
Setelah sekian lama Raras dirumah sakit ia hendak menemui sang dokter.
"Dok,kira-kira berapa biaya pengobatan ibu
saya?" Tanya Raras
"Kira-kira 10 juta itu belum termasuk uang
operasi.nona,saya sarankan anda untuk
melakukan operasi secepatnya nanti tidak
tau lagi apa yang terjadi pada ibu Sity"
"Baiklah,saya mengerti" Raras melirik jam
ditangannya sudah hampir tengah malam
"Kalau begitu saya mohon pamit. saya
usahakan akan transfer uangnya besok"
Raras bergegas pulang kerumah.
---
RED KISS
"Bagaimana tuan Ivan, apakah kau puas
dengan saham yang kuberikan"
Kata Reynald sambil menuang bir ke cangkir Ivan
"Sangat puas.gimana denganmu apakah
kau puas bisa bekerja sama denganku?"
"Haha,kau malah bertanya balik padaku.
kalau aku tentu saja puas.tuan Ivan,aku
sangat penasaran apakah kau benar-benar
seorang yang terkenal sangat playboy?
Reynald sudah banyak mengenal tentang Ivan di internet.
dia sudah melihat dengan mata kepalanya bahwa Ivan orang yang kejam, berkuasa dan lain lain.
tapi Reynald tidak pernah percaya akan hal itu, karena saat pertama kali bertemu Ivan terlihat sangat ramah.
"Menurutmu?" Senyum licik Ivan terpancarkan
__ADS_1
"Tidak mungkin lah,kamu yang sudah kukenal
beberapa hari ini sangat berbeda dengan
di media sosial.banyak orang yang
mengataimu kejam dan bos berdarah dingin"
Kata Reynald kemudian meneguk secangkir anggur
Ivan semakin melebarkan senyumnya, tidak percaya bahwa Reynald berani mengatai Ivan didepannya.
"Kalau kau bagaimana?" Tanya Ivan
"Aku? tentu saja aku sangat setia. bahkan
seluruh dunia tau aku mencintai orang itu
tapi,si bod*h itu memilih untuk meninggal-
kanku demi cowoknya yang sekarang.
menyebalk*n bukan?" Wajah Reynald terlihat kesal
"Wah,berani sekali dia selingkuh dibelakang
tuan Reynald.apakah perlu aku ikut
"Haha gak perlu, gini-gini aku masih punya
rasa kasihan"
"Baiklah,masih ada pekerjaan yang perlu aku
kerjakan,ingin menangkap seorang kelinci kecil.lain kali jangan lupa tuan Reynald
mengenalkan perempuan itu padaku"
"Baik,sampai ketemu lagi Ivan.." Kata Reynald tersenyum
Kembali Ivan membalikkan badan menuju parkiran mobil.
Dari tadi Daniel berada didalam mobil,ia tidak ikut untuk masuk kedalam klub Red Kiss.
"Bagaimana meetingnya tuan,apakah
berjalan sesuai rencanamu?" tanya Daniel
"Aku tidak ingin membicarakan hal ini."
---
Raras membuka gagang pintu,sepertinya Ivan belum kembali.
__ADS_1
biasanya jika Ivan ada dirumah sepatunya berada diluar samping pintu depan.
ia menghidupkan saklar lampu kemudian pergi kekamar untuk mandi.
Setelah sampai dikamar mandi,ia berendam air panas sekitar 20 menit karena ia sudah
berada diluar sangat lama tubuhnya perlu dihangatkan.
Akhirnya Raras keluar dan memakai baju piyama.
Tumben sekali Ivan tidak pulang meski sudah tengah malam,tidak tau apakah ada perasaan kecewa dihati Raras atau tidak.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu berasal dari kamar.
Raras lupa,tadi begitu dia masuk kekamar mengunci pintu.
Ia pergi kearah pintu berada dan segera membukakan pintu.
Ivan sangat terkejut mendapati Raras memakai baju tidur yang sexy,wajahnya mendadak merah.
Raras yang sadar bahwa Ivan dari tadi menatap kearah situ ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
"Apa yang kau lihat?"
"Ternyata kamu punya sisi gelap juga ya" Kata Ivan kemudian mengacak rambut Raras.
Wanita itu berjalan meninggalkan Ivan didepan pintu.
"Aku sudah capek mau tidur"
Baru saja mengatakan beberapa kata,Raras mengingat kembali perkataan dokter bahwa ia membutuhkan uang yang cukup demi membayar pengobatan ibunya.
Karena Raras digaji oleh Ivan sebulan sekali tapi hari ini baru pertengahan,pria itu menggajinya diakhir bulan.
"Ivan,boleh tidak gajiku diberikan sekarang?"
Tanya Raras antusias
"Kenapa?"
"Eh,itu ada gaun yang sangat cantik.aku
ingin sekali membelinya"
Akting Raras jika sedang membutuhkan sesuatu emang tidak bisa diragukan. bahkan orang seperti Ivan begitu mudah percaya walaupun sedikit curiga.
"Tapi,kau harus membuktikannya malam ini"
Begitu mendengar ucapan Ivan,Raras menundukkan sedikit wajahnya kemudian berjalan menuju Ivan berada.
To be continue...
__ADS_1