
Reynald masih saja menahan Raras agar tidak pergi.
Begitu mendengar Raras mempunyai calon suami,dengan ekspresi yang sungguh-sungguh tetap aja ia semakin kesal.
Tidak bisa dibayangkan,bahwa satu-satunya wanita yang paling ia kenal malah milik orang lain.
Pertengkaran hebat antara Raras dan Reynald membuat orang yang mendengar pada penasaran.
Suara mereka sangat berisik hingga mendengar ketelinga Ivan.
Sebenarnya ia tidak pernah penasaran akan suatu keributan,tidak tau kenapa masalah ini menggerakkan hatinya hingga Ivan penasaran.
Mungkin karena barusan saja Raras pergi dari sana, insting nya mengatakan ada sesuatu yang terjadi.
Ketika berjalan dan melihat apa yang terjadi ia sangat terkejut kecampur bingung.
Melihat hal menarik didepan mata bahwa calon istrinya sedang ditahan oleh lelaki tak asing.
"Lepaskan dia" Kata Ivan setelah sampai didepan mereka berdua.
Mendengar suara Ivan,mereka berdua sontak kaget akan kehadiran Ivan.
Reynald yang masih menahan tangan Raras akhirnya dilepaskan.
Sedangkan Raras begitu dilepaskan langsung berlari kearah Ivan berada dan matanya berkaca kaca.
Melihat ekspresi Raras membuat Ivan tersenyum dan mengacak-acak rambut Wanita itu.
Reynald yang melihat perlakuan Ivan pada Raras terkejut setengah mati hingga membatu.
"Ivan,sungguh keajaiban besar bisa menemu-
kanmu ditempat kumuh seperti ini"
Kata Reynald
"Kenapa?,aku mau menemani istri ku belanja
disini emangnya salah" Kata Ivan
Mendengar kata istri diucapkan oleh Ivan tetap saja membuat Reynald sangat jijik.
"Haha,ternyata istrimu itu adalah barang
bekas.tenang saja Ivan,barang itu sudah
__ADS_1
menjadi milikmu"
Kata Reynald sama sekali sangat tidak sesuai dengan perasaan hatinya.
Ia membalikkan badan dan pergi dari tempat itu.
Ivan sangat emosi mendengar perkataan Reynald yang mengatakan bahwa istrinya adalah seorang barang bekas,tapi karena di tempat itu dalam keadaan ramai ia tidak mudah untuk bertindak dan terpaksa menahan emosi.
Setelah Reynald pergi dari sana,mata mereka saling memandang.
"Ivan terima kasih" Kata Raras kemudian menunjukkan senyum manisnya.
Seketika wajah Ivan memerah begitu melihat senyum manis Raras.
"Ayo kita pergi" Kata Ivan dan melangkahkan kakinya untuk pergi ke kasir.
"Baik" Kata Raras kemudian mengikuti langkah kaki Ivan.
Setelah sampai di kasir,Ivan membayar semua belanjaan Raras.
Ia mengeluarkan dompet dari saku kemejanya yang tertutup oleh baju jas.
"Nggak usah Ivan,biar aku aja yang bayar"
Karena ada rasa enggan,Raras sangat tidak enak hati membiarkan Ivan yang membayar semuanya.
Kata Ivan sambil tersenyum memandang Raras.
Sementara pelayan kasir tidak memperdulikan karena dirinya sangat sibuk untuk menaruh barang belanja dipelastik.
Setelah selesai,Ivan membawa kantung belanjaannya kemudian mereka berdua pergi keparkiran mobil.
Tujuan Raras malam ini adalah menjenguk ibunya yang berada di rumah sakit.
Tapi ia sangat enggan untuk membicarakan hal ini pada Ivan,tiba-tiba saja langkah kakinya berhenti membuat Ivan menoleh kebelakang.
"Ada apa?" Tanya Ivan
"Eh..itu,Ivan boleh tidak aku pergi sebentar?
aku ingin menjumpai keluargaku,sudah lama
aku tidak menjumpai mereka"
Kata Raras
__ADS_1
Ivan mengernyitkan dahinya"Besok adalah hari pernikahan kita,apakah kau pikir dirimu sangat tidak tega?"
"Bukan begitu,aku janji akan pulang
secepatnya "
Namun Ivan masih saja tidak mempercayai akan hal itu membuat jantung Raras semakin berdebar-debar.
"Aku tidak pernah melanggar janjimu
sekalipun,bagaimana mungkin kau masih
tidak mempercayai ku" Kata Raras melanjutkan penjelasannya
"Baiklah,aku berikan kau waktu dua jam
untuk pergi,ingat aku menunggumu"
Kata Ivan kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat.
Raut wajah Ivan sama sekali tidak bisa dilihat,tidak tau apakah dia marah atau tidak.
"Ivan" Panggil Raras "Terima kasih, akhirnya
kamu bisa mengerti perasaanku. Aku harap kamu bisa lebih mengerti isi hatiku"
Lanjut Raras sambil menunjukkan senyum manisnya.
Sosok punggung Ivan sudah tak terlihat lagi, ia masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan dengan kecepatan tinggi.
Akhirnya Raras bisa pergi untuk menjenguk ibunya yang masih dalam keadaan koma.
- - -
Didalam mobil,Ivan masih saja tidak mengerti.Tentu saja dari raut wajah Raras dan tindakannya sangat berbeda.
Sorot matanya terlihat sangat sedih dan merasa bahwa masalah ini sangatlah penting untuk dilakukan.
Penasaran selalu muncul dalam otaknya, tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan terpaksa menyuruh sang Daniel untuk menyelidiki sampai tuntas siapa wanita itu sebenarnya.
"Daniel,aku mau kau mencari informasi
tentang keluarga Raras"
Kata Ivan ketika menelpon Daniel sambil menyetirkan mobilnya.
__ADS_1
Daniel yang mendengar akan hal ini merasa sangat terkejut. Dengan semangat ia menyetujui apa yang dikatakan tuannya dan mencarikan informasi itu sedetail mungkin.