Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 26


__ADS_3

"Dih pelit banget aku kan cuman mau tau!"


Pertegas Raras


Akhirnya Daniel menopang Raras sampai ketempat tujuan yaitu mobil.


ternyata sesaat Ivan memerhatikan keakraban Daniel dengan Raras.


Setiba diperjalanan,Raras menatap wajah Ivan sesekali.


ia ingin melihat ekspresi Ivan saat ini.


tentu saja Ivan tau bahwa Raras memandangnya terus.


"Sudah puas liatnya?" Tanya Ivan


"Hehe,ternyata kamu lihat." Raras menggaruk garuk kepalanya


Ivan sudah tidak tahan untuk memendam emosi dalam hati,kini ia lepaskan semuanya.


ia menarik tangan Raras hingga keatas pangkuannya.


Wajah Raras seketika memerah karena jarak antara wajah Raras dan Ivan sangat lah dejat.


Ivan menunjukkan senyum liciknya.


"Ivan,ini sedang dijalan"


"Terus?"


"Kan malu banget,disini juga ada asisten


pribadi kamu"


Ivan tidak suka dirinya dinego-nego,ia mencium paksa Raras.


Raras ingin sekali melepas,tapi cengkraman tangan Ivan sangat kuat.


Ivan sudah sangat keterlaluan,Raras yang tidak tau cara berciuman telah kehabisan nafas.


Selama Ivan menciumnya,Raras tidak bernafas sama sekali.


Ivan yang dari tadi menutup mata menikmati ciuman kini membuka matanya dan melihat ekspresi Raras.


Ia pun melepaskan ciuman itu.


"Aku izinkan kau kagum padaku tapi hanya


satu menit"


Siapa yang mau kagum pada orang

__ADS_1


sepertimu? Gumam Raras


"Biasanya kalau aku kagum padamu didalam


hati ,bukan diungkapkan dengan kata-kata"


Daniel yang dari tadi dicuekin,tambah fokus menyetir.


Sepertinya setelah si Raras datang aku dijauhin sama tuan Ivan batin Daniel.


Akhirnya mereka sampai ketempat tujuan, rumah Ivan dipenuhi oleh pelayan dengan sambutan hangat.


Ivan menggendong Raras keluar mobil, sifat Ivan mudah sekali berubah ubah.


baru disenangi oleh Raras,dia sudah tidak sedingin tadi.


Ternyata jika digoda sedikit dengan Raras,pria itu mudah sekali menghilangkan mood.


Namun Raras tidak mengetahui bahwa dirinya bisa melakukan hal ini.


"Selamat datang kembali tuan muda dan


nona"


Raras sudah tau apa yang akan dia hadapi.


tentu saja hal memalukan yang Ivan perbuat disaat pertama kali mereka bertemu.


Raras menarik kemeja Ivan.


orang yang lemah kan?"


Raras sangat malu,dirinya benar-benar jujur.


isi hati Raras begitu mudah ia ungkapkan pada Ivan.


Pria itu menatap Raras dan tertawa dengan nada mengejek.


"Karena kau yang minta aku tidak akan


melakukannya"


Ivan benar-benar tidak ada niat untuk bercinta


dengan Raras disiang bolong.


Karena pertanyaan wanita itu,kini membangkitkan semangat Ivan untuk meledek Raras.


Akhirnya sampai dikamar,Ivan meletakkan Raras dengan lembut diatas ranjang.


kemudian ia pergi kekamar mandi.

__ADS_1


Karena cuaca hari ini sangat panas,tubuh Ivan penuh dengan Keringat.


"Mau ikut mandi tidak?"


"G..gak perlu! aku sudah mandi"


"Heh,wajahmu gak perlu sepanik itukan?"


perkataan Ivan berhasil membuat wajah Raras merah bagai buah persik.


Tapi swaktu Ivan pergi meninggalkannya, masih saja punggung pria itu dilihat oleh Raras.


Terlintas dari wajah Raras tidak ingin Ivan meninggalkannya seorang diri.


TELOLET TELOLET


Raras sangat terkejut begitu mendengar suara yang sangat aneh.


ternyata itu berasal dari handphone Ivan.


biasanya orang-orang mengatur sms dengan nada suara yang pelan,tapi Ivan berbeda deringan handphone-nya membuat sakit kepala.


Raras sangat penasaran dari siapa telpon itu tertuju.


buru-buru ia pergi mengambil ponsel itu berada,yaitu dimeja dekat ranjang.


Setelah berhasil menyentuh dan melihat siapa yang kirim pesan pada Ivan,ternyata itu adalah Reynald.


mendadak kepala Raras sakit,tidak percaya bahwa Ivan mengenal mantan kekasihnya.


"Ivan,aku sudah memberikanmu saham


sebesar 10%,jangan lupa malam ini


datang ke Red Kiss [nama klub] untuk tanda


tangan"


Raras tidak menyangka,setelah melihat isi pesan dari Reynald banyak sekali pikiran buruk terlintas diotaknya.


Dirinya sangat takut,jika Reynald tau pacarnya sekarang adalah Ivan,orang yang terkenal paling kejam dirinya bahkan disegani orang-orang.


Siapapun yang mencari masalah pada Ivan kuncinya hanya satu yaitu mati.


"Apa yang kau lakukan?" Terburu-buru Raras melihat kedepan.


paniknya benar-benar hilang,ketika memandang Ivan hanya membalutkan handuk dipinggang dan tubuhnya yang abs dan putih.


benar-benar selera Raras.


to be continue...

__ADS_1


Pembaca yang belum Like silahkan like.


terima kasih sudah hadir❤


__ADS_2