
Dikantor seperti biasa,Ivan langsung menyelesaikan pekerjaan yang harus ia kerjakan,karena sebentar lagi akan ada diadakan rapat.
"Tuan muda,sudah seharusnya saya membe-
rikan anda informasi mengenai keluarga
Raras.Apakah hal ini akan mempengaruhi
pekerjaan anda?" Tanya Daniel.
Ia tidak sabar untuk melihat ekspresi tuannya setelah mendengar keadaan keluarga Raras.
"Katakan" Walaupun sekarang ia sangat sibuk bekerja,tetap aja Ivan sangat penasaran mengenai istrinya.Walaupun itu adalah hal kecil sekalipun.
"Kemarin saat Nyonya Raras pergi,dia
kerumah sakit untuk menjenguk ibunya.
Ibunya mengalami kanker dihati sudah sekitar seminggu lebih.
Tapi,kondisi ibunya sudah stabil. Menurut
informasi yang saya dapatkan,Raras menjual diri karena ibunya mempunyai hutang yang sangat banyak"
Ivan mempelongo,ia membulatkan matanya sangat terkejut akan hal yang ia dengar.
Rasa bersalah semakin menusuk hatinya, pantas Raras sangat marah ketika Ivan mengatakan dirinya adalah seorang wanita murahan.
Dia masih saja tidak bisa berkata-kata.
"Informasi mengenai hutang keluarganya ke-
napa gak kau kasih tau dari dulu.Bukannya
aku pernah menyuruhmu untuk mencari tau
identitasnya" Wajah dingin dan mengerikan membuat Daniel merinding ketakutan. Keringatnya bercucuran dimana-mana.
__ADS_1
"Eh,itu tuan,sebenarnya aku tidak mau kau
kecewa tentang alasan Nyonya mendekatimu
Maafkan aku, tidak seharusnya aku menyem-
bunyikan hal ini pada tuan" Kata Daniel dengan perasaan bersalah, Sekalipun Daniel adalah rekan terpentingnya jika ia salah tetap harus salah.
Pantas saja sikap Daniel pada Raras akhir- akhir ini berubah drastis.
Biasanya dia akan menunjukkan ekspresi dingin terhadap Raras,namun karena sudah tau malangnya wanita itu ia semakin tidak tega untuk melakukan hal itu.
"Sudahlah,pergi sana aku masih ada urusan
lain" Karena mencegah adanya emosi dari Ivan,ia sengaja menyuruh Daniel untuk pergi dari tempat itu.
Tidak tau hal apa yang akan terjadi jika Daniel berlama-lama disini.
"Baik Tuan saya permisi dulu"
- - -
Raras baru saja sampai ketempat tujuan. Yaitu rumahnya sendiri, sekalian juga Raras ingin melihat kondisi rumah sederhananya.
Saat masuk kedalam,lantainya berdebu begitu juga bingkai foto dan lain-lain.
Dia tidak terlalu memikirkan hal itu, Raras langsung pergi menuju kamarnya dan mengambil sesuatu apa yang dia butuhkan.
Tiba-tiba,ponselnya berdering saat ia lihat dari panggilan tidak diketahui.
"Halo,ini siapa?"
"Ayo tebak"
Suaranya sudah sangat jelas bahwa itu adalah Ivan.
Darimana dia dapat nomorku Tanya Raras dalam hati
__ADS_1
"Dari mana kamu dapat nomorku?"
"Hal kecil yang kau tidak kau ketahui tentang
dirimu pun bisa kuketahui"
Dengan sombongnya Ivan berkata seperti itu.
"Urusanmu apa menelponku?,aku masih ada
urusan penting"
"Kangen"
Ucapan Ivan yang simpel itu membuat wajah Raras memerah,dia sangat senang ketika perkataan itu dikatakan oleh Ivan.
"Baru juga satu jam"
"Walaupun 0.01 detik pun aku juga kangen"
Perasaan Ivan pada Raras berbeda dari biasanya.Walaupun perkataan dia bermaksud untuk menggoda Raras tapi entah kenapa perkataan itu benar-benar nyata seperti isi hatinya.
Dia seperti kehilangan seseorang yang berada disampingnya.
Mungkin karena selama ini,hanya Raras yang berada disamping Ivan. Ketika ia absen sehari saja pasti merasakan perbedaan.
"Aku masih ada urusan,kalau mau buat lelu-
con jangan sekarang"
"Aku serius,perlu aku datang kesana dan me-
buktikanmu sebuah ciuman romantis baru
kau percaya?"
Walaupun perkataan Ivan terdengar biasa, namun ekspresinya bisa dibilang sudah jatuh cinta pada Raras.
__ADS_1