Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 28


__ADS_3

"Ok ok nona,saya akan memesan dengan


segera" kata Pelayan panik


Raras turun dari tangga kemudian berjalan keluar tidak sabar untuk menunggu taxi yang telah dipesan oleh pelayan itu.


"Bi,kalo tuan muda kalian nanya bilang aja


aku ada urusan mendadak dan sangat


penting. setiap orang pasti ada masalah


pribadi"


"Saya mengerti,tapi jangan pulang lama ya


nona"


"Baik saya usahakan pulang secepatnya"


Senyuman Raras meyakinkan dan menenangkan pelayan Ivan.ia sudah tau mengapa pelayannya sangat panik,sudah


jelas jika tuan mereka marah sudah tidak ada obatnya.


"Nona kenapa gak minta saya yang


mengantar?" Tanya pelayan.


"Haha,karena saya tidak mau menyusahkan


bibi.tugas bibi disini kan bekerja untuk


Ivan bukan untuk saya"


"Nona Raras baru pertama kalinya saya


mendapati wanita tuan muda yang ramah


dan baik hati.semoga anda sama tuan bisa


bersama dengan baik" kata Pelayan


Bersama dibilang? seharusnya dari awal aku


tidak menyuruh pelayan ini untuk memesan


ku taxi! Batin Raras

__ADS_1


"Saya mohon pamit"


"Hati-hati dijalan nona,jika ada sesuatu anda


bisa hubungi telepon rumah" Kata pelayan sambil melambaikan tangannya.


Raras membuka pintu rumah,didepan sudah muncul taxi.


dengan cepat Raras berlari dan masuk


kedalam taxi itu.


"Pak cepetan kerumah sakit kalau bisa


ngebut aja" Kata Raras panik


"Sabar ya dik gak usah panik gitu."


"Tapi kondisi ibu saya sedang darurat"


"Gini-gini saya juara balap mobil lho.


baiklah mari berangkat"


Awalnya Raras mengira bahwa situkang sopir bercanda,tapi setelah ia melaju kencang membuat Raras panik.


Raras agak sedikit mual.


Segala mobil yang berada didepan, ia lewati Raras menutup matanya dengan tangan tidak pernah ia merasakan dan melihat hal seperti ini.


"Baiklah kita telah sampai" Kata situkang sopir


"Terima kasih,beruntung sekali bapak ini


bisa balap jika tidak saya tak tau apa yang


terjadi"


Buru-buru Raras keluar dari taxi menuju ruangan ibunya berada.


"Permisi,apakah ada pasien atas nama bu


Sity?" tanya Raras


"Bentar saya cek dulu,bu Sity berada


diruang nomor x"

__ADS_1


"Saya mengerti,terima kasih"


Raras pergi berlari kearah ruangan ibunya,


ketika membuka pintu dan masuk kedalam.


terlihat ibu Sity tidur tak sadarkan diri, wajahnya terlihat sangat pucat.


"Dokter,apa yang terjadi pada ibu?"


"Ibu kamu mengalami kanker hati. dari


pertama datang kerumah sakit kondisinya


tidak sadarkan diri sampai sekarang"


"Kok bisa dok? apa yang terjadi" Tanya Raras sambil menahan air mata


"Maaf nona,saya tidak tau. dari awal ibu


kamu emang dalam kondisi seperti ini. tapi


kemungkinan besar ibu kamu tidak bisa


terselamatkan,maka dari itu segeralah


melakukan operasi. saya pamit dulu"


Raras mengepalkan tangannya,tidak bisa menahan segala kesial*n yang terjadi.


ia menatap ibunya dalam-dalam,seharusnya Raras tidak meninggalkan ibunya seorang diri.


Dia menyalahkan diri sendiri,tidak bisa


membahagiakan ibu.


padahal tujuan Raras hidup hanya membuat


ibunya bahagia,sekarang hanya bisa meratapi nasib.


Raras hanya bisa melihat ibunya dalam keadaan koma,berharap dan yakin agar ibunya bisa pulih kembali.


Ibu,aku berjanji padamu saat kau sudah sadar aku akan melepaskan Ivan dan mencari pekerjaan yang layak.


aku berjanji hanya tinggal denganmu dan pasti membahagiakanmu


Terima kasih yang sudah tinggalkan jejak❤

__ADS_1


__ADS_2