
Raras sangat terkejut,tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi.
Menjadi pacarnya aja udah sangat mengerikan apalagi menjadi istrinya.
Mendengar hal ini,Raras sangat kecewa dan tidak tau mau berkata apa.
Wajahnya sangat terlihat bahwa ia tidak suka.
"Apa? nikah? kamu udah gila ya,aku gak
bakalan mau nikah sama kamu!" Bantah Raras dengan keras,ia tidak sadar sedang berbicara dengan siapa.
Ivan mengernyitkan dahinya karena kesal
"Kenapa ? Karena bayarannya kurang, kalau
gitu aku tambahin dari yang aku gaji perbulan
jadi perhari bagaimana?"
Ivan ingat bahwa Raras mau menjadi kekasihnya karena uang,itulah hal yang sangat ampuh untuk seorang perempuan tapi, dengan bod*hnya Ivan malah menganggap Raras sama seperti wanita lain.
Ivan juga tidak tau sebenarnya dengan alasan apa Raras mendekatinya.
Perkataan Ivan tadi membuat Raras semakin marah.Ia merasa bahwa Ivan berpikir Raras tidak mempunyai harga diri.
Namun dengan kondisi yang seperti ini Raras tidak mampu untuk mengatakan yang sesungguhnya tentang kondisi Raras saat ini.
Dia ragu-ragu dan takut,jika nantinya masalah terjadi antara Ivan dan ibu Raras.
__ADS_1
"Tidak mau!umurku baru 20 tahun"
"Gak masalah" Melihat sorot mata Raras yang kecewa dan sedih membuat Ivan ingin memarahinya.
Tapi ia tidak sanggup untuk melakukannya.
Terpaksa juga Raras menerima hal ini, karena ia tahu bahwa membantah omongan Ivan adalah hal yang percuma dan tidak mungkin bisa diubah.
Baru saja mereka mempunyai hubungan manis,sekarang sudah tercampur dengan kepahitan.
Mulailah Raras membuka mulut.
"Baiklah aku mau, kamu membutuhkanku
demi sebuah pekerjaan,aku membutuhkan
mu karena uang.sekarang ini impas,tapi
apakah boleh?"
Yang Raras bilang perbuatan aneh adalah jika berdua bersama dengan Ivan.
Dirinya benar-benar mudah untuk menerima godaan,eskpresi wajah Raras yang tertidur saja dibilang sanga menggoda.
"Baik,aku janji" Wajah Raras sangat senang ketika perkataan itu keluar dari mulut Ivan
"Tapi,kalau aku gak mau"
Lanjut Ivan.
__ADS_1
Selain terkenal sangat kejam,pria seperti Ivan dikenal dengan pria yang bermulut manis.
Banyak wanita yang terpikat olehnya bukan karena ketampanan melainkan ucapan yang keluar dari mulut Ivan.
"Yaudah,aku capek kepalaku juga masih
sakit" Kata Raras mengalihkan topik pembicaraan.
Akhirnya pembicaraan yang rumit dan sulit berhasil diselesaikan.
Raras masih saja memikirkan bagaimana nantinya jika ia menikah dengan Ivan.
Membayangkan dirinya masih berumur 20 tahun memakai gaun pernikahan.
"Tuan Ivan,ada rapat mendadak. 5 menit
lagi akan berlangsung" Daniel masuk kedalam ruangan disaat waktu yang tidak tepat.
Mendengar ucapan Daniel,Ivan berdiri segera meninggalkan ruangan itu.
"Hal ini nanti kita bicarakan lebih dalam"
Ivan akhirnya pergi,dari tadi Raras sengaja menahan tangisannya agar pria itu tidak melihat sisi kelemahan Raras.
Dirinya merasa sangat tidak pantas,ketika menangis didepan seorang musuh. Tindakan itu hanya dilakukan oleh orang yang sudah menyerah dan pasrah.
Matanya berkaca-kaca,andai Raras bisa pergi ke masa lalu,ia pasti tidak akan pernah berani untuk menjual diri.
Kembali ia tetap tegar,bahkan Raras tidak tau berapa kali jumlahnya Ivan membuatnya sakit hati dan tersiksa.
__ADS_1
Walaupun ia emang ingin Raras,cukup dengan menghargai Raras sebagai seorang wanita itu sudah cukup baginya agar tetap bangkit dari semangat yang patah.