Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 5


__ADS_3

Ivan membuang pakaian Raras kelantai dengan kasar. Dia benar-benar mirip seperti anjing gila!.


Apakah pria pada umumnya bertingkah buas ketika berada diatas ranjang?.


Dengan tidak sabarnya Ivan mengangkat kedua tangan Raras diatas kepalanya.


Tetesan air mata mengalir dengan cepat. Raras merasa sebuah penderitaan dalam hidupnya tidak akan ada habisnya.


Dia merasa perasaan ini seakan akan membunuhnya!.


"Lepaskan aku! mendingan sekalian kau cabut nyawaku!" Suara kepasrahan itu terdengar risih ditelinga Ivan.


Dia tertawa kekeh


"Dengar ya Raras, kau sendiri yang menyerahkan dirimu padaku. Sekarang kau hanya perlu menikmatinya!. Apa kau ingat peraturan yang tertulis dikontrak kita jika kau melawanku?"


Raras menelan ludahnya.


Begitu isakan tangis itu berhenti, entah kenapa Ivan masih saja ingin mempermainkan wanita itu dengan tidak bertele-tele. Ciuman paksa terjadi dan ini hari pertama kalinya bibir Raras disentuh oleh seorang pria.


Apalagi dia adalah seorang bos besar.


Meskipun Raras pernah menjalin sebuah hubungan dengan pria lain, dia tidak pernah melakukan hal ini kepadanya selain bergandengan tangan.


Sebuah sesakan nafas membuat Raras hampir mati. Pertama kali ciuman tentu saja dia tidak mengerti bagaimana caranya. Raras menahan nafasnya untuk berciuman dengan Ivan. Sudah tidak tahan lagi, demi menghilangkan kesesakan wanita itu menggigit dengan kuat bibir Ivan.


"Dasar brengsek!" Ivan mendorong Raras dengan tenaga yang cukup besar.

__ADS_1


"Aku sudah muak melihat tingkahmu yang seolah-olah aku yang tergila-gila olehmu." Ivan mendekatkan mulutnya ketelinga Raras dan berbicara lembut"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu"


Aku tidak berharap kau akan mencintaiku! Yang aku inginkan adalah kebebasan dari ikatan yang telah kau ikatkan dileher dan kedua tanganku. Ikatan itu membuat diriku tidak bebas.


"Ma...maaf aku akan bersungguh-sungguh"


"Awas saja kalau memberontak"


Kepalan tangan yang kuat dan jeritan yang membisingkan telinga dimalam hari.


Baiklah tuan, jika ini yang kau mau lakukanlah!.


Dipagi hari yang cerah tampak cahaya matahari dijendela kamar.


Sekitar pukul 08.00 Raras terbangun dari tidurnya.


Bangun-bangun dia merasakan kesakitan diseluruh tubuhnya.


Denguhan kesal itu bertanda bahwa Raras masih mengingat momen mengerikan yang terjadi malam kemarin


BRAK Seseorang masuk kedalam kamar tanpa mendapat izin dari pemiliknya. Dia adalah pelayan Ivan.


Mungkin Ivan yang menyuruhnya untuk datang.


"Selamat pagi nona,turunlah untuk sarapan. baju ganti anda sudah saya siapkan dimeja ini."


"Baiklah,kamu keluar dulu.aku mau mandi"

__ADS_1


"Baik.. saya mohon pamit"


Pelayan itu sekarang pergi meninggalkan Raras dan menutup pintunya.


Dia langsung beranjak dari ranjang.


Padahal kejadiannya tadi malam, tapi kenapa rasa sakitnya masih belum hilang? Raras berjalan terpincang hingga sampai kedalam kamar mandi.


Dia menghidupkan keran air hangat, ketika bathtub sudah terisi penuh oleh air hangat Raras menyentuh sedikit air hangat untuk merasakan suhu kehangatan airnya.


Dia merasa airnya sudah pas.


Akhirnya Raras masuk kedalam bathtub dan membersihkan diri.


Membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit Raras untuk mandi berendam. Dikarenakan banyak sekali bintik merah ditubuhnya, dia merasa risih dengan tanda yang Ivan berikan.


Setelah mandi, Raras mengambil salah satu baju dari lemari pakaiannya. Dia mengambil baju yang paling terlihat sederhana untuk dikenakan.


Meskipun dari dulu hidup Raras miskin, dia tidak pernah mengimpi-impikan menjadi orang kaya. Yang dia inginkan adalah membahagiakan orang tuanya.


Raras melihat dirinya dicermin dan bergumam.


Ternyata aku sangat cantik Senyumnya sangat memikat.


Bahkan dari wajahnya terlihat sekali bahwa masalah kemarin sudah dilupakan dengan sangat mudah.


Andai saja orang-orang yang menghinaku dikampus melihat diriku yang sekarang. Aku tidak sabar melihat respon dari mereka!

__ADS_1


Sudah puas melihat kecantikan diri sendiri, dia keluar dari kamarnya dan bergegas kedapur untuk makan. Perut Raras sangat lapar dan membutuhkan sedikit gizi untuk beraktifitas. Begitu masuk kedalam dapur, mata Raras bergejolak melihat besar dan mewahnya dapur itu.


Apalagi melihat banyaknya para pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


__ADS_2