Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 49


__ADS_3

Pagi harinya, Raras terbangun dari tidur. Ia terburu - buru duduk dan mengucek matanya.


Kepalaku sudah lebih mendingan daripada tadi malam.


Raras beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Tujuannya kali ini harus tercapai, dia sudah menyusun rencananya kemarin malam bahwa hari ini Raras akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya dan mencari pekerjaan.


Raras berdiri didepan kaca sambil mengarahkan Hair dryer kerambutnya yang basah.


" Bagaimana, apa kemarin akting ku kurang meyakinkan? " Raras melihat kearah asal suara, itu adalah ibunya Ivan


" Aku tau, tapi aku tidak mau mengungkitnya sekarang. Masih banyak hal yang lebih penting yang harus kupikirkan "


" Kau "


" Aku mau pergi dulu " Raras menaruh Hair dryer itu keatas meja rias kemudian mengambil tas yang sudah dia siapkan diatas ranjang, kemudian menggantungkannya dilengan tangan.


" Raras, ini belum seberapa aku akan membuat dirimu menyesal menikah dengan putraku "


" Oh ya, kalau begitu buktikan padaku " Senyuman Raras membuat ibunya semakin ingin menghancurkan hidupnya.


Kenapa bisa ibu sebenci itu padaku? Apa karena aku bukan berasal dari keluarga kaya, mungkin sekarang baru aku mempedulikan dan memikirkan hal ini.

__ADS_1


Raras menuruni anak tangga satu persatu, setelah dia melangkahkan kakinya untuk masuk kedapur tampak Ivan yang sedang makan sambil memegang ponselnya.


" Ivan, kamu masih belum pergi? "


Ivan membalikkan badan dan melihat asal suara berada.


" Raras sini " Wanita itu nurut - nurut saja, ia memajukan langkah kakinya hingga tiba didepan Ivan.


" Aku sudah mempersiapkan supir pribadi untukmu, hal kemarin adalah bagai mimpi buruk bagiku aku tidak akan membiarkannya terjadi padamu "


" Kenapa, padahal itu hanya ulah temanmu. Tidak perlu kok, aku bisa... "


" Nurut saja " Ivan melanjutkan meminum teh yang berada diatas meja.


Dia menarik lengan tangan Raras hingga istrinya jatuh dalam pangkuan.


Wajah mereka berdekatan dan saling memandang.


" Apa yang kau lakukan, ini didapur "


" Aku tahu " Ivan mendekatkan hidungnya kearah leher Raras. Wanita itu sangat malu, banyak pelayan yang menonton mereka. Tapi, Ivan tidak memperdulikan hal itu.

__ADS_1


" Kalian keluar dulu "


" Ba..baik nyonya " Akhirnya Raras bisa tenang, walaupun sekarang wajahnya sedikit merah dan menahan malu, tetap saja dia masih tidak terbiasa.


" Kenapa kau mengusir mereka? " Tanya Ivan melanjutkan perlakuannya.


" Hentikan, kau harus kekantor " Pria itu sama sekali tidak memberhentikan perbuatannya. Tetap saja ia nekat.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengintip mereka yaitu ibunya Ivan. Diam - diam ia berada dibalik pintu dan menggertakkan giginya.


Ivan, aku tidak percaya kau benar - benar mencintai wanita kampungan itu. Raras, aku tidak sabar ingin memberikanmu hadiah terindah suatu hari nanti.


" Ivan berhenti, ibumu masih ada dirumah. Jika dia lihat bagaimana? "


Ivan langsung sadar dan memberhentikan perlakuannya pada Raras. Buru - buru wanita itu pergi dari pangkuan Ivan.


Sewaktu Ivan menikahi Raras, ia berjanji hanya sebatas menikah dan tidak melakukan hal lain dan tidak akan lama waktunya dia akan menceraikan Raras. Tapi, sekarang ini dia malah tidak ingin melepas Raras. Begitulah yang ada dipikirannya.


" Aku pergi dulu " Ivan berdiri dari tempat duduk bermaksud untuk pergi dari tempat ini.


" Semangat kerjanya Ivan " Raras menunjukkan senyum manisnya, namun Ivan tidak melihat senyuman itu. Dia hanya mendengar perkataan Raras.

__ADS_1


Seketika Raras menghilangkan senyuman yang ada dibibirnya, melihat Ivan yang


tiba- tiba cuek mengingatkan Raras pada masa lalu


__ADS_2