
"Ok ok nona,saya akan memesan dengan
segera" kata Pelayan panik
Raras turun dari tangga kemudian berjalan keluar tidak sabar untuk menunggu taxi yang telah dipesan oleh pelayan itu.
"Bi,kalo tuan muda kalian nanya bilang aja
aku ada urusan mendadak dan sangat
penting. setiap orang pasti ada masalah
pribadi"
"Saya mengerti,tapi jangan pulang lama ya
nona"
"Baik saya usahakan pulang secepatnya"
Senyuman Raras meyakinkan dan menenangkan pelayan Ivan.ia sudah tau mengapa pelayannya sangat panik,sudah
jelas jika tuan mereka marah sudah tidak ada obatnya.
"Nona kenapa gak minta saya yang
mengantar?" Tanya pelayan.
"Haha,karena saya tidak mau menyusahkan
bibi.tugas bibi disini kan bekerja untuk
Ivan bukan untuk saya"
"Nona Raras baru pertama kalinya saya
mendapati wanita tuan muda yang ramah
dan baik hati.semoga anda sama tuan bisa
bersama dengan baik" kata Pelayan
Bersama dibilang? seharusnya dari awal aku
tidak menyuruh pelayan ini untuk memesan
ku taxi! Batin Raras
__ADS_1
"Saya mohon pamit"
"Hati-hati dijalan nona,jika ada sesuatu anda
bisa hubungi telepon rumah" Kata pelayan sambil melambaikan tangannya.
Raras membuka pintu rumah,didepan sudah muncul taxi.
dengan cepat Raras berlari dan masuk
kedalam taxi itu.
"Pak cepetan kerumah sakit kalau bisa
ngebut aja" Kata Raras panik
"Sabar ya dik gak usah panik gitu."
"Tapi kondisi ibu saya sedang darurat"
"Gini-gini saya juara balap mobil lho.
baiklah mari berangkat"
Awalnya Raras mengira bahwa situkang sopir bercanda,tapi setelah ia melaju kencang membuat Raras panik.
Raras agak sedikit mual.
Segala mobil yang berada didepan, ia lewati Raras menutup matanya dengan tangan tidak pernah ia merasakan dan melihat hal seperti ini.
"Baiklah kita telah sampai" Kata situkang sopir
"Terima kasih,beruntung sekali bapak ini
bisa balap jika tidak saya tak tau apa yang
terjadi"
Buru-buru Raras keluar dari taxi menuju ruangan ibunya berada.
"Permisi,apakah ada pasien atas nama bu
Sity?" tanya Raras
"Bentar saya cek dulu,bu Sity berada
diruang nomor x"
__ADS_1
"Saya mengerti,terima kasih"
Raras pergi berlari kearah ruangan ibunya,
ketika membuka pintu dan masuk kedalam.
terlihat ibu Sity tidur tak sadarkan diri, wajahnya terlihat sangat pucat.
"Dokter,apa yang terjadi pada ibu?"
"Ibu kamu mengalami kanker hati. dari
pertama datang kerumah sakit kondisinya
tidak sadarkan diri sampai sekarang"
"Kok bisa dok? apa yang terjadi" Tanya Raras sambil menahan air mata
"Maaf nona,saya tidak tau. dari awal ibu
kamu emang dalam kondisi seperti ini. tapi
kemungkinan besar ibu kamu tidak bisa
terselamatkan,maka dari itu segeralah
melakukan operasi. saya pamit dulu"
Raras mengepalkan tangannya,tidak bisa menahan segala kesial*n yang terjadi.
ia menatap ibunya dalam-dalam,seharusnya Raras tidak meninggalkan ibunya seorang diri.
Dia menyalahkan diri sendiri,tidak bisa
membahagiakan ibu.
padahal tujuan Raras hidup hanya membuat
ibunya bahagia,sekarang hanya bisa meratapi nasib.
Raras hanya bisa melihat ibunya dalam keadaan koma,berharap dan yakin agar ibunya bisa pulih kembali.
Ibu,aku berjanji padamu saat kau sudah sadar aku akan melepaskan Ivan dan mencari pekerjaan yang layak.
aku berjanji hanya tinggal denganmu dan pasti membahagiakanmu
Terima kasih yang sudah tinggalkan jejak❤
__ADS_1