
Para pelayan yang menyaksikan akan hal ini sangat terkejut melihat Ivan terang-terangan.
"Lagi ngapain?"Ucapnya dengan nada lembut
"Bikin sarapan buat kamu" Kata Raras sambil melanjutkan membuat sarapan.
Beberapa menit kemudian Ivan masih saja memeluk pinggang Raras dan menaruh dagunya dibahu Raras.
Wanita itu jadi susah untuk bergerak.
"Ivan,kalau kamu kayak gini gimana aku
mau buat sarapan?" Tanya Raras sambil menatap Ivan
"Kau lanjutkan saja"
Maksudnya apa? lanjutkan? Batin Raras
"Ivan aku serius,mendingan kamu duduk
dikursi sana kemudian tunggu aku sampai
selesai buat sarapan" Tegas Raras dengan nada lembut
Pria itu akhirnya melepaskan pelukannya dipinggang Raras.
Biasanya jika wanita itu memerintahkan Ivan tunggu ngomel atau marah-marah dulu baru ia pergi.
Tapi,sekarang malah sebaliknya, Ivan pergi tanpa berbicara sepatah katapun.
Mungkin karena kejadian tadi malam Gumam Raras
Akhirnya Raras telah selesai membuat sebuah sandwich,ia menghidangkan roti itu dengan piring keramik kemudian meletakkan dimeja makan.
Ivan mengambil Sandwich dan memasukkan kedalam mulut.
__ADS_1
Ini kali keduanya ia memakan makanan buatan Raras.
Yang pertama ayam goreng dan sekarang sebuah sarapan berupa sandwich.
Benar-benar seleranya Ivan,semua koki yang ada didapur rata-rata mempunyai sertifikat dan berasal dari penjuru dunia tapi, saat memakan makanan yang di masak oleh Raras selera makannya bertambah.
Akhirnya selesai juga,pelayan mengambil piring kosong dimeja dan segera mencucinya.
"Ikut aku kekantor"
Raras mengeluh berat,tidak tau hal apa yang ingin ia lakukan nanti ketika berada dikantor.
"Aku bosan disana"
"Disuruh ikut ya ikut" Kata Ivan kemudian meninggalkan dapur menuju mobil.
Setelah tubuh Ivan tidak ada diruang dapur,barulah Raras angkat kaki pergi meninggalkan ruangan.
Dari tadi,Daniel sudah menunggu lama diluar mobil.
Tubuhnya bersenderan dimobil dan memegang sebatang rokok lalu menghirupnya.
Ia dengan segera membuka gagang pintu mobil agar Ivan masuk kedalam.
"Selamat pagi tuan muda!" Kata Daniel menunjukkan senyum manis
Ivan menghiraukan akan hal itu,ia hanya menganggukkan kepala tanpa ekspresi dan masuk kedalam mobil.
Setelah dipastikan Ia masuk,Daniel segera menutup pintu.
Raras akhirnya berjalan tepat didepan mobil.
Saat Daniel hendak balik badan,wajahnya tertuju pada mata Raras,begitu juga Raras.
Kini mata mereka saling pandang.
__ADS_1
Ck! wanita ini lagi Batin Daniel
Wajahnya berubah drastis ketika memandang Raras.
"Selamat pagi asisten Daniel!" Sapa dan senyum Raras tertuju pada Daniel
"Pagi" Sapa Daniel jutek kemudian masuk kedalam mobil pengemudi.
Raras masih mempertahankan senyumnya, ia membuka gagang pintu kemudian masuk kedalam mobil yang berada dibelakang sedangkan Ivan duduk didepan samping Daniel mengangkat kaki kanan keatas paha kiri dan melipat kedua tangan depan dada.
Daniel langsung menjalankan mobil itu.
"Tuan bagaimana menurutmu tentang
Reynald,apakah kau puas akan saham
yang ia kasih?"
"Tentu saja,hal sekecil ini sangat mudah
bagiku untuk menaklukannya.
berani-beraninya dia mengolok ku"
Kata Ivan
"Tenang tuan,buat dia kehilangan profesi
saja! itu sudah bagus"
Hal pekerjaan yang dibicarakan oleh Ivan dan Daniel membuat Raras tidak mengerti.
walaupun sudah mendengar dengan seksama.
Dari dulu,Raras tidak terlalu suka dengan bisnis,ia mau mendengar pembicaraan mereka karena membahas Reynald.
__ADS_1
Tentu saja ia sangat penasaran akan hal itu.
Terima kasih yg udah mampirđź’š