Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 9


__ADS_3

Rose sangat menikmati sebuah sentuhan lembut dari Ivan.Dia menggerakkan tubuhnya dengan senada. Raras yang memandang mereka dalam kejauhan merasa iba dan jijik. Dia lebih memilih untuk melihat pintu daripada aksi mereka berdua.


Ivan menyentuh bibir Rose dan wanita itu dengan senang hati menerimanya. Dia sangat pintar dalam menggoda seorang pria. Hanya Rose lah wanita yang paling lama menjadi seorang kekasih Ivan.


Meskipun banyak diluar sana lelaki yang tampan mendekatkan diri darinya, tapi dia lebih memilih Ivan karena sebuah status yang dipunya.


"Siapa kau? kenapa kau bisa ada disini?" Kata Rose dengan dingin begitu melihat Raras.


"Maaf mengganggu tapi saya tidak bisa pergi dari sini"


"Siapa kau? berani-beraninya kau menolak perintahku!" Dia melirik penampilan dan wajah Raras "Kau hanya seorang wanita kampungan ingin bersama dengan Ivan? mimpi!".


"Maaf, tapi saya hanya bisa melakukan apa yang tuan Ivan katakan. Tidak apa yang anda katakan" Raras mulai emosi dengan wanita ****** itu.


"Kau! ingin berlagak keren? lihat saja penampilanmu yang begitu kau hanya seorang pesuruh tidak usah berharap Tuan Ivan akan mencintaimu"


Raras mengepalkan kedua tangannya dan berdiri dari kursi.


"Daripada kau seorang wanita ******! aku tidak percaya ada wanita yang lebih ****** daripada aku! aku harap tuan Ivan senang dengan profesimu sebagai wanita ******"

__ADS_1


Serbu Raras


"Sudahlah Rose, ngapain berbicara dengan seorang kampungan"


Raras yang mendengarnya merasa ngeri.


"Tidak bisa! aku sangat membencinya aku ingin dia mati!" Dia beranjak dan berjalan kearah Raras dan menampar wanita itu.


Raras tidak terima, dia menampar balik Rose.


"Dasar ****** tidak tahu malu"


Dia menjambak rambut Raras dan wanita itu membalas jambakannya. Adegan itu membuat Ivan merasa terpaku akan keberanian Raras yang hanya seorang wanita biasa. Bagaimana mungkin dia mempunyai keberanian sangat besar untuk melawan wanita yang mempunyai status lebih tinggi darinya.


"Berhenti"


Mereka berdua berhenti. Wajah Rose amburadul. make upnya telah hancur berantakan. Ini semua adalah perlakuan Raras, dia merasa takut disalahkan atas tindakannya sendiri.


"Sayang, lihat wajahku! wanita itu yang melakukannya. Aku ingin kau membunuhnya" Dia berjalan kearah Ivan dengan menunjukkan wajah polosnya.

__ADS_1


"Baiklah" Rose tersenyum


"Tapi,tidak ada seorangpun yang boleh bertindak sesuatu pada orangku. Siapapun itu" Dia menarik baju Rose dengan kuat. Emosinya melunjak"Rose, ini adalah peraturan lama. Karena kau membuat kesalahan aku akan menghukummu!"


"A..apa? tuan maafkan aku. Aku tidak tahu apa yang barusan aku lakukan"


Raras hanya diam ditempat menyaksikan mereka dengan perasaan takut.


Pria itu mengambil sebuah Ponsel yang berada diatas meja, dia menelpon Daniel.


"Segera bawa Rose dan aku mau kau membunuhnya" Perintahnya


"Apa? Ivan, apa kau bercanda? Aku hanya melakukan kesalahan kecil dan kau sudah seemosi ini. Semakin lama aku tidak mengerti dirimu.".


Daniel dengan orang yang dibawa menahan Rose.


"Kau salah Rose, dari dulu aku mempunyai dendam pribadi dengan ayahmu. Dan sekarang saat yang tepat untuk balas dendam" Ivan menampakkan senyum sinisnya, Rose merasa sangat kecewa dengan apa yang dia lihat.


"Jadi alasanmu selama ini mengejarku adalah demi kepentingan pribadi? Haha Ivan, ternyata aku salah menilaimu. Aku harap Tuhan membalas segala perbuatan yang kau lakukan lebih kejam daripada ini. Dasar pria brengs*k!"

__ADS_1


"Daniel, bawa dia keluar" Rose langsung dibawa keluar dan dibunuh hidup-hidup oleh Daniel.


Tersisa Raras dan Ivan berada diruangan itu


__ADS_2