
Raras pergi kekamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya sebaik mungkin.
Mulai memakai sabun dan mencuci wajahnya.
Saat keluar dari kamar,sudah ada gaun pengantin dan banyak wanita perempuan yang terlihat asing.
"Selamat pagi Nona muda! kami akan menata
wajah dan rambut nona Raras sebaik
mungkin.Jadi jangan sungkang pada kami
ya"
Ucap salah satu dari mereka.
Mungkin ini adalah orang yang diutus Ivan untuk mendandan Raras.
Mereka terlihat sangat cantik dengan tubuh yang langsing dan full make up.
Walaupun mereka seorang perempuan, kenapa aku jadi malu ya telanjang depan mereka Batin Raras
Wajah Raras sangat meyakinkan pelayan itu bahwa dirinya malu dan tegang.
"Haha,Nona santai saja.Kita kan sama sama
perempuan."
Kata Wanita itu sambil tersenyum.
Perkataannya membuat Raras tersipu malu.
Tangannya ditarik oleh salah satu dari mereka kekursi yang berada didepan cermin.
Mereka menata mulai dari rambut hingga wajah dengan perlahan.
Raras menatap dirinya baik-baik dicermin, sangatlah cantik.
Apalagi gaun yang dipakai sangat cocok dipakai ditubuh Raras.
"Nona,yuk ikut aku" Kata Daniel yang baru saja memasuki kamar.
"Baik"
Akhirnya Raras dibawa kesebuah tempat, lumayan jauh juga.
Mereka akhirnya sampai ketempat tujuan membutuhkan waktu satu jam kurang.
Daniel membukakan gagang pintu kemudian menjulurkan tangannya kearah Raras.
Wanita itu menjulurkan tangannya kembali kemudian berjalan selangkah dengan Daniel.
"Apa kau sangat gugup ?" Tanya Daniel
__ADS_1
"Tidak"
"Bilangnya tidak,tapi tangannya gemetaran"
Cih,akhirnya ketahuan juga kalau aku gugup.
Batin Raras
Sampai diruangan rias,ketika membuka gagang pintu Raras langsung melihat wajah Ivan, sangatlah tampan.
Beda sekali dengan yang biasanya.
Sanking terkejutnya,ia tidak lepas memandang Ivan.
Tidak bisa dibayangkan bahwa lelaki yang dinikahi lebih tampan daripada yang dia bayangkan.
Ivan berjalan kearah Raras berada dan tersenyum.
"Sangat cantik" Kata Ivan membuat detak jantung Raras tidak terkontrol.
Dia memalingkan wajahnya.
"Kamu juga" Balas Raras tanpa ada rasa segan.
Mereka bergandengan tangan dan ingin memulaikan acaranya.
Sewaktu melihat apa yang terjadi,Raras sangat kecewa dan baru ingat sesuatu.
Ternyata benar,aku adalah seorang istri simpanan.Pantas saja jumlah orang yang ada disini sangat sedikit, hanya teman-teman Ivan dan orang terpenting saja yang datang.
Batin Raras
Kata Ivan ketika melihat wajah Raras yang lesu.
"Ti...tidak,ini pesta yang sangat terkesan.aku
sangat menantikan hari ini"
Ucap Raras sambil tersenyum manis.
Ivan mengecup puncak kening Raras.
Ketika acara berlangsung,Raras menampilkan senyum manisnya dan melihat lihat orang yang kunjung datang.
Semua orang juga menatapnya penuh bahagia,akhirnya Ivan bisa juga menikah dengan wanita cantik.
Kesederhanaan Raras lah yang membuat ia cantik didepan orang-orang.
Akhirnya pestanya berakhir dengan baik, Sekarang adalah waktunya tamu untuk mengucapkan selamat kepada mereka.
"Apakah kau senang pestanya berakhir
dengan baik ?" Kata Ivan
__ADS_1
"Sangat senang,aku harap mereka yang
menyaksikannya juga ikut senang"
Mereka tersenyum bersama, ditengah- tengah kebahagiaan mereka datang seorang Wanita terlihat tua.Umurnya sekitar lima puluhan.
"Namamu Raras Wijaya ?" Tanyanya dengan jutek.
Raras bingung mau jawab apa,sudah tau namanya dikatakan oleh banyak orang. Sudah seharusnya dia tau.
Raras melihat wajah Ivan,ingin menanyakan siapa orang itu.
"Dia ibu angkatku" Kata Ivan
Apa? ibu angkat?,ternyata Ivan mempunyai ibu angkat.Bagaimana mungkin Ivan tidak memberitahukanku terlebih dahulu sebelum menikah? Batin Raras
"Benar bu,senang bertemu dengan anda" Kata Raras menampakkan senyuman.
"Bagaimana dengan status keluargamu?
apakah kau anak keluarga kaya atau anak
konglomerat."
"Eh,itu aku hanya wanita biasa. Tidak yang
seperti ibu katakan.Walaupun aku hanya
wanita sederhana tapi kami saling mencintai"
Kata Raras kemudian melihat wajah Ivan
"Sekarang aku sudah menikahinya jadi ibu
gak perlu mengatur hidupku dengan Raras"
"Ivan,kau tidak tau terima kasih.Sudah
kubesarkan dari kecil tapi kau membalasku
dengan cara murahan ini?.Sudah kubilang
padamu..." Perkataan Ibu dipotong oleh Raras
"Bu..sudahlah, pernikahan ku dengan Ivan
hanya memodalkan pena dan kertas.
Tinggal aku dan Ivan tanda tangan pernika-
han antara aku dan anak angkatmu bisa
terlaksana"
__ADS_1
Tentu saja maksud Raras adalah tentang perasaan.Raras tiba-tiba ingat,tentang statusnya sebagai istri Ivan.
Dia secara terang terangan mengatakan hal itu.Tidak tau apa karena perasaan kecewa yang ada dihatinya karena dia hanyalah seorang istri Ivan yang tidak dikenal orang lain.