Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 23


__ADS_3

RUMAH IVAN KE-2


"Tuan,apa yang terjadi denganmu,katakan


padaku pecundang mana yang berani


mengusikmu?" Kata Daniel begitu melihat Ivan santai dikursi dengan pandangan seperti tidak biasanya.


"Raras"


Karena Ivan menyebut nama Raras, Daniel teringat akan suatu hal.yaitu mencari informasi tentangnya.


"Oh ya Tuan muda,aku sudah mendapatkan


informasi tentang wanita itu. identitasnya


benar-benar tak terduga."


"Apa itu?"


"Raras Wijaya wanita berumur 20 tahun satu


tahun lalu lulus kuliah di universitas terbaik


mengandalkan beasiswa.ayahnya bernama


Andreas Wijaya meninggal 15 tahun yang


lalu akibat kebakaran diapartemen x."


"APA?"


"Dan lagi sesuai dengan informasi yang


kudapat ia meninggal akibat menolong


Raras dalam kejadian kebakaran itu


kemudian Raras hilang ingatan pada saat


umur 5 tahun akibat kebakaran" perjelas


Daniel


"Jadi,wanita itu dia?"


"Tuan,jangan asal nuduh dulu. perjalanan


masih panjang,aku akan melakukan yang


terbaik supaya kasus ini terlaksana"


Ivan hanya diam saja dalam lamunannya, tidak tau apa yang pria itu pikirkan.


"Tuan,jika Raras adalah wanita yang kau cari


apa kau akan membunuhnya?" Ivan emang ada dendam pribadi terhadap masalah yang

__ADS_1


membuat dirinya tidak memandang dunia


dengan baik.


Semua usaha dan sikapnya emang banyak


sekali alasan namun tidak bisa diungkapkan


sanking banyaknya.


"Tentu saja,alasanku bertahan hidup sampai


sekarang adalah membunuh orang yang


bermarga Wijaya"


"Tapikan bukan orang yang bermarga Wijaya


yang bunuh orang tua tuan?"


"Dia menyelamatkan nyawa Raras itulah


alasannya"


15 tahun yang lalu,terjadi kebakaran disebuah


apartemen terbaik dikota x.


Orang yang membakar apartemen itu


menteri.


tidak tau,kenapa bisa Ivan selamat dalam


kecelakaan itu.


Tujuan ia hidup dan berkuasa adalah karena


ingin balaskan dendam pada orang yang


membakar apartemen itu.


tapi,sampai


sekarang Ivan belum mendapat informasi


tentang identitas orang itu karena identitas


nya telah dihapus oleh negara.


---


Raras bangun dari tidurnya yang lelap, membuka matanya sangatlah berat. sekujur


tubuhnya lemas.


ketika ia memandang kesebelah ia tidur,tidak ada sosok Ivan.

__ADS_1


"Nona Raras,tadi aku lihat badanmu lemas


apa perlu aku panggilkan dokter"Kata Pelayan yang baru memasuki kamar.


"Gak perlu,aku hanya perlu istirahat untuk


mengurangi demam"


"Tapi nanti tuan Ivan marah pada kami jika


tidak mengurusmu dengan baik"


"Haha,itu gak mungkin terjadi. mendingan


bibi buatin aku sup perutku sudah lapar."


Suara Raras sangat lemas membuat pelayan semakin khawatir


Marah kau bilang? itu tidak mungkin dan takkan terjadi! Batin Raras


"Oke Nona jangan kemana-mana tetap disini


ya istirahat nanti tambah sakit" pertegas pelayan kemudian keluar meninggalkan Raras seorang diri.


Raras menghembuskan nafasnya perlahan, kemudian menarik selimutnya dan kembali tidur.


---


Dikantor


"Gawat tuan Ivan! kata pelayan Raras demam.


apakah anda mau pergi lihat keadaannya?"


Dengan wajah panik Daniel menghampiri


Ivan


"Siapa juga yang peduli dengannya!" pungkas Ivan kemudian melanjutkan pekerjaannya


Daniel hanya senyum memperhatikan tuannya walaupun omongan Ivan berbeda dengan hati.


"Yasudahlah tuan,aku hanya memberikan


sedikit informasi.kalau gitu aku pergi dulu


ya!"


Tetap saja dalam hati Ivan ada rasa khawatir. setelah pertengkaran yang sangat hebat tadi malam, tidak tau apa yang akan Raras lakukan.


tapi mendengar Daniel mengatakan ia mendapat informasi dari pelayan tentang Raras berarti tandanya Raras berada dirumah sekarang,perkataan itu sungguh membuat Ivan senyum-senyum gila.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2