
Raras tidak mengerti kenapa Ivan meminta maaf padanya, karena disini yang salah adalah dirinya sendiri yang membuat kesalah pahaman terjadi diantara mereka.
Walaupun dia tidak mengerti, yang penting hubungannya dengan suaminya tidak boleh hancur berantakan, itu akan mendatangkan penderitaan seperti dulu.
"Berjanjilah kau tidak akan menghianatiku sampai kapanpun dan tidak akan pernah menyakiti hatiku" Kata Ivan dengan sangat serius
"Ya, bagaimana jika kamu yang melakukannya?. bukannya kamu itu terkenal sangat playboy ya?" Perkataan itu dianggap serius oleh Ivan. Dia menahan diri untuk marah.
"Pfft" Ekspresi Ivan membuat Raras tidak bisa menahan tawanya.
"Hey, kenapa kau tertawa?" Ivan mengguncangkan bahu Raras.
"Walaupun aku adalah seorang yang kau maksud playboy tapi sekarang ini aku adalah suamimu"
"Ya.. sedangkan aku istri kontrak?" Raras tersenyum saat mengatakan hal itu. Dia tidak sadar telah mengatakan itu.
"Kau masih peduli tentang pernikahan kita? Baiklah kalau.."
"Tidak apa, yang penting kita saling mencintai bukankah begitu,suamiku?" Raras memegang dagu Ivan.
Hati Ivan berdebar kencang ketika kata suamiku keluar dari mulut Raras. Ini adalah pertama kalinya Raras berkata seperti itu. Sedangkan Raras sendiri tidak percaya telah mengatakan hal itu.
__ADS_1
Ivan geram dengan tingkah Raras yang mempesona ketika menebarkan senyuman. Dia menidurkan Raras dikasur hingga posisi mereka Raras berada diatas dan Ivan dibawahnya.
"Hey, apa yang kau lakukan?" Teriak Raras
Ivan memasukkan tangan kanannya kedalam baju Raras, dia ingin meraba tubuh milik Raras dengan perlahan.
Senyumnya sangat menggoda, namun dimata Raras itu adalah senyum licik.
"Menyenangkan istriku" Bisiknya ditelinga Raras. Dia serasa dihantui oleh makhluk buas.
"Apa yang kau sentuh, hentikan itu!" Teriak Raras sambil berusaha mengelak.
"Kau hanya perlu menutup mulut dan menikmatinya" Ivan mendekatkan wajahnya kearah leher Raras dan menciumnya. Parfum yang dipakai Raras hari ini adalah favoritnya, seketika dia terangsang.
Malam ini adalah malam yang hebat dan penuh arti. Dilalui dengan keterpaksaan dan berakhir dalam penderitaan.
Dipagi hari, Raras terbangun dan menguap. Tubuhnya terasa sakit, dia melihat tubuhnya yang telanjang dibekasi banyak sekali bekas ****** dileher maupun diatas dada.
Raras sangat panik, dia pernah menonton film drama bahwa kejadian ini sering terjadi. Sekarang terjadi pada dirinya sendiri, jika dipikir-pikir hidup Raras sangat mirip dengan adegan drama.
Dia melihat kesamping, Ivan yang masih tidur. Padahal sudah jam sembilan pagi tapi dia masih tidur lelap. Raras terburu-buru membangunkan suaminya dengan menggoyangkan tubuh Ivan.
__ADS_1
"Ivan.. bangun, menurutmu jika kau bermalasan begini bagus?" Pagi-pagi dia susah mendengar celoteh dari istrinya.
Terpaksa dia membuka mulut tapi tidak membuka matanya.
"Hari ini aku malas kerja" Dia kembali tertidur.
"Jika kau tidak bangun juga aku akan meninggalkanmu disini" Raras terpaksa mengancam.
Siapa suruh tadi malam kau sangat bersemangat. Ini adalah kesalahanmu sendiri Batin Raras
Ivan duduk dan bergegas pergi dari ranjang. Seketika dia membalikkan tubuhnya dan melihat tubuh istrinya yang masih dibalut oleh selimut.
"Kau tidak mau mandi?" Tanyanya
"Setelah kau"
"Maksudku mandi bersama"
Dasar otak mesum!, baru pagi buta begini dia sudah mengatakan hal aneh.
"Aku tidak mau" Raras mengalihkan pandangannya
__ADS_1
Ivan berjalan kearah Raras dan mengangkat tubuh istrinya.
"Hey hey apa yang kau lakukan? turunkan aku!" Teriak Raras