirkan tangan itu tapi ditahannya. Dia harus berkorban


demi Ayres. Hidupnya hancur tidak mengapa asal Ayres bisa selamat dan kembali


ke kehidupan yang normal bersama Kakeknya.


Hatinya


menjerit-jerit tidak rela tubuhnya disentuh Ryan. Pria yang pernah menjadi kaki


tangan suaminya, begitu menjijikkan sekarang akan menyentuh tubuhnya.


“Sayang..”


Jeremy memalingkan mukanya tidak mau melihat kedepan, tapi orangnya Ryan mendorong


pipinya dengan senjatanya untuk melihat kearah meja.


Jeremy


semakin marah saat melihat kedua tangan Ryan menyentuh leher istrinya,


mengusapnya perlahan, terus berjalan kearah dadanya yang tertutup. Hati Jermey


sangat hancur sehancur hancurnya dan dia mengutuki dirinya yang hanya bisa


diam.


“Kau sangat


menggairahkanku!” ucap Ryan.


Evelyn diam


saja.


“Tapi aku tidak


suka kau diam saja. Apa kau tidak tahu Selena sangat agresif pada Jeremy, dia


sangat hot, seharusnya kau bisa menunjukkan pada Jeremy kau juga bisa lebih


dari Selena. Ayolah, cium aku, Sayang!”


Ryan


memonyongkan bibirnya, membuat hatinya Evelyn ingin muntah saja, dia merasa sangat


jijik.


“Ayo cium


aku, Sayang, peluk aku, kemarilah!” ucap Ryan, kedua tangannya memeluk pinggang


Evelyn supaya mendekat padanya sampai tubuhnya menempel.


Jeremy


menahan amarah yang luar biasa, adegan didepan itu mengingatkannya padanya dan


Selena yang tanpa tahu malu, berhubungan ditengah acara rapatnya dengan


rekan-rekannya. Selena mungkin sudah terbiasa karena dia wanita penghibur, tapi


Evelyn? Evelyn adalah istrinya yang dinikahinya dengan disaksikan oleh Ayahnya.


Evelyn


adalah gadis yang baik, bahkan dia tidak pernah disentuh siapapun selain dirinya


dan sekarang harus mengorbankan dirinya demi keselamatannya putra mereka.


“Sayang, aku


minta maaf. Sayang aku minta maaf sudah menghancurkan hidupmu! Kalau tahu


begini lebih baik aku mati saja waktu itu supaya tidak ada yang akan


mengganggumu. Aku benar-benar pecundang!” Jeremy menunduk tapi senjata mendorong


dagunya keatas supaya melihat kejadian didepannya.


Ryan


merasakan libidonya semakin meninggi, tubuhnya merasa sangat gerah. Memiliki


Evelyn sangat menantang baginya, karena dia tahu tidak semua pria memilikinya.


Tangan Ryan


memeluk tubuhnya Evelyn, mendekapnya dengan erat, dan dia mencoba untuk mencium


bibirnya.


“Agresif dong


sayang, ayolah! Nikmati saja!” ucapnya, membuat Jeremy semakin terbakar amarah


dan cemburu.


“Ryan, awas


kau, Ryan!” maki Jeremy, darahnya semakin mendidih.


***

__ADS_1


__ADS_2