Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 6


__ADS_3

Sampai Raras kedapur salah satu dari pelayan bagian dapur menghampiri Raras yang masih sibuk untuk melihat sekeliling dapur ini."Nona, silahkan nikmati hidangannya" Katanya sambil tersenyum hormat.


Dia pergi kearah meja makan berada untuk memakan sedikit sarapan. Karena perutnya sudah sangat lapar, Raras tidak tahan lagi untuk makan.


Begitu dia melihat banyaknya menu makanan yang telah dihidangkan dimeja, dia duduk dan segera melahap makanan itu kedalam mulutnya.


Bahkan sebuah daging yang dibuat untuk memasak ayam goreng biasa terbuat dari bahan import.


Sungguh mengejutkan.


Dia dengan tidak sabarannya mencicipi makanan yang terlihat lezat atau yang belum pernah dia makan.


Para pelayan tak percaya akan hal yang dilihatnya. Saat mereka sibuk memasak dan melakukan hal lainnya didapur begitu melihat Raras sepertinya mereka lebih memilih memandang wanita itu daripada melanjutkan pekerjaannya.


Apa aku tidak salah lihat? sepertinya wanitanya tuan muda kali ini terlihat sangat rakus Ucap salah satu pelayan didalam hati.


Uhuk. Karena terlalu terburu-buru makan, dia tersedak.


"Tolong berikan aku segelas air" Perintahnya terhadap salah satu dari para pelayan.


Begitu dia menghabiskan segelas air itu, Raras meletakkanny dimeja dan sadar bahwa dirinya telah memakan makanan itu lebih dari cukup.


Dia mengelap mulutnya menggunakan selembar tisu.


Raras memutuskan untuk pergi, tapi didepan pintu ada Daniel yang baru saja datang.


"Nona Raras,apakah sudah mendapat perlakuan spesial?" Daniel tersenyum.


"Bisa tidak aku keluar sebentar?"

__ADS_1


"Bahkan tuan saja menyuruhku kesini supaya kau tidak kabur"


"Ngomong ngomong,nama tuanmu itu siapa?"


"Ternyata kau belum tau namanya?,dia adalah Ivan putra.orang terkaya dikota A.sehingga membuat semua orang tergila gila olehnya" Daniel terlihat membangga banggakan tuannya dengan semangat.


"Ivan? terdengar familiar.tapi boleh tidak kau telpon tuan Ivan.aku belum mendapatkan uangnya"perintah Raras membuat Daniel terkejut.


"Ternyata kau kesini demi uang ya"


"Kalau demi uang emangnya kenapa" Raras tidak mengerti apa yang Daniel maksud.


Sepertinya dari perkataannya yang biasa itu bisa membuat orang lain salah paham akan maksud dan tujuannya.


Semua wanita emang mendekati tuan muda karena uang. Kebanyakan dari mereka adalah seorang selebriti terkenal. Menunjukkan keseksian mereka didepan tuan muda adalah salah satu kode untuk mendekatkan diri dengannya.


"Aku datang kesini untuk memberikanmu ini" Daniel memberikan sebuah kertas berisi cek seharga nominal yang Raras butuhkan untuk membayar harga hutang.


"Ngomong-ngomong,siapa namamu. aku hanya ingin memanggilmu dengan nama formal jangan salah paham"


"Daniel,aku adalah orang terpercaya tuan muda. sekaligus posisiku sekarang ada dipaling atas dan aku berhak melakukan apa saja yang kumau"


Walaupun kau seorang yang paling terkenal sekalipun emang aku perduli?


"Aku ingin keluar, boleh tidak?"


"Alasan?" Tanya Daniel


"Kenapa harus ada alasan?"

__ADS_1


"Tuan yang menyuruhku"


Begitu banyaknya peraturan dirumah ini membuat Raras semakin tidak mengerti saja.


"Aku ingin menjumpai teman-temanku untuk merayakan hari spesial ini"


Dia terpaksa berbohong demi keselematan keluarganya.


Tujuan Raras adalah pergi kerumah dan memberika kertas cek itu kepada ibunya. Bahkan Raras sudah sangat tidak sabar untuk menantika hal ini.


"Perlu saya antarkan?" Tawar Daniel


"Saya bisa sendiri" Tolak Raras"Mohon pamit" Dia pergi keluar rumah dan memesan sebuah taksi online.


Beberapa menit berlalu, taksinya sudah muncul didepan wajah Raras.


Dia angkat kaki untuk memasuki mobil taksi. Begitu dia berada didalam, Pak supir langsung melanjukan mobil ketempat tujuan yaitu rumah Raras.


Beberapa menit kemudian dia sampai, tidak lupa untuk membayar tagihan taksi.


Dia turun dan berjalan kearah rumahnya.


"Ibu, aku pulang"


Teriak Raras kegirangan.


"Ibu?"


Ibunya tidak keluar juga. Dia mengecek apakah ibunya berada disebuah kamar atau tidak.

__ADS_1


Setelah Raras menginjakan kaki kekamar, ibunya tidak ada disana.


Dia memutuskan untuk kedapur dan ibunya juga tidak ada disana, membuat Raras semakin khawatir.


__ADS_2